Dialog dengan Peter Lynch

DIALOG FORBES DENGAN PETER LYNCH Dialog ini terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu Akan tetapi masih menarik untuk diikuti dan dibaca. Dialog tentang perjalanan seorang yang menjadi caddie ? Dialog tentang kencan pertama kalinya ? Dialog perjalanan dalam mengelola perusahaan yang semula dananya sebesar US$26 juta di tahun 1977 menjadi US$14 milyar di tahun 1990
Multi Quote Quote
Biografi singkat Peter Lynch 1944 Lahir di Boston, Massachusetts, anak seorang guru sekolah, Ayahnya meninggal pada waktu Lynch berusia 10 tahun. 1955 Mulai bekerja sebagai caddy di lapangan golf Braeburn Country Club dan melayani orang-orang yang bekerja di Fidelity Management & Research. Di waktu senggang Lynch mendengar dari orang-orang yang dilayaninya tentang perusahaan dan perkembangan bursa saham. 1962 Menerima gelar BA dari Boston College. Dari berinvestasi di saham Flying Tiger (yang naik dari US$8 menjadi US$80) Lynch memperoleh uang yang kemudian dipakai untuk melanjutkan kuliah Wharton School of Finance di Universitas Pennsylvania. 1965 Melamar kerja di Fidelity. Peter merasa beruntung bisa menyisihkan 75 pelamar dan salah satu modalnya adalah menjadi caddy selama 9 tahun bagi Presiden Fidelity yang bermain golf di Braeburn Country Club. 1966 Peter Lynch menerima gelar MBA dari Wharton School. 1967 Bergabung dengan Militer Amerika selama 2 tahun dengan pangkat letnan. 1969 Kembali ke Fidelity dan bekerja sebagai analis yang menangani masalah tekstil, logam, kimia dan industri mobil. 1974 Menjadi Direktur Riset di Fidelity International Fund 1976 Fidelity bergabung dengan ke Magellan Fund 1977 Peter Lynch menjadi Manajer Magelland Fund 1987 Dana Magelland menjadi US$ 10 milyar 1990 Dana Magellan menjadi US$16 milyar, Peter Lynch pensiun 1992 Lynch kembali ke Fidelity dan menjadi mentor bagi manajer-manajer muda.
Multi Quote Quote
Forbes : Peter Lynch, anda adalah salah satu stock pickers terbaik dan terkenal di dunia. Anda mengelola Magellan Fund milik Fidelity selama 13 tahun. Selama waktu itu, anda mengalahkan pasar bursa rata-rata sekitar 5 kali. Lalu secara mengejutkan anda putuskan untuk pensiun di puncak kesuksesan anda di tahun 1990. Apa yang anda lakukan setelah itu ? Bagaimana anda menempatkan energi anda untuk bekerja dengan cara-cara lain ? Lynch : Saya melanjutkan kerja selama separuh waktu di Fidelity dengan menjadi Vice Chairman. Saya bekerja dua hari dalam seminggu dan menjadi mentor bagi manajer-manajer muda tetapi saya menghindari aspek-aspek manajemen perusahaan. Saya juga duduk di Board of Trustees (Dewan Komisaris). Namun sebagian besar waktu saya habiskan dengan sekelompok usaha nirlaba yang membantu sekolah-sekolah di dalam kota, mencoba membantu United Way. Pada dasarnya kerja layanan sosial, kerja melayani masyarakat, beberapa diantaranya organisasi-organisasi besar, sebagian lain organisasi kecil. Jadi saya memberi sumbangan selama tujuh tahun terakhir ini daripada berinvestasi. Ketika saya pensiun dari Magellan, anak perempuan bungsu kami masih berusia 6 tahun sehingga saya berlibur ke Australia dan lain-lain. Forbes : Anda juga telah dapat mempengaruhi diri anda sendiri dengan menulis buku-buku, tiga buku sejauh ini. Salah satu pesan dalam buku anda adalah bahwa investor individual mempunyai kemampuan sebaik investor professional dalam memilih saham. Dapatkah anda jelaskan konsep ini ? Lynch : Ini agak sedikit rumit. Yang sedang saya katakan beberapa kasus spesifik individual mungkin punya batasan. Di sana lebih dari 10 ribu perusahaan publik, dan orang-orang tidak dapat memiliki semuanya. Tapi ingat, segala yang anda inginkan adalah memiliki sejumlah saham-saham bagus sepanjang hidup anda. Jadi saya katakan rata-rata orang sebaiknya dapat memilih lima atau enam perusahaan yang mereka kenali dengan baik. Saya tidak mengatakan bahwa orang terbangun di pagi hari dan mengatakan sekarang adalah waktunya membeli IBM, sekarang waktunya membeli Eastment Kodak atau beberapa perusahaan bioteknologi. Namun pada beberapa kasus orang-orang memiliki informasi yang jelas dan di sanalah semestinya mereka menanam investasi. Forbes : Saat anda katakan seseorang dapat memilih lima atau enam perusahaan, bagaimana cara mereka melakukannya ? Langkah-langkah apakah yang dapat mereka ambil ? Lynch : Well, setiap individu mempunyai keunggulan alami. Contohnya, jika mereka bekerja pada industri yang spesifik, katakanlah industri mobil, lalu mereka mempunyai pengetahuan yang luas tentang bagaimana industri tersebut bekerja dan bagaimana perusahaan-perusahaan di dalam industri itu berjalan. Contohnya jika anda menjadi seorang dealer mobil pada saat Chrysler mulai berbalik, sewaktu minivan diperkenalkan, anda akan memperkirakan saham Chrysler naik dalam jumlah besar. Saya pikir itu meningkat 10 atau 12 kali lipat hanya untuk minivan saja. Dan, Ford naik secara dramastis saat Taurus diperkenalkan. Anda bisa menjadi dealer Buick, bisa jadi dealer Honda. Dan anda telah melihat orang-orang berbaris membeli Taurus. Jadi ketika industri anda akan berangkat dari sangat buruk menuju sedang lalu menjadi baik, anda mungkin melihat informasi tersebut tiga atau enam bulan kedepan, dalam hal ini anda bisa disebut analis profesional. Dan ketika waktu berjalan, anda dapat menang dengan mudah. Jika anda berada pada industri retail, anda akan melihat Toys “R” Us, melihat Home Depot, serta Wal Mart, melihat semua prospek ke depannya. Maksud saya, terdapat perusahaan yang berhasil dengan baik dan anda akan melihatnya. Dan anda juga akan melihat perusahaan-perusahaan yang masuk dan gulung tikar, serta kehilangan kekuatan. Anda akan melihat gap berbalik dua arah. Pier One Import telah berpaling. Jika anda berada dalam industri itu maka anda akan memperoleh informasi dan menentukan langkah-langkah awal di banding orang-orang lain. Dan itulah keuntungan yang anda peroleh. Forbes : Jadi, mengenali kecenderungan-kecenderungan dalam industri anda sendiri, itu menjadi langkah pertama anda. Kemudian akankah anda pergi meneliti berbagai perusahaan ? Lynch : Benar, kebanyakan orang membeli saham tanpa mengerti perusahaan apakah itu. Bergerak dalam bidang apakah perusahaan yang anda pilih ? Ini kesalahan klasik. Anda semestinya dapat menjelaskan kepada anak berumur 10 tahun dalam waktu 3 menit atau kurang, mengapa anda memiliki sesuatu. Harga saham suatu perusahaan sedang sedang naik, bukanlah alasan yang baik. Maksud saya, itulah alasan yang banyak digunakan orang. Tapi tidak berhasil. Saya pernah mencobanya suatu kali anda haruslah mengerti perusahaannya. Sebab ketika saham bergerak turun, dan anda tidak paham perusahaan apakah itu, anda tidak akan tahu jika anda menambah jumlah saham anda. Anda harus mempunyai sejumlah alasan untuk membeli, terus mencari informasi sebanyak mungkin. Memahami apa bisnisnya, bagaimana cara kerjanya dan siapa para kompetitornya. Lalu kemudian anda harus melihat posisi keuangannya. Beberapa perusahaan mungkin kehilangan uang, tapi bila mereka mempunyai US$ 300 juta tunai tanpa utang, mereka akan bertahan sementara waktu. Jadi anda mungkin melihat 10 perusahaan yang sedang bermasalah, namun perusahaan dengan kondisi keuangan yang baik, dapat anda temukan dengan mudah. Anda melihat sisi asset pada neraca keuangan, menunjukkan banyak hal mengenai uang tunai, menunjukkan banyak hal mengenai nilai tunai, sisi passiva menunjukkan tidak ada utang. Anda mungkin kehilangan uang, tetapi akan sulit menjadi bangkrut jika anda tidak mempunyai hutang. Jadi anda putuskan perusahaan ini akan baik-baik saja untuk jangka 2 atau 3 tahun ke depan. Kemudian beberapa perusahaan mempunyai muatan utang tidak ada tunai, mereka sedang menutup kran perusahaan itu, semuanya berakhir. Maksud saya, mengapa anda harus ingin investasi untuk perusahaan tersebut ? Jadi sedikit pengecekan keuangan adalah penting. Forbes : Dan anda dapat menemukan informasi ini dalam laporan tahunan ? Lynch : Pada laporan tahunan atau triwulanan. Laporan Triwulanan bahkan lebih lengkap. Anda dapat memperolehnya secara cepat dari perusahaan. Forbes : Dan sekali anda temukan bahwa perusahaan sedang baik secara finansial, berada dalam tahap yang solid, apa selanjutnya. Lynch : Well, anda masih harus berkata, bagaimana saya membeli saham ini ? apa cerita saya ? apa alasannya ? di sana mungkin ada dua atau tiga alasan. Mungkin industri tersebut masih depresi, 3 atau 4 kompetitornya sedang meninggalkan bisnis, atau industri tersebut sedang berkonsolidasi. Apapun ceritanya, biasanya unik dan berbeda pada tiap-tiap kasus. Misalnya, Perusahaan Ritel berbeda bila dibanding perusahaan yang membuat semen atau perusahaan yang menjual asuransi. Tapi anda harus memiliki beberapa alasan, bukan hanya karena saham itu murah atau sedang bergerak naik. Haruslah ada sesuatu yang mendorong. Elemen kuncinya di sini, bahwa anda memiliki saham, anda memiliki sepotong bagian perusahaan. Perusahaan berjalan dengan baik. Harga sahamnya naik. Ambil Mc.Donald sebagai contoh. Pendapatannya naik 50 kali lipat dalam 30 tahun terakhir. Harga sahamnya telah naik lebih dari 50 kali. Pendapatan Coca Cola telah naik lebih dari 25 kali lipat. Coba terka ? Saham Saham Coca Cola telah naik lebih dari 25 kali lipat. Bethlehem Steel sekarang berpendapatan kurang dibanding perolehan 30 tahun lalu. Harga sahamnya bagai disihir menjadi lebih rendah dibanding 30 tahun yang lalu. Seperti itulah kejadiannya. Itulah yang sedang akan terjadi pada suatu perusahaan. Jika perusahaan kurang baik, harga sahamnya kurangnya baik, Hanya sesederhana itu.
Multi Quote Quote
Forbes : Anda menyebut bahwa anda hanya memilih sedikit perusahaan untuk bekerja dengan optimal di pasar bursa saham. Kapan anda katakan itu ? Apa maksud anda atau apresiasi semacam apa yang anda cari ? Lynch : Well, hal baik tentang saham-saham adalah jika anda berinvestasi US$1000 dan anda dapat membuatnya menjadi lebih dari US$ 1000. Tapi bisa juga tiba-tiba kehilangan menjadi US$800 atau US$900. Saya telah mengalaminya beberapa kali. Tapi jika anda berhasil sebanyak enam kali dari sepuluh atau bahkan lima kali dari sepuluh anda dapat melakukannya dengan baik sekali. Bila anda mempunyai 6 atau 7 perusahaan yang anda pilih dan tiba-tiba anda melihat salah satunya berhasil sangat bagus, semuanya akan membaik, membaik dan membaik. Jadi anda menjaga penambahan yang satu itu dan itulah hasilnya. Terkadang anda dapat memiliki saham yang naik 5 kali lipat, 10 kali lipat, 20 kali lipat. Saya mempunyai keberuntungan besar dengan saham-saham seperti perusahaan toko grosir Stop ‘n’ Shop sebab saya bisa memahami bisnis mereka. Saya mempunyai keberuntungan banyak dengan Dunkin Donuts. Mereka adalah jenis perusahaan yang saya beli dan lima, enam, tujuh, delapan tahun kemudian saya berkata, wow, tengoklah seberapa banyak saham-saham yang beli naik. Saham-saham yang saya beli bukanlah saham-saham yang naik secara tiba-tiba. Saham-saham jagoan saya tetap bertahan pada saat tahun ketiga, keempat, kelima. Bukan pada waktu hari ketiga, hari keempat bahkan bulan ketiga, bulan keempat. Normalnya saham-saham unggulan saya sukses di tahun kedua, ketiga dan keempat. Forbes : Dan anda harus menambah lagi saat harga saham-saham itu naik ? Lynch : Well, setidaknya saya tetap menahannya. Anda tidak bisa berkata, Gee, sahamku naik, mari kita keluar, saya akan membeli yang lainnya. Orang-orang juga berpikir mereka harus membeli saat perusahaan go publik pertama kalinya. Itu tidak benar. Anda semestinya membeli saham Toy “R” Us, tiga tahun setelah go publik dan anda mestinya mencetak uang anda sebanyak 15 kali. Anda dapat membeli Wal Mart 10 tahun setelah Go Publik dan mencetak uang anda 30 kali lipat. Anda barangkali berkata, Gee, saya sangat berhati-hati, saya akan mengamati dulu perusahaan ini, saya ingin merasa yakin, mereka akan menuju pasar-pasar bursa lain, sukses di pasar bursa lainnya. Jadi anda menunggu 10 tahun setelah go publik sebelum membelinya. Anda akan dapat mencetak 30 kali uang anda, Sepuluh tahun setelah mereka go publik, mereka hanya berada pada 15% dari keseluruhan di Amerika Serikat, hanya berada di kota-kota kecil. Jadi anda berkata pelajari dulu, tunggu sebentar, mengapa mereka menuju 17%, mengapa tidak menuju 21% pasar dalam negeri ? Coba terka ? Mungkin mereka bisa menuju ke 27%. Itulah keseluruhan yang telah mereka lakukan untuk 30 tahun kemudian. Kemudian mereka menjangkau seluruh pasar dalam negeri dan itulah keseluruhan kisah lainnya. Sekali Wal Mart ada di mana-mana mereka harus kehabisan tempat-tempat untuk dituju. Dan itulah beda jenis analisis. Forbes : Berbicara tentang anda sebagai salah satu stock pickers, apa kemenangan terbesar anda ? Dan bagaimana anda memperolehnya ? Lynch : Well, saya pernah memiliki beberapa saham unggulan dalam hidup saya. Saya tentu saja dapat mengingat Chrysler. Chrysler adalah salah satu portofolio terbesar di Magellan Fund, di mana saya membelinya di tahun 1982, setelah mereka mendapatkan jaminan pinjaman-pinjaman dari pemerintah. Mereka sudah memiliki miliaran dollar dalam bentuk tunai. Mereka mencapai masa kembali modal pada latar belakang terburuk sejak Perang Dunia Kedua. Mereka punya berbagai mobil baru yang muncul bersamaan. Dan mobil-mobil yang biasa digunakan saat itu mulai menjadi sangat kuno. Anda dapat memperkirakan hal-hal seperti itu. Rata-rata mobil di jalan raya adalah yang tertua selama 15 tahun, sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada 49 dari 50 negara. Jadi anda harus mengganti barang kuno itu. Jadi anda telah mengetahui informasi-informasi penting, hal itu sungguh menguntungkan. Ketika keadaan menjadi semakin membaik saya sungguh-sungguh terkejut. Yang mengejutkan saya adalah Minivan. Itu adalah sukses besar-besaran yang muncul tidak dimanapun juga. Mereka telah menjual lebih dari 500 ribu minivan tahun itu dengan US$6 ribu keuntungan per van. Maksud saya US$3 milyar atas satu produk. Kemudian mereka menggabungkannya saat membeli American Motors dan mendapat jeep dengan keuntungan masing-masing US$500 ribu, itu berarti profit milyaran dollar. Dan itu mengejutkan. Harga saham Chrysler naik berlipat-lipat. Itulah bagian dari cerita yang membuat anda selalu berkata wow, hal-hal baru sedang terjadi sendiri.dan itu membutuhkan proses waktu. Saham unggulan lainnya adalah Hanes. Sungguh kisah yang luar biasa. Istri saya pulang dengan membawa salah satunya. Mereka melakukan test pasar pakaian dalam wanita L’Eggs di Columbus, Ohio dan Boston, serta beberapa pasar lainnya. Saya pikir, saya melakukan sedikit riset, tidak banyak. Saya temukan rata-rata wanita pergi ke pasar swalayan atau toko sekali atau dua kali seminggu. Mereka pergi ke Department Store sekali dalam sebulan. Dan semua kaos kaki yang terjual di pasar-pasar swalayan adalah sampah, tidak bagus. Kemudian muncul produk bernama L’Eggs, mereka menjualnya di toko-toko obat. Mereka memasangnya di rak dan memasoknya setiap hari, agar yakin seluruh warna tersedia di sana. Dan ternyata sukses besar. Ini adalah kisah perusahaan kecil Hanes. Sahamnya sangat bagus dan sukses besar bagi Magellan. Harga sahamnya naik 10 kali lipat. Dan kemudian, sahamnya dibeli oleh perusahaan bernama Sara Lee. Jika mereka tidak diborong, barangkali bisa naik 200 kali lipat. Saya berharap saham mereka tidak pernah diborong, tapi begitulah takdirnya. Pernah saya memikirkan seseorang mungkin dapat meniru apa yang telah dilakukan Hanes. Jika ada yang melakukannya dengan sangat sukses, yang lain akan tertarik untuk meniru. Kurang dari setahun setelah L’Eggs berada di pasar, perusahaan kaos kaki Kaiser Roth muncul dengan produk bernama No Nonsense dan menempatkannya tepat di sebelah rak L’Eggs. Saya pergi ke pasar swalayan dan membeli 50 pasang yang berbeda, beda ukuran dan beda warna. Saat membeli. Penjual di toko pasti bertanya-tanya, keluarga macam apa yang dipunyai orang ini di rumah. Isteri saya memberikan kepada teman-teman dan saya memberikan kepada setiap orang di kantor. Sebagian besar yang menerima kaos kaki itu berkata, “Ini produk kurang begitu bagus”. Inilah riset dan ternyata memang saham Hanes yang menjadi besar sedangkan Kaiser Roth tidak. Dengan cerita-cerita saya di atas, amatilah perusahaan yang membuat produk lebih bagus. Forbes : Salah satu hal yang anda katakan adalah jangan berinvestasi pada saham Bioteknologi, apa karena biotek begitu sulit untuk dimengerti ? Lynch : Itu tergantung. Terdapat beberapa perusahaan bioteknologi yang sebenarnya menjadi perusahaan produksi obat-obatan yang dijual di pasaran. Mereka sedang merubah pola hidup masyarakat. Namun pada awalnya semua yang mereka punyai antara lain US$50 juta tunai, 50 orang Phd, 851 mikroskop, tak ada lainnya. Semuanya sesuatu yang mendidih tanpa steak. Jadi segalanya seperti mungkin dan kita akan kerjakan ini, kami sedang bekerja di area ini. Tapi dalam 5 atau 6 tahun terakhir, berbagai perusahaan tersebut telah bergerak mempunyai pendapatan, seperti Amgem. Mereka kini perusahaan-perusahaan yang eksis, dapat dianalisa. Saya biasanya menghindari perusahaan yang tidak mempunyai sales, tidak mempunyai pendapatan. Itu bukan ladang saya.
Multi Quote Quote
Forbes : Salah satu bagian tersulit untuk berinvestasi bagi orang kebanyakan adalah saat melihat moment, pada waktu anda membeli saham-saham, Chrysler di tahun 1982 yang nyata-nyata ketika itu segalanya sangat terlihat suram dan gelap. Bagaimana bisa anda melawan pasar di mana orang-orang lain tak mau mendekati saham-saham itu ? Lynch : Itu tidak mudah. Dalam bisnis ini, setiap orang harus mempunyai kecerdasan dalam berpikir. Apakah anda siap menghadapi kemunduran atau kemerosotan ? Ketika pasar bursa merosot biasanya muncul suara-suara yang negatif. Orang-orang akan dipecat atau rumor akan ada PHK. Maksud saya di tahun 1990, sangat menakutkan. Amerika mengalami masa resesi. Ada 500 ribu tentara Amerika yang berada di Saudi Arabia untuk melawan Irak. Menghadapi Irak yang memiliki kekuatan militer terbesar ketiga di dunia. Ini menakutkan orang-orang. Anda juga percaya pada sistem. Anda berkata “Amerika Serikat akan baik-baik saja dalam sepuluh, dua puluh atau tiga puluh dari sekarang”. Jika anda percaya pada sistem maka anda akan yakin dengan saham-saham anda. Jika anda tidak percaya pada sistem maka tidak semestinya anda mempunyai saham-saham, tidak semestinya anda mempunyai dana-dana. Forbes : Jadi, adakah point khusus, di mana anda berkata sesuatu yang sedang ter lihat sangat cerah dan inilah saat yang tepat untuk membeli ? Lynch : Well, itu bukanlah alasan untuk membeli, itu semacam alasan untuk mengatakan ada yang potensial di sini. Dapatkah berjalan dengan baik ? Anda tahu, kita telah mengalami sembilan kali resesi semenjak Perang Dunia II, tak satupun resesi itu berbalik menjadi Depresi. Selalu ada orang yang berkata “Kita akan mengalami suatu Depresi”. Kita telah mengalami berbagai Depresi sebelum Depresi Berat (Great Depression). Kita telah mengalami enam atau tujuh kali. Ini bukanlah satu-satunya,. Mengapa tidak, kita mengalami depresi lain setelahnya ? Hal-hal seperti Social Security cukup membantu, tunjangan bagi pengangguran cukup membantu. Kita punya asuransi, deposito bank, kita punya Federal Reserve. Saat ini hanya sekitar 18 juta orang bergerak di sektor manufaktur. Saat ekonomi terluka, tidaklah seperti kejatuhannya, rata-rata resesi memberikan dampak 2% penurunan angkatran kerja. Resesi terburuk yang Amerika Serikat miliki adalah 3% penurunan di tahun 1981-1982. Ini bukan skala yang biasa kita punyai, karena waktu itu memang benar-benar krisis. Hal tersebut kemungkinan akan terjadi di masa datang. Tak ada alasan untuk mengharapkan hal-hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Tetapi ketika itu mulai terjadi, orang-orang berpikir ini menjadi depresi. Mereka akan mengatakan pada ibu, bibi, atau pamannya. Anda tahu pada waktu depresi paman Joe harus menjual apel, atau kak Susi sedang menjual pensil. Itu seharusnya dekade besar untuk membeli apel atau pensil karena anda selalu mendengar cerita-cerita tentang depresi. Dan itu berada di balik pikiran otak anda. Anda menertawakannya ketika pasar saham sedang menaik kembali. Forbes : Tahun 1990 merupakan anda memisahkan diri dengan Magellan. Apakah ini karena pasar yang sedang lesu ? Lynch : Tidak sama sekali. Pasar bursa saham meraup keuntungan lebih dari dua kali. Saya hanya berpikir, anda tahu, saya berangkat ke kantor pukul 6 pagi, lima hari dalam seminggu, dan saya melakukan perjalanan selama 12 atau 13 hari sebulan. Saya jarang bertemu isteri serta ketiga anak-anak saya selama delapan atau sembilan tahun. Sementara saya juga ingin melakukan hal-hal lainnya juga. Ingin terlibat di berbagai badan amal. Jadi saya harus memotong pekerjaan. Saya suka pekerjaan ini, sungguh perusahaan yang bagus, pekerjaan yang bagus, saya memiliki anggota dari tiap 100 orang Amerika dari lembaga saya. Mereka adalah orang-orang yang pernah saya jumpai di bandara-bandara, mereka berhasil memperoleh total US$7000 dan mereka sangat gembira karenanya, itu membuat hidup mereka berbeda. Rasanya sangat senang menjumpai orang-orang ini. Itulah sebabnya saya bekerja begitu giat. Forbes : Apakah anda ingat cerita apa saja yang khusus diceritakan orang kepada anda ? Lynch : Saya bertemu orang di mana-mana. Saya bertemu orang-orang di Grande Ole Opry. Saya bertemu mereka di tempat-tempat parkir, gedung bioskop, serta di gereja-gereja. Mereka muncul dan berkata, Terima kasih banyak. Kami telah melunasi Hipotek, atau Kami telah mengirimkan seseorang ke Universitas. Saya mendapatkan ribuan surat. Forbes : Sungguh balasan yang luar biasa Lynch : Luar biasa, Terima kasih Tuhan, Pasar bursa saham meningkat pesat, ini luar biasa. Jika tidak saya akan mencelupkan rambut saya dan pergi ke Fiji. Forbes : Mari kita bicarakan tentang Magellan. Dulu dan sekarang merupakan mutual fund yang terbesar di dunia dan sangat terlihat nyata ketika anda yang menjalankannya, sebagian disebabkan karena kelihaian anda dalam memilih saham. Bagaimana perubahannya dari kacamata anda, mulai dari lembaga yang relatif kecil atau medium menjadi raksasa seperti saat ini ? Bagaimana perasaan anda ketika mengelolanya ? Lynch : Well, sebenarnya tidak telalu banyak berubah. Anda harus melihat Bursa Efek New York bernilai lebih dari US$ 5 trilyun. Jika anda melihat Nasdaq maka anda akan melihat trilyunan yang lain. Atau jika anda mengamati bursa-bursa saham besar dunia lainnya yang bernilai US$ 3 trilyun atau lebih. Itu angka-angka yang besar. Jadi mengelola US$15 milyar atau US$30 milyar bukanlah hal yang besar dari industri yang bernilai lebih dari US$10 trilyun. Forbes : Bukanlah lebih sulit untuk bergerak di sekitarnya ? Lynch : Oh, itu lebih sulit. Yang anda lakukan haruslah benar. Maksud saya lebih sulit menempatkan uang, jika anda membeli tiga juta saham dari pada tiga ribu saham. Dan itulah salah satu alasan mengapa publik bisa berinvestasi. Jika mereka ingin membeli maka mereka hanyalah membeli 300 jenis saham-saham di seluruh dunia. Mereka tidak harus membeli 3, 4 atau juta jenis saham yang ada di dunia ini. Forbes : Terdengar anda sepertinya merekomendasikan masyarakat membeli saham-saham individual mereka sendiri dari pada lewat mutual funds. Lynch : Well, saya pikir mereka dapat melakukan keduanya. Tetapi berapa orang yang mempunyai ketahanan dan kemampuan dalam memilih saham secara individual ? Ini bukan merupakan permainan karena mereka-mereka juga mempunyai pekerjaan lain. Akan tetapi jika mereka dapat tahan berdiri dari goncangan pasar bursa saham, mereka itulah yang akan sukses. Forbes : Apakah pasar bursa Amerika merupakan tempat terbaik bagi dunia investasi ? Lynch : Di dunia sudah ada sejumlah pasar bursa yang lebih baik. Saya memikirkan 15 pasar bursa di dunia. Amerika Serikat mungkin berada di urutan kelima atau keenam. Amerika bukan nomor satu. Banyak pasar-pasar bursa kecil-kecil yang berjalan dengan baik. Pasar Bursa Jepang jauh lebih baik. Ada satu contoh pasar bursa yang naik cukup banyak dan kemudian menuju ke dunia La-la. Forbes : Dalam suatu wawancara, anda mengatakan bahwa kencan pertama dengan isteri anda, dihabiskan untuk membicarakan pasar bursa saham. Apakah anda terobsesi dengan pasar bursa saham atau hanya karena gugup ? Lynch : Well, mungkin saya tidak mempunyai topik lain untuk dibicarakan saat itu. Kenyataannya, saya memang gugup. Yeah. Saya membicarakan tentang perusahaan yang telah saya amati. Saya bekerja pada musim panas tahun 1966 di Fidelity dan saya pikir itu luar biasa. Saat itu, perusahaan-perusahaan seperti Kentucky Fried Chicken baru bermain, mereka perusahaan-perusahaan yang mengasyikkan. Pada tahun itu ada serangan udara. Saya harus mengunjungi perusahaan dengan naik bus. Saya harus melakukan perjalanan menuju Ohio dan Pensylvania naik bus dan kembali ke Boston. Mengamati serta menganalisa perusahaan-perusahaan mengasyikkan bagi saya. Saya pikir itulah yang saya bicarakan. Bukan tentang pasar bursa saham secara umum, tetapi hanya tentang betapa mengasyikkannya perusahaan-perusahaan tersebut. Ada banyak hal yang menyenangkan di situ. Maksud saya, anda mengamati perusahaan semen selama satu minggu, anda mengamati perusahaan alumunium pada minggu berikutnya. Akan selalu ada beberapa segmen pasar bursa yang semestinya membaik atau semakin bertambah baik dan ini yang menyenangkan.
Multi Quote Quote
Forbes : Anda mengatakan bahwa mulai bermain saham dari lapangan golf. Bisa anda jelaskan ? Lynch : Waktu itu saya sangat beruntung. Saya dibesarkan di daerah pinggiran. Ayah saya sakit ketika saya berusia 7 tahun kemudian meninggal ketika saya berusia 10 tahun. Saya dan Ibu saya mencari pekerjaan. Saya mulai menjadi Caddie lapangan golf di usia 11 tahun. Kemudian saat saya melamar kerja di Fidelity di tahun 1965, saya melihat ada 75 pelamar, tetapi saya telah menjadi Caddie bagi Presiden Fidelity selama sembilan tahun. Entah bagaimana saya memperoleh pekerjaan itu. Saya sungguh beruntung. Saya dibesarkan di tahun 1950-an. Pasar bursa saham berkembang luar biasa. Dan saat itulah saya beranjak dewasa. Orang-orang membicarakan saham-saham dan saya mengamatinya tiga bulan, empat bulan hingga setahun kemudian. Forbes : Apakah anda ingat salah satu saham yang pertama kali anda beli ? Lynch : Tentu saja. Saya piker, saya telah menggabungkannya bersama-sama sekitar US$800 atau US$900. Saya memiliki Beasiswa US$300 dari Boston College. Dan saya telah bekerja cukup sehingga masih mempunyai uang sisa sebesar US $900. Lalu saya membeli saham pertama saya, saham dari perusahaan Flying Tiger Airlines. Saya melakukan sedikit penelitian pada kargo darat dan kargo udara. Saya sungguh beruntung karena saham itu naik. Waktu itu perang Vietnam baru mulai, pesawat-pesawat Flying Tiger mengangkut para serdadu dan kargonya. Perang Vietnam membuat saham Flying Tiger naik dari US$ 8 menjadi US$80. Forbes : Anda mencetak 10 kali uang anda ? Lynch : Tidak, saya menjual sebagian pada harga US$20 dan beberapa lagi pada harga US$30. Tetapi pada dasarnya, saham itu dibayarkan untuk kuliah lanjutan saya. Saya pikir saya punya semacam beasiswa untuk kuliah lanjutan dari Flying Tiger. Dan ini sangat menyenangkan bagi saya. Forbes : Di mana anda memperoleh kuliah lanjutan anda ? Lynch : Saya melanjutkan ke sekolah keuangan Wharton di University of Pensylvania, Philadelphia. Di sanalah saya cukup beruntung bertemu dengan isteri saya. Ia mahasiswi S1, sangat menyenangkan, sekolahnya juga baik, saya menikmatinya. Kemudian saya masuk wajib militer dua tahun setelahnya. Pangkat saya letnan. Ditempatkan ke Texas untuk beberapa bulan dan ke Korea selama 13 bulan. Saya kembali ke Fidelity tahun 1969. Forbes : Anda menghabiskan waktu lima tahun sebagai seorang analis ? Lynch : Saya seorang analis, saya menangani industri tekstil, logam, kimia, mobil dan berbagai industri dasar. Saya terus mengikuti industri-industri tersebut sampai menjadi Direktur Riset di Fidelity tahun 1974. Sekitar lima tahun itu, kemudian ada tambahan tiga tahun saat menjadi Direktur Riset. Jadi saya menganalisa saham dari tahun 1969 sampai tahun 1977, ketika saya mengambil alih Magellan Fund. Ketika menjadi Fund Manager, pada dasarnya anda seorang analis. Karena anda masih melakukan pekerjaan yang sama, mengamati perusahaan, anda mengamatinya lebih mendalam. Selain ketajaman empat atau lima industri, anda mengamati 200 industri yang berbeda. Anda selalu mengamati perusahaan-perusahaan. Jika anda mengamati 10 perusahaan, anda mungkin menemukan satu yang menarik minat. Bila mengamati 20 perusahaan barang kali ada 2 yang menarik, jika mengamati 100 barangkali anda menemukan 10 perusahaan yang perlu investigasi lebih lanjut. Pada dasarnya seseorang yang mampu membalik batu-batu yang terberat adalah pemenang permainan. Anda harus menjadi sangat fleksibel untuk membalik beberapa batu besar. Mereka tidak akan mengamati perusahaan dengan serikat-serikat pekerjanya, tidak akan mengamati perusahaan-perusahaan yang berada pada industri mati. Mereka katakan industri ini sedang tidak mempunyai uang/bokek. Mereka hanya ingin mengamati industri dengan pertumbuhan luar biasa (hypergrowth). Saya mengamati keseluruhan industri. Saya pikir selalu ada kesempatan di mana-mana. Bagi saya, fleksibilitas sangatlah penting. Banyak orang berprasangka dan memiliki bias, mereka hanyalah menghindari begitu banyak kesempatan. Di sana ada perusahaan bagus bernama Service Corp International. Itu semacam perusahaan pemakaman. Hanya itu saja yang mereka lakukan. Tapi sahamnya fantastis. Jadi ini semacam hal yang oleh sebagian orang tidak dilirik. Mereka hanya mengatakan, ini sebuah industri yang tidak akan berjalan kemana-mana. Well, mereka punya formula yang bagus, mereka bergulat dengannya dan berhasil melakukan dengan baik.
Multi Quote Quote
Forbes : Saran apa yang akan anda berikan pada orang yang tertarik masuk bisnis anda, dunia pasar bursa saham ? Lynch : Saya pikir orang-orang muda dapat memulai dengan melakukan analisa di atas kertas, dalam hipotesis portofolio. Maksud saya, mungkin anda tidak punya uang sesenpun untuk berinvestasi. Tetapi anda bisa menuliskannya dalam tiga menit atau kurang, mengapa saya memilih saham ini, mengapa saya menyukai saham itu. Kemudian anda mengikuti perusahaan tersebut. Dan bisa jadi anda berkata, gee apa saya cukup ahli dalam memilih perusahaan-perusahaan yang menyedihkan. Apalah saya cukup ahli dalam memilih perusahaan-perusahaan kecil. Saya cukup ahli mengamati perubahan di sekeliling perputaran. Melewati beberapa tahun anda akan menemukan sesuatu tentang diri anda sendiri. Anda berkata akan menempatkan US$10000 di atas kertas. Salah satu masalah dengan beberapa permainan yang mereka peroleh di sekolah, adalah jangka waktunya yang hanya tiga atau enam bulan. Itu periode yang terlalu pendek. Jadi anda ambillah laporan tahunan, ambil laporan triwulanan, anda amati produk-produknya. Perusahaan seperti Nike, di tahun 1987, anda punya kesempatan luar biasa untuk membeli sahamnya. Ini adalah perusahaan yang tidak berjalan begitu baik di tahun 1985-1986. Mereka mulai berbalik arah di tahun 1987. Dalam laporan triwulanan 1987, dinyatakan pesanan-pesanan naik secara dramatis. Penjualan menjadi lebih baik, pendapatan naik. Lalu laporan triwulanan berikutnya keluar sekitar sebulan sebelum pasar bursa saham jatuh di bulan Oktober. Dalam laporan dinyatakan pesanan naik pesat, penjualan luar negeri bagus, neraca juga bagus, pendapatan naik. Kemudian pasar bursa saham jatuh dan harga sahamnya turun dari US$ menjadi US$ 4. Seperti inilah kesempatan besar. Anda punya informasi yang tepat. Bisnisnya luar biasa. Jadi kenapa ragu? Anda bisa memastikan dengan pergi ke toko-toko dan melihat kondisi produk nike. Tiga bulan kemudian mereka menyatakan pesanan-pesanan naik lagi. Pendapatan luar bisa. Harga sahamnya naik menjadi US$10. Anda semestinya punya waktu tunggu tiga bulan setelah masa resesi tahun 1987. Dan ternyata Nike mencetak lebih dari 12 kali lipat uang anda. Perusahaan-perusahaan seperti Coca Cola ada di 200 negara. Johnson and Johnson ada di 150 negara. Jadi mengapa tidak Nike menjual produknya ke seluruh negara ? Well, coba tebak, mereka ternyata bisa. Jadi begitulah. Hal tersebut tidak rumit khan. Anda tidak membutuhkan komputer canggih untuk menggambarkannya. Anda hanya mengambil kesempatan pada waktu terjadi penurunan harga di pasar bursa saham. Ini perusahaan yang sedang membaik dan sedang tumbuh jadi inilah kesempatan untuk membelinya. Forbes : Pasar bursa saham dapat menjadi tempat yang sangat tidak penting. Pelajaran terbesar apa yang anda dapatkan ? Lynch : Well, saya pikir, pertama kali harus tahu bahwa anda bisa kehilangan uang sewaktu-waktu. Anda akan membuat kesalahan-kesalahan. Maksud saya, ketika anda betul-betul bekerja keras di sekolah. Jika anda menjawab semuanya dengan benar, anda mendapat nilai 100 dalam ujian. Well, pasar bursa saham tidaklah seperti itu. Segalanya tidak sempurna, anda harus mengambil beberapa risiko. Anda harus mengatakan pada diri sendiri, waktu segalanya sempurna, harga saham naik dari US$10 ke US$60. Kadang-kadang, anda harus berkata, segala sesuatunya membaik, neracanya bagus, saya akan membeli saham ini. Anda bisa salah mungkin dalam tiga atau lima kali kesempatan. Tetapi bila anda benar dan bertahan, anda bisa mencetak lima atau sepuluh kali uang anda. Anda harus paham bahwa anda tidak mempunyai kontrol saat resesi sedang terjadi ? Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak tahu kalau Saddam Hussein menduduki Kuwait di tahun 1990. Bagaimana mungkin anda memprediksikan hal-hal seperti itu ? Tentu saja anda tidak bisa. Hal yang sama terjadi di Perusahaan, mungkin mereka membeli beberapa bisnis baru, atau basis bisnis mereka dilepas, atau beberapa kompetitor yang lebih baik muncul. Kemudian anda keluar dan berkata saya kalah. Akan tetapi saya selalu menggunakan pendekatan yang benar, melihat bagaimana prospek perusahaan itu kedepan. Jika saya tetap menggunakan metode tersebut, saya akan menang. Forbes : Anda menyebut ketika memilih saham-saham yang anda sukai, anda belajar tentang diri sendiri. Apa yang anda telah pelajari tentang diri sendiri dalam tahun-tahun selama anda memilih saham ? Lynch : Well, saya pikir banyak orang menghabiskan waktu belajar berjam-jam. Mereka menelpon terus pialangnya empat kali sehari untuk melihat harga saham dan mereka mengamati saham-saham apa yang sedang naik dan turun sepanjang hari. Hal itu sungguh-sungguh membuang waktu. Perusahaan-perusahaan yang berjalan dengan baik dan mempunyai prospek ke depannya. Apa yang terjadi dengan saham-saham mereka selama seminggu atau dua minggu ke depan tak menjadi masalah. Itu bukanlah masalah. Rata-rata harga sahan di Bursa Efek New York memiliki kisaran 50% antara nilai tinggi dan rendahnya setiap tahun. Itu berarti bahwa saham senilai US$20 sewaktu-waktu terjual senilai US$24 pada tahun itu dan bisa juga di tahun itu terjual US$16. Anda haruslah terbiasa dengan itu, dan mengatakan hal seperti itu hanyalah suatu pergerakan harga yang saya hadapi. Begitulah rata-rata harga saham di Bursa New York. Forbes : Jadi apa yang telah anda pelajari tentang diri sendiri selama bertahun-tahun menjadi Fund Manager ? Lynch : Saya kira, hal yang saya dapat tentang diri sendiri adalah saya terlalu banyak memandang pergherakan-pergerakan saham untuk jangka pendek. Kesalahan terbesar saya adalah menjual saham Toys “R” Us terlalu dini. Harga sahamnya terus naik. Itu adalah perusahaan kecil tetapi kaya dan banyak orang mengatakan Milton Petric, pemilik Petric Stores, sedang membeli sebagian saham Toys “R” Us dan segera setelahnya ia membeli 20% saham yang tersisa, secara teori mengatakan harga saham akan turun. Sebab ia menekan, menekan dan menekan agar memiliki 20% sisa saham tersebut. Well, coba tebak. Memang turun, merosot, 3 atau 4 point. Lalu saya menjualnya, dan saya lupa untuk membeli lagi. Kemudian saya melihat dan mau membeli lagi. Tapi saham itu ternyata naik sekitar 20 kali lipat. Anda semestinya membandingkan saham seperti permainan baseball. Anda bisa berkata, saya berada di inning berapa ? Anda bisa membeli saham di inning pertama. Tapi anda bisa juga membelinya di inning kedua atau ketiga. Mereka mempunyai laporan yang baik, neraca yang baik. Mereka hanya akan membuat replikanya dan bergulat dengannya. Anda harus berpikir berapa lama permainan ini ? Ini sebuah perusahaan yang hanya bisa masuk ke 500 mal, katakanlah di sana ada 500 mal kelas satu di Amerika Serikat . Jika mereka berada di semua 500 mal tersebut ke mana lagi mereka bisa masuk setelah itu ? Seperti Mac Donald, mereka merambat ke luar negeri. Mereka membuka tiga atau empat cabang di luar negeri setiap hari. Anda harus memecahkan masalah itu sendiri, harus mengatakan pada diri sendiri. Apakah masih ada ruang untuk tumbuh ?
Multi Quote Quote
Forbes : Mari anda bahas sedikit tentang pengambilan risiko di pasar bursa saham dan apa perbedaannya dengan perjudian ? Lynch : Saya rasa kebanyakan orang menghabiskan banyak waktu melihat saham-saham dan mengamatinya dalam daftar dan mereka menghitung dengan rumus matematika yang rumit. Itu dilakukan ketika mereka mempertimbangkan akan membeli suatu saham. Anda harus memahami resikonya. Itu sama dengan risiko ketika anda bermain poker atau sama resikonya ketika anda bermain brigde. Anda pasti berkata, sebuah nomor ganjil mungkin akan menolong saya. Pada bridge, mungkin di sana ada 6 kartu sekop yang keluar untuk melawan anda dan anda piker mereka akan membagi 3 dan 3. Lalu coba tebak, pembagiannya adalah 6,0 dan anda kalah. Tapi begitulah cara anda memainkannya. Anda lihat tangan anda pada permainan poker dan anda mengatakan jika dapat 1 kartu seri dari kartu truf, saya akan tetap gagal, dan lebih baik anda balik. Atau jika anda memiliki tangan yang lincah, tangan yang kuat, lepas dari manapun muncul 4 kartu 8-an dan anda kalah. Tapi bermain dengan tangan yang benar, lalu begadang anda akan menang. Kadang-kadang keberuntungan melawan anda. Jadi anda harus berkata, jika saya benar, berapa banyak yang akan saya hasilkan ? Jika saya salah, berapa banyak kehilangannya ? Jika saya salah, saham dapat hilang 30%, jika saya benar saya dapat dua atau tiga kali lipat uang saya. Itu merupakan suatu bentuk risiko yang adil untuk diambil. Jangan memainkan saham seperti lotere. Anda mengatakan, ini adalah risiko dan ceritannya akan membaik apalagi jika perusahaan itu mempunyai prospek di masa mendatang. Forbes : Jadi setiap orang harus belajar bermain bridge atau poker ? Lynch : Saya pikir, bridge atau poker akan sangat berguna bagi para investor.
Multi Quote Quote
Forbes : Dapatkah anda mendefinisikan untuk kita, teori pasar bursa efisien dan apakah anda setuju dengan teori tersebut ? Lynch : Well, teori pasar bursa efisien mengatakan bahwa semua hal tentang perusahaan terdiskon. Para investor sudah mengetahui semua kabar baik atau buruk tentang saham tertentu. Pasar bursa mengetahui saham naik karena segala sesuatunya kelihatan hebat, saham turun berarti segala sesuatunya buruk sekali. Jadi apa yang sedang terjadi, apakah informasi ini akan terdiskon sepanjang waktu. Itu teori yang popular, anda tidak dapat mengalahkannya. Teori persamaannya adalah orang-orang lupa tentang perusahaan. Mereka telah melakukannya dengan kurang baik untuk sementara waktu, tetapi kemudian mereka mulai berbalik arah dan orang-orang lupa mengamatinya, lupa untuk menganalisanya. Mereka membencinya. Atau sebaliknya, perusahaan membalik dan saham-sahamnya sedang membaik, orang0orang sedikit puas dan mereka berhenti menganalisa, lalu mulai mengatakan, ini perusahaan yang hebat, yang terbaik yang pernah anda lihat. Dan coba terka ? Para kompetitor muncul bersama atau salah satu bagian-bagiannya yang baru tidak bekerja atau mereka menjenuhkan pasar bursa. Jadi saya piker secara normal, bila anda mengamati 10 saham, di sana ada semacam yang saya sebut resiko-resiko tinggi. Di sana terdapat perusahaan-perusahaan yang berjalan baik. Ada alasan lain untuk itu. Mungkin 9 dari 10 pilihan, mereka mempunyai laporan yang bagus. Mungkin satu dari 10 pilihan, anda mesti berkata, tunggu dulu, ceritanya tidak hangat lagi, cerita mulai jelek. Jika anda mengamati sepuluh saham sedang jelek, sembilan diantaranya mungkin pada dasarnya memang para pecundang. Di situ terdapat alasan mengapa harga sahamnya menurun. Dan mungkin satu dari sepuluh pilihan, anda menemukan sesuatu, perusahaan ini mempunyai neraca yang bagus, mereka sedang membaik kondisinya, salah satu kompetitornya justru turun di bawahnya, mereka punya produk baru. Normalnya saya akan mengatakan sembilan dari sepuluh pilihan anda mempunyai kesempatan. Lebih banyak saham yang diamati lebih banyak pula kesempatan-kesempatan yang anda miliki untuk menjadikannya sebagai saham unggulan. Forbes : Apakah anda berpikir akan menjadi kontribusi terbesar bagi investasi publik ? Bagaimana ingatan anda waktu itu ? Lynch : Well, saya harap orang-orang akan berhati-hati dengan uang mereka. Maksud saya, orang-orang pada umumnya sangat berhati-hati terhadap segala sesuatu yang mereka lakukan. Maksud saya, mereka akan menghabiskan waktu tiga jam, mencoba menabung US$150 untuk tiket pesawat keliling California. Umumnya orang-orang tidak menghabiskan uang untuk hal-hal yang bodoh. Tapi karena beberapa alasan, mereka mendengar tips tentang saham pada waktu di atas bus atau di pesta makan malam, lalu kemudian mereka menempatkan sebagian tabungannya untuk membeli saham. Saya mencoba mengajari orang untuk dua hal yakni lakukan itu dengan benar atau jangan lakukan sama sekali. Ketika anda memiliki sebuah saham, anda memiliki sebagian dari sebuah perusahaan. Ini bukan semacam tiket lotere. Ini bukan perjudian dan bukan taruhan. Jika perusahaannya baik maka harga sahamnya akan menjadi baik pula. Jika anda memiliki saham Mac Donald selama 30 tahun, itu sama artinya dengan anda sebagai pemilik Mac Donald. Dan anda bisa meraih keuntungan 50 atau 100 kali uang yang anda tanamkan pertama kali. Forbes : Jadi jangan dengarkan suara-suara sumbang ? Lynch : Jangan dengarkan. Bila perlu potong saja suara sumbang tersebut. Hal semacam itu tidak bermanfaat. Lihat saja faktanya. Jika anda membeli saham perusahaan mobil, anda memiliki perusahan mobil tersebut, anda harus melihat apa yang sedang terjadi dari harga-harga mobil, anda harus peduli apa yang sedang terjadi dengan harga-harga baja, harus peduli dengan kemampuan dan potensi perusahaan tersebut. Apa yang akan terjadi dengan mobil-mobil baru di Eropa, mobil-mobil baru di Asia ? itulah yang seharusnya anda amati. Bukan malah khawatir siapa yang akan menjadi Presiden Amerika berikutnya, apa yang sedang terjadi di Konggres apa yang terjadi di White House ? Hal-hal semacam itu bukanlah sesuatu yang bisa anda kontrol. Dengan senang hati saya akan katakan apa yang akan dilakukan pasar bursa saham tahun mendatang. Itu akan lebih bermanfaat. Dengan senang hati saya akan memberitahu tentang apa yang akan terjadi dengan suku-suku bunga. Apa yang bisa anda lakukan adalah menganalisa perusahaan secara individual dan mengatakan perusahaan ini tampaknya punya potensi, saya akan terus memonitor dan saya akan tetap memonitornya. Sejauh perusahaan itu berjalan dengan baik maka saya akan tetap tenang memegang sahamnya. Sebelum orang lain memiliki, saya telah membeli saham Stop “n” Shop. Coba tebak mereka menghentikan toko-toko Bradles di seluruh Northeast, lalu kemudian muncul dengan Super Stop “n” Shop. Itu adalah saham yang luar biasa. Kenaikannya mecapai 15 atau 20 kali lipat. Ini sungguh mengejutkan saya. Sekilas saya lihat dan katakana, Wow, lihatlah berapa banyak uang yang saya dapatkan dari yang satu ini, lihat banyak yang saya dapatkan dari Dunkin Donut, lihat berapa banyak yang saya dapat dari Taco Bell. Saya tidak mengharapkan banyak ketika saya pertama kali membelinya. Mereka sungguh perusahaan yang baik, berjalan dengan baik. Ceritanya yang sama terjadi juga pada saham seperti Fannie Mae, Chrysler. Mereka berjalan dengan baik dan lebih baik dari yang saya duga pertama kali ketika saya membeli sahamnya. Saya jadi sangat beruntung memiliki beberapa saham yang naik sepuluh sampai dua puluh kali lipat. Ini sungguh mengejutkan.
Multi Quote Quote
Forbes : Menurut anda, bagaimana daya saing perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam ekonomi Global ? Seberapa jauh keyakinan anda tentang daya saing perusahaan Amerika Serikat saat ini ? Lynch : Saya pikir ada argumen yang cukup besar selama 5 atau 10 tahun terakhir, tentang seberapa buruk industri di Amerika Serikat. Sungguh mengagumkan ketika anda berpikir bahwa Boeing adalah yang terbaik di kelasnya, demikian juga John Deere’s, Caterpilar Tractor serta Harley Davidson. Amerika memimpin dunia di bidang bioteknologi. Perangkat lunak komputer dikuasai sekitar 95 persen perusahaan di Amerika Serikat. PC Intel, Mincrosoft adalah yang terbaik. Hal tersebut berlanjut dan terus berlanjut. Mesin penemuan dalam industri mobil bukanlah dari Kanada, bukan dari Jepang dan bukan dari Jerman, tapi dari Detroit. Di sini Chrysler menemukan minivan. Industri baja Amerika Serikat juga telah membaik., juga industri tembaga, industri kertas, industri plastik. Amerika juga berkembang dalam hgal telekomunikasi dan jaringan. Industri Amerika Serikat telah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa, menguasai sekeliling industri. Dan entah bagaimana kita telah mendapatkan ide ini, mendapatkan gagasan ini, lalu dikatakan janggal, itu tidak benar. Forbes : Jadi, langit itu ada batasnya ? Lynch : Tidak, Kita harus melanjutkan penemuan-penemuan. Kita mempunyai 3000 perusahaan yang go publik dalam empat tahun terakhir. Hal tersebut membutuhkan tersedianya uang dalam jumlah besar untuk modal kerja, riset dan pengembangan serta peralatan baru. Kita mampu menambah 18 juta pekerjaan di tahun 1980-an. Lima perusahaan terbesar menyerap tiga juta pekerjaan. Kita menambah 18 juta pada bisnis skala kecil dan menengah, diantaranya seperti Federal Express yang telah memulai dan berjalan dengan baik. Lalu Compaq Computer, Staples yang memulai di Boston dengan satu toko di Brighton dan sekarang telah menjadi industri US$20 milyar. MCI berjalan dengan baik. FedEx juga demikian. Bahkan FedEx telah membuat Kantor Pos Amerika Serikat lebih efisien. MCI berhasil menurunkan ongkos telekomunikasi. Mereka semua berjalan baik, itu sungguh membantu semua orang. Tak ada yang rugi karenanya. Jadi inilah yang membuat negara kita hebat, yakni perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Dan ini adalah investasi, ini yang akan go publik. Ini hal besar bagi negara kita. Sungguh hal fantastis bagi lapangan pekerjaan untuk setiap orang. Setiap orang dapat menang. Ini bukan permainan Zero Sum. Ketika perusahaan berjalan baik maka harga saham perusahaan itu akan menjadi baik pula.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...