BNBR - Reverse Stock Split + Right Issue

Setelah menggolkan skema “Reverse Stock Split” dengan cara yang agak maksa karena tidak memenuhi kuorum sebanyak 2 kali rapat, akhirnya tersuspendlah saham ini mulai Jum''at kemarin. Dan bersamaan dengan tersuspendnya saham ini, keluarlah berita bahwa emiten ini akan melakukan right issue. Sedikit gambaran mengenai saham BNBR ini - Sebelum reverse jumlah saham total adalah 38,75 milyar saham dengan harga Rp 40 - Setelah reverse jumlah saham total adalah 7,75 milyar saham dengan harga baru Rp 200 (potensi downside yang cukup besar karena aturan BEJ mengenai harga saham terendah Rp 25 == bandingkan persentase kerugian jika harga 40 turun ke 25 dengan harga 200 turun ke 25) Nah setelah skema reverse terealisasi, pihak manajemen akan “memaksa” investor untuk merogoh koceknya lebih dalam untuk ikut dalam skema right issue yang pasti akan terealisasi bagaimanapun caranya. Total HMETD adalah sekitar 19 milyar lembar lagi. Jadi kurang lebih hitungannya adalah setiap pemegang 1 lembar saham baru hasil reverse harus membeli 2,5 lembar saham baru hasil right issue, jika tidak ingin terdilusi harga sahamnya. Inilah sebenarnya “perampokan secara halus” karena investor kecil yang sudah tidak ingin mengeluarkan modalnya lagi secara tidak langsung akan terdilusi nilai sahamnya sebesar 71%. Secara hitungan bodoh sebenarnya harga saham BNBR sekarang yang ditangan mereka adalah hanya Rp 11.6 jika mereka tidak mengikuti right issue tersebut, DAN BUKAN SEBUAH JAMINAN jika mereka ikut right issue, maka tidak akan mengalami kerugian. Karena pada prakteknya right issue yang dilaksanakan oleh perusahaan busuk macam BNBR biasanya hanya mendatangkan “KERUGIAN” bagi investor2 retail macam kita2 ini. Untungnya saya tidak pernah mau pegang barang “SAMPAH” macam BNBR ini jadi tidur saya malam minggu ini tidak akan terganggu cuman buat mimpi buruk sama saham ini. Inikah yang namanya keterbukaan??? Perusahaan terbuka??? Terbuka apanya?? Jebakannya?? Moga moga pendapat saya salah, terima kasih kalau mau sharing2 juga mengenai topik ini
Multi Quote Quote
Corporate Actions model RS terus RI sudah menjadi model untuk perusahaan2 yang mengalami kesulitan serta berkeinginan mengeruk keuntungan serta menambah modal mereka. Cara ini sich sah-sah aja, cuma nggak etis….tapi legal dilakukan. Maklum karena kepepet maka semua cara akan dilakukan. Yang udah kita lihat emiten2 yang serupa seperti CNKO dan UNIT melakukan yang sama yaitu RS teus diikutin dengan RI…….kedua saham ini mandeg total……..kalau anda jeli dan menghitung harga saham mereka saat ini, maka kedua saham ini merupakan saham termurah di JSX, mungkin sekitar Rp.1 kalau dibandingkan sebelum RS dan RI. Tapi BAPEPAM tetap tutup mulut dan mata, seolah2 bau busuk bergulir dihidung mereka terus ditiup angin….. Cara RS dan RI adalah cara emiten untuk buy back saham dengan harga murah serta memaksa publik mengeluarkan koceknya untuk nambah modal…..kalau publik nggak mau, maka mereka akan menjual sahamnya kepasar….maka terjadilah sell-off…harga akan drop….emiten akan masuk untuk collect. Fenomena ini bisa dipakai ajang cari keuntungan, dnegan diangkat kembali harga saham untuk mendapatkan harga setelah RS cukup tinggi untuk mengurangi price drop setelah RI ……. Apa yang harus kita lakukan …..?? Secara moral kita tinggalin aja……kalau dilihat dari segi opportunities, yach ini salah satu event…..tapi cukup high risk……si emiten bisa main disaat RI, dimana publik tidak mensubscribe atau disaat RS……. Tahun lalu saya udah menerka2 niat tidak etis ini, pada saat BNBR mau akusisi UNSP…..duwit dari mana ??? Duwitnya dari dana internal….sekarang dia deficiency cash…terus minta ama publik……… Padar modal memang penuh Loop Holes, banyak emiten yang menggunakannya…..kita wajib mengetahuinya dan harus bijaksana dalam berinvestasi dalam memilih emiten….dalam situasi seperti ini, investor dalam keadaan kepalang basah………decision is on your hands !!!!….no regret please !!!!!…..mistakes make you a wise investor in future.
Multi Quote Quote
Wah BUMI mau beli Freeport isunya , jangan2 model ginian lagi smile smile
Multi Quote Quote
Udah…. maen di Wall St aja…., Beli BDG. Perusahaan ini bergerak dalam bidang vulkanisir ban bekas. Ban pesawat, truk2 besar untuk pertambangan…., dengan harga minyak yang mahal, harga ban juga mahal. Maka ban vulkanisir atau kerennya re-thread, jadi alternatif. Harga sekarang $ 45, target $ 60-65 dalam 12 bulan.
Multi Quote Quote
BDG itu direkomend oleh PL disalah satu bukunya. Tapi maen di Wall St , jauh amir . smile
Multi Quote Quote
Bung Imam salam kenal, nama anda saya ingat betul dulu jaman masih Mainsaham.Com. Wah kelamaan bung 15-20 $ dalam 12 bulan cuman dapat +/- 33-40%, rugi itungan saya kalau maen di saham musti nunggu setahun baru dapat segitu smile
Multi Quote Quote
wah gawat nih?? jual aja yah??
Multi Quote Quote
Temen2 jangan pesinis dulu sama bnbr. Saham ini sesudah rev dan Ss akan terangkat naik lho. Ada salahsatubdygguekenalakanmengankatsahamini.percaya.pasticuan
Multi Quote Quote
Rev & SS?? SS itu apaan?? Stock Split?? Salah alamat bung, ceritanya RIGHT ISSUE, kalau benar akan dinaikin juga itu pasti setelah reverse dan right issue, topik ini dibuat sekedar untuk informasi bagi pemegang saham BNBR yang masih keep. Ngomong2 soal bandar, saya pernah maen saham ini pas mau naik dari harga Rp 20 ke Rp 90, nah waktu itu sih masih gampang, kalau sekarang bandar aja angkat tangan, katanya “Gimana caranya ngangkat, orang ini saham sejuta umat yang punya” smile
Multi Quote Quote
Mungkin udah diberitahu beberapa kali ya sama saya dan temen2 yg lain (liat di thread2 BNBR yg lama), pegang saham ini hanya untuk uang yg bener2 nganggur aja dan lebih baik lagi siap tebus RI, kalo nggak ya avoid dulu deh… Goodluck ya
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...