Ketika Badai Telah Berlalu di BBNI

Multi Quote Quote
ikutan-ikutan quote kosong.
Multi Quote Quote
Sudah 1720 lho…. apa sebentar lagi BBNI > BMRI? :evil
Multi Quote Quote
Sudah 1720 lho…. apa sebentar lagi BBNI > BMRI? :evil Dalam bulan Februari ini, prediksi saya BBNI akan menembus : RP. 1.900, Slow but Sure ….. setelahnya akan terjadi pertarungan sengit antara BBNI dan BMRI ….. :dancing: :dancing:
Multi Quote Quote
BNI sudah jelas lebih bagus dari BMRI, tapi pertanyaanya , Kapan kita dapat dibawah 1500? Kapan diguyur lagi….. asyiiikkk
Multi Quote Quote
S&P Perbaiki Prospek BNI Selasa, 10 Mei 2005 Jakarta (Indofinanz) - Standard & Poor''s (S&P) memperbaiki prospek (outlook) Bank Negara Indonesia (BNI) dari stable menjadi positive. Pada saat yang bersamaan, lembaga pemeringkat internasional itu menetapkan rating jangka panjang pada level ‘'B+’' dan jangka pendek pada posisi ‘'B’'. Untuk obligasi senilai US$145 juta ditetapkan rating B- yang mencerminkan revisi atas ekspektasi atas aktivitas fundamental kredit, termasuk kualitas pinjaman dan profitabilitas jangka pendek. Menurut S&P, net interest income (NII) BNI tidak seperti yang diperkirakan yang meningkat secara substansial menjadi 5,14% dari 3,89% pada tahun 2003.
Multi Quote Quote
BNI usulkan dividen 30% JAKARTA (Bisnis): Manajemen Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk akan mengusulkan pembagian dividen sebesar 30% dari laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp3,14 triliun. "Dari sisi prosentase, kami akan mengajukan dividen yang akan dibagikan lebih kecil dari tahun lalu, yaitu sekitar 30%. Sisa dari dana itu akan digunakan untuk memperkuat struktur modal BNI,“ kata Dirut BNI Sigit Pramono. Dia berbicara seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelatihan layanan dan jasa keuangan antara BNI dan Garuda Indonesia di Jakarta, kemarin. Menurut dia, meningkatkan laba ditahan merupakan salah satu strategi dari manajemen bank itu untuk mendorong pertumbuhan BNI, selain melalui peningkatan secara non-organik yang akan dilakukan melalui merger dengan bank lainnya. Sejauh ini BNI baru melontarkan ide untuk merger dengan BTN. Walaupun ada beberapa bank lain yang menjadi target BNI, tapi Sigit belum bersedia menyebutkannya. Berkaitan dengan rencana bisnis BNI ke depan, Sigit mengatakan bahwa BNI tetap akan melayani pembiayaan ke segmen korporat, komersil, dan konsumer. Ia memandang bahwa prospek pembiayaan ke sektor konsumer masih cukup besar. ”Kesempatan di bidang pembiayaan konsumer masih cukup besar. Dengan banyaknya jumlah nasabah maka kami bisa melakukan model cross selling,“ katanya. Sebelumnya, BNI mencatatkan laba sebelum pajak pada triwulan I/2005 sebesar Rp911 miliar, naik 19,28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba Sekretaris Korporasi BNI Maruli Pohan dalam pernyataan tertulis beberapa waktu lalu menyebutkan meningkatnya laba tersebut didorong oleh turunnya beban PPAP sebesar 49,98% dan juga ditunjang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih. ”Pendapatan bunga bersih naik tipis 3,58% dibandingkan pencapaian triwulan I/2004 sehingga menjadi Rp1,72 triliun. Kenaikan ini disebabkan peningkatan pendapatan bunga 6,19%, lebih rendah dibandingkan kenaikan beban bunga yang sebesar 9,19%,“ ujarnya. Dia menuturkan peningkatan suku bunga di pasar tidak diikuti oleh BNI dengan menaikkan suku bunga kredit. Namun, lanjut dia, BNI tetap mempertahankan net interest margin pada tingkat 5,45% yang berarti sama dengan tahun sebelumnya. ”Hasil ini karena strategi struktur pendanaan yang berhasil menjaga keseimbangan dana mahal dan murah sehingga total beban bunga relatif rendah,“ katanya. Dia memaparkan dana pihak ketiga pada akhir triwulan I/2005 naik 4,89% menjadi Rp102,01 triliun dari Rp97,25 triliun pada tahun sebelumnya. ”Upaya penghimpunan dana terus dilakukan secara aktif melalui kegiatan promosi BNITaplus. Selain itu, pengembalian instrumen reksa dana secara tidak langsung menyebabkan mengalirnya dana masyarakat ke perbankan." Dia mengatakan BNI juga telah mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari obligasi pemerintah. Selama periode 31 Maret 2005 sampai 31 Maret 2005, kata dia, BNI telah melepas obligasi pemerintah Rp6,48 triliun. Dia menjelaskan berjalannya proses restrukturisasi sesuai dengan arah peta navigasi semakin memantapkan kinerja BNI. (msw)
Multi Quote Quote
BNI bakal merger dengan btn…………. agar lapornya makin mengkilap saat dijual sehingga bisa dijual dengan harga tinggi………….. Saat ini, kasus kredit macet juga lagi dalam pembersihan untuk menjadikan bank ini semakin sehat Tapi anehnya, harga sahamnya ga naik-naik. Ada anggota ksc yang ngumpul terlalu banyak ya? smile smile
Multi Quote Quote
labanya bukannya turun 40% .. dan kredit macetnya melambung juga :-$
Multi Quote Quote
PBI No 7 dari BI mengakibatkan laba kebanyakan bank akan terkoreksi dibanding periode sebelumnya.. terutama bagi bank yang core kreditnya ke corporate.. NPL secara signifikan juga akan membumbung dalam short - mid term ini…. Blom kasus2 pembobolan bank, banyak yg masih gelap tindak lanjutnya berita bagusnya sih (dr sisi dagangan …smile Kepemilikan Asing Di Bank Tidak Dibatasi Kamis, 28 Juli 2005 Jakarta (Indofinanz) - Bank Indonesia (BI) tidak mempersoalkan kepemilikan investor asing di perbankan Indonesia meskipun saat ini hampir 40% pangsa pasar perbankan domestik telah dikuasai asing. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Ch Fadjrijah di Jakarta, Rabu (27/0smile, mengatakan, “Kepemilikan mayoritas bank oleh asing tidak akan mempengaruhi kebijakan moneter yang dilakukan BI.” Fadjrijah menegaskan bank sentral tidak akan membuat kebijakan untuk membatasi kepemilikan asing di perbankan, karena sejauh ini pembatasan kepemilikan asing di bank lokal mencapai 99%. dan untuk perbankan nasional merupakan makanan empuk bagi pihak asing khususnya bagi negara2 jiran kita… karena di bank terdapat database nasabah2 potensial bagi kepentingan mereka…(untuk segala hal.. terutama weaknesses yg ada) Bgmn ??? :anggar: :anggar: :anggar:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...