ANEKDOT PERBANKAN DI INDONESIA

berikut ini secara bertahap akan saya ceritakan anekdot perilaku perbankan di Indonesia. Mungkin teman-teman yang lain (seperti bung Sonnykus) bisa menambahkan dengan cerita-cerita lain. Cerita 1. Catatan perbankan terbagi dua yaitu yang on balance sheet dan off balance sheet. Begitu pula dengan kredit. Orang-orang atau pengamat kadang-kadang senang dengan kabar bahwa Bank XYZ nilai NPL (non performing Loan) turun tajam. Padahal itu cuman taktik dari Bank XYZ yaitu memindahkan kolektibiliti kredit aja dari golongan NPL ke Kredit Write Off. Beres khan. Wajah perbankan jadi bagus. Cerita 2. Bank ABC diberitakan sukses dengan mengurangi portofolio kredit hapus bukunya. padahal yang bener adalah Bank ABC melakukan Hapus Tagih atas sebagian kredit hapus bukunya. Contoh simpelnya seperti Bank Mandiri yang melakukan Hapus Tagih Rp.2 Trilyun dari total Kredit Hapus Bukunya sebesar Rp.20,041 Trilyun.
Multi Quote Quote
cerita ke 3 tentang L/C fiktif Bank BNI yang sebetulnya bisa ditelusuri dalam sehari. para fund manager asing geleng-geleng ngapain kasusnya nggak selesai-selesai padahal khan tinggal dilihat aja aliran debet dan kredit dana. Transaksi dengan US$ apalagi jumlahnya besar sangat mustahil kalau pengambilannya dalam bentuk cash. Pergerakan Uang Fisik Hijau itu sangat-sangat ketat (US$ dalam jumlah banyak). gitu aja kok dibikin sulit. Apa memang udah ada falsafah KALAU SESUATU ITU BISA DIBIKIN SULIT NGAPAIN HARUS DISELESAIKAN SECARA MUDAH??
Multi Quote Quote
cerita ke 3 tentang L/C fiktif Bank BNI yang sebetulnya bisa ditelusuri dalam sehari. para fund manager asing geleng-geleng ngapain kasusnya nggak selesai-selesai padahal khan tinggal dilihat aja aliran debet dan kredit dana. ?? Karena menyangkut orang besar om……musuh2nya punya tambahan mesiu buat jegal ini orang
Multi Quote Quote
cerita ke 4 jangankan cuman Rp.1,7 trilyun. Bank BNI pernah mengalami kerugian sebesar Rp.47 Trilyun dalam setahun. Repeat Rugi/Net Loss Rp.47 T dalam setahun. Kalau di luar negeri pasti itu semua jajaran Direksi, Pemimpin Divisi, Pemimpin Cabang kena sanksi atau bahkan kena copot jabatan. tetapi apa ? nggak ada sanksi sama sekali. Jangan ketawa dulu lho ? mau tahu sebabnya kenapa rugi bisa sampai Rp.47 Trilyun dalam setahun. Itu karena adanya kebijakan dari Direktur Utama saat itu (Widigdo Sukarman) yang membuat keputusan untuk kredit Korporasi diturunkan suku bunganya dari sebesar 30-an % menjadi cuman 1-3% per tahun saja. Malah bahkan ada yang bunganya dihentikan alias ada program interest ballon payment (bunga dibayar nanti aja setelah ada grace period tertentu). sementara itu diam-diam sejumlah perusahaan raksasa itu menjual sebagian assetnya dan didepositokan di Bank BNI juga dengan suku bunga waktu itu sebesar 65% per tahun. Lalu hasil bunga per bulannya disalurkan untuk menurunkan pokok pinjamannya. Bener-bener dagelan panggung perbankan. yang melakukan itu bukan satu atau dua perusahaan kakap aja tetapi puluhan perusahaan kakap. tentu saja para Direksi dapat untung juga lho. Salam tempel selalu didapatkan. Jadi wajar saja jika mengalami kerugian sampai Rp.47 T jangan ketawa dulu lagi Murid senior sang Direktur Utama adalah Saefuddin Hassan. masak sih sebagai Murid Senior yang menerima tongkat estafet tak meneruskan langkah-langkah yang mungkin lebih yahud lagi. dan denger-denger lagi nih. Di Bank BNI terdapat kasus yang sampai puluhan tahun bermasalah bahkan BNI kena tuntut. Anehnya lagi kasus itu terjadi pada salah satu cabang Bank BNI di mana Saefudin Hassan waktu itu menjabat sebagai Pemimpin Cabang. Anekdot memang anekdot. kasus itu terjadi gara-gara double slot deposit box yang kedua kuncinya dipegang oleh pihak BNI dan sewaktu Barang dibuka bersama-sama dengan nasabah, barang itu hancur sehingga wajar dong kalau nasabah menuntut, apalagi kedua kunci dipegang oleh Bank BNI. Kasus tuntut menuntut itu berlangsung sampai puluhan tahun. sekali lagi jangan ketawa dengan perbankan di Indonesia. itu baru kasus di Bank BNI, belum di Bank Plat merah lainnya. tambah seru lagi dech.
Multi Quote Quote
perbankan di Indonesia membuat banyak orang :oops: :roll: :roll: :cry: :cry: :cry:
Multi Quote Quote
Pusing banget ya….. pindah negara aja gitu? bagusnya kemana yah?
Multi Quote Quote
Kesimpulannya short BBNI?
Multi Quote Quote
Kesimpulannya short BBNI? Jawab : Telat Om…. Sekarang ini BD lagi lihat2 kalo sudah ada perbaikan di BNI (i.e direktur ganti, pidana pihak2 yang bermain dijalankan)………BNI akan ditarik lagi……tapi masih butuh waktu.
Multi Quote Quote
Pusing banget ya….. pindah negara aja gitu? bagusnya kemana yah? Harus pindah kalau ngga mau merasakan hidup di negara ambruk, bangkrut,bisa2 makan nasi kering lagi kaya jaman tahun 45, ada 3 negara bagus : KANADA, NEW ZEALEND dan Australia…..tinggal pilih aja.
Multi Quote Quote
Australia?? kalo gua sih najis tinggal di negara yg hobinya menghina indonesia. hujan batu di negeri sendiri masih lebih baik dari hujan emas di negeri orang meskipun banyak negeri kujalani nan mashyur permai di kata orang tetapi kampung dan rumahku tak akan hilang dari kalbu …. mari kita tumbuhkan semangat akan kewajiban utk membangun kembali negara ini MERDEKA smile) smile)
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...