Untuk New Investor di pasar modal

Gue tulis ini karena pernah rugi besar di bursa saham. Gue masuk pasar modal taon 1998 dan selama 8 bulanan kagak pernah untung. Ada beberapa yang perlu lo pertimbangkan dan lo inget supaya gak kayak gue: 1. Psikologi pegang peran 80% dibandingkan dengan trading system yang lo gunain. 2. Hidup ini penuh dengan pola, begitu pula dengan pasar modal. Lo kudu tau bagaimana sifat pergerakan harga dari tiap-tiap emiten di bursa. 3. Kebanyakan technikal indicators unreliable untuk pasar modal di Indonesia. Lo kudu rajin2 backtest dulu sebelum gunain tuh system. (continued)
Multi Quote Quote
Pola itu apa sih bang Ibi …. kenalan boleh nggak? Biar bisa tau triknya bursa saham ;>
Multi Quote Quote
lho bung ibi kemana nih?? katanya continued…. kok gak pernah ada kelanjutan nya??? gue ingin_blajar nih….. ane tunggu yah kelanjutannya…. thanks
Multi Quote Quote
Pola itu apa sih bang Ibi …. karakter saham nya… misal ada saham yang rajin bagi dividen, maka akan naik menjelang RUPS… saham yang suka tiba tiba bergerak… saham yang selelu di goreng…. saham yang membatu… smile DLL macam itu mungkin yang dimaksud bung Ibi…
Multi Quote Quote
wah butuh pengalaman yah/.. Matematik tdk mempan untuk prediksi pasar Alchemy of finance by soros: psikologi masa lebih berperan.
Multi Quote Quote
Terlambat bung Ibi..! Gue juga sama dengan you… masuk pasar aktif mulai 1998/99 dan rugi besuaaar!!! Namun saya belajar dari pengalaman dan memiliki KEYAKINAN bisa meraih untung di bursa saham. Saya harap anda juga jangan cepat putus asa ya. Asal kita mau belajar dan membangun jaringan, memiliki karakter yg baik, pasti deh bisa bertahan dan GROWTH… smile Setuju dengan anda bung IBI; 1. Psikologi…! Yup! You must have some level of COURAGE (keberanian) but be Smart. Tidak takut rugi, juga tidak takut untung gede, juga tidak ikut panik, juga kalo salah cepat ngakuin, kalo benar ditambahin dll… dsb. 2. Pola standard. Sederhananya begini: Suku bunga turun, indeks naik. Dan sebaliknya Rupiah menguat, indeks menguat. Dan sebaliknya. Siklusnya bursa. Ingat. Saham digerakkan oleh INFORMASI. Kapan informasi (good news) keluar? —> laporan keuangan. Umumnya siklusnya sbb. * Januari - Februari = up trend, Januari effect, biasanya fund manager setelah liburan mulai mengakumulasi saham2 yg baik. TIME TO TRADING BUY / HOLD MID TERM * Maret - April uptrend (naik) antisipasi laporan keuangan akhir th. TIME TO SELL *April - Juni market slowdown trend Sdh tidak ada berita yg mampu menggerakan saham. TIME TO AVOID. TRADING * Juli - Oktober market sepi down trend No news, bln puasa TIME TO SELECTIVE BUYING * November - Desember market up trend Antisipasi konsumsi akhir tahun (banyak perayaan, banyak penjualan, banyak pendapatan), ada window dressing. TIME TO SELECTIVE BUYING Gabungkan pola dan siklus tsb! (Bandar pun tekniknya begitu) Secara umum bulan2 ini adalah bulan2 menunggu, just watch the market. Cuma mungkin polanya tahun ini ada sedikit perubahan karena ada hajatan PEMILU. 3. TA = tools. Bagusnya cuma jadi back up system saja. Yang penting adalah… TERUS USAHAKAN DAN BINA JARINGAN DG MARKET MAKER smile
Multi Quote Quote
saya pingin tanya gimana kalo tiba2 sekuritas yang kita pake bangkrut apa saham kit tetap aman soalnya dividennya ajakan bukan atas nama kita dibaginya jadi saham itu pasti bukan nama kita dong
Multi Quote Quote
Wah bung marly, dimana itu sekuritas br***sek ? Mestinya kamu dibuatkan sub-rekening efek Udah pindah broker saja ke tempat lain Masih banyak yg bagus dan tidak main-main
Multi Quote Quote
maaf bung speculator apa maksudnya sub-rekening? maksud saya misalkan bukannya udah hanya supaya lebih bisa mengetahui kalo tiba2 sekuritas bangkrut gimana saham kita apa saham yang kita miliki bisa complain ke bej atau gimana mohon bantuan informasi dari speculator trims
Multi Quote Quote
Bila oleh brokermu dibuatkan sub-rekening efek di KSEI ya berarti bila nanti misalnya sekuritas tsb. bangkrut maka otomatis portfolio nasabah dikembalikan ke masing2 nasabah ybs dan meminta kepada KSEI karena mereka memiliki / mencatat datanya. Bila tidak maka portfolio nasabah dimasukkan ke dalam portfolio a.n. sekuritas tsb sehingga orang luar perusahaan ''kan tidak tahu saham a punya siapa saham b dll sehingga pertanggunjawabannya ada pada perusahaan sekuritas, maka kemungkinan bila lebih sulit ya.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...