Seperti apakah "mindset of the rich" itu?

Kalimat “mindset of the rich” dipopulerkan oleh Robert Kiyosaki, sang pengarang Rich Dad, Poor Dad yang sangat sangat terkenal. Kita harus punya pola pikir orang kaya supaya kita juga bisa kaya, begitu kira-kira yang diulang-ulang terus oleh Kiyosaki dalam buku-bukunya yang sampai sekarang sudah berjumlah belasan, baik yang dikarang sendiri maupun bersama dengan penulis lain. Anda ingin mengerti tentang “mindset of the rich”? Tidak perlu membeli semua buku-buku Kiyosaki untuk mengetahuinya. Anda hanya akan buang-buang duit saja. Anda hanya perlu satu buku yang dengan sangat pasti menggambarkan pola pikir orang kaya. THE MILLIONAIRE NEXT DOOR Buku karangan Thomas Stanley dan William Danko tersebut berisi hasil penelitian mereka selama 20 tahun mengenai para milyuner di Amerika Serikat dan gaya hidup mereka. Dari sekitar 100 juta keluarga di Amerika Serikat, 3.5 juta di antaranya adalah keluarga dengan kekayaan bernilai minimal 1 juta dolar. Keluarga-keluarga inilah yang menjadi target penelitian Thomas & William. Dari penelitian tersebut mereka menemukan banyak hal-hal menarik tentang kebiasaan konsumsi golongan ini. Beberapa contohnya: - Setengah dari kaum milyuner tidak pernah membeli jam tangan yang harganya lebih mahal dari 235 dolar. Hanya 25% saja yang pernah membeli jam tangan seharga 1125 dolar. Harga inipun tidak akan cukup untuk mendapatkan Rolex, jam tangan yang sering diposisikan sebagai simbol orang sukses. - Seorang milyuner tipikal membayar 24.800 dolar untuk membeli mobil barunya. Jumlah yang cukup untuk membeli sedan Jepang/Amerika kelas menengah, namun tidak akan bisa untuk membeli BMW, Mercedes Benz, Jaguar atau mobil-mobil kelas atas lainnya. Apa artinya? Mereka menjalankan hidup hemat. Sebuah nasehat kuno yang sederhana, tapi ampuh dan terbukti keandalannya. Sebenarnya, masih banyak fakta menarik lainnya yang tercetak dalam buku setebal 300-an halaman itu. Namun yang jelas, buku ini akan membukakan mata Anda, seperti apa orang-orang kaya di Amerika Serikat itu. Seperti apa “mindset of the rich” itu. Buku ini penuh dengan bukti-bukti dalam bentuk angka dan data statistik, tidak seperti sampah berjudul Rich Dad, Poor Dad yang isinya cuma cerita dan bualan saja.
Multi Quote Quote
Si Sop kan pasti juga baca Mc-art, kalau tidak mana tahu dia itu buku-buku nya sampah.. ? iya ngak..habis baca baru sadar dia, buku yang dia beli sampah smile)
Multi Quote Quote
Rich Dad Poor Dad dan Cashflow Quadrant sudah kuletakkan di tempat yang selayaknya……. Kotak biru besar yang bertuliskan “sampah non organik”
Multi Quote Quote
bagus juga, mendidik kita lah
Multi Quote Quote
betul, si robert mah ngarang buku cuma untuk dreamer2 doang…… yg penting buku laku chuan besar, mending baca THE MILLIONAIRE NEXT DOOR
Multi Quote Quote
Ye…jgn baca Rich Dad…baca Rich Dad guide to Investing betul2 collsmile
Multi Quote Quote
hemat ama pelit bedanya tipis sekali loh
Multi Quote Quote
Hehehehe, pelit kan juga ada tingkatannya smile Ada yang seperti Gober Bebek, ada pula yang sekedar gak rela ngeluarin duit demi kenyamanan lebih……….
Multi Quote Quote
Yah buku2nya robert kiyosaki memang lebih menekankan kepada kesederhanaan, seperti buku cerita yg enak dibaca, bukannya buku ilmu pengetahuan finansial yg sophisticated. Jadi dari satu bukunya bila mau diringkas ilmu finansialnya bisa jadi cuma satu lembar saja! Mungkin itu yg dimaksud bung sop jagung… selebihnya “sampah”…smile Ngomong2 “mindset of the rich” seperti yg telah dijelaskan bung sop di atas… si robert juga ngajarin begitu koq. Jangan bersifat konsumtif. Sadari bedanya asset dan liabilities. Assets = sesuatu yg membikin uang masuk ( peningkatan nilai ) Liabilities = sesuatu yg membikin uang keluar ( penurunan nilai ) Contoh di atas Jam tangan rolex misalnya… itu kan termasuk “bad asset” bila fungsinya hanya sekedar penunjuk waktu. Bila penghasilan bunga uang kita belum mampu beli rolex ya cukuplah pake jam tangan edisi kolektor Gucci berlapis emas 22K… smile (sekalian investasi) Tanggapan utk bung dreamer. Bukan soal bukunya tuh yg bikin kita jadi dreamer atau achiever. Namun masalahnya pada diri kita sendiri. Apakah buku tsb setelah kita baca, kita pelajari, kita pahami segala tetek bengek pengetahuannya itu… lalu kita terapkan dalam kehidupan nyata..? Lalu dievaluasi lagi, diterapkan lagi… dst. Atau dibaca… hanya dibaca.. mungkin sudah dipahami, sudah tau dan buku tsb. menjadi koleksi kotak biru di pojok kamar… Bagi seorang DREAMER buku macam apapun yg ia baca jelas tidak menolong… wong dia senangnya cuma baca dan mimpi doang. Apakah sekedar membeli jam tangan Alba daripada Rolex dapat membuat kita kaya? benar2 kaya..? ACHIEVER nggak peduli dengan apa yg ia baca, ilmu atau sampah. Just plan, do and check. Terus dan terus… Yang gue tau sih “mindsetnya” orang kaya (apalagi di DUNIA SAHAM) adalah ACTION DULU.. baru mikirnya belakangan.
Multi Quote Quote
habis action tahu tahu masuk indeks setan ha ha ha smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...