PROPERTY GAINERS

I congratulate you, Mr Magellan, Mr Chuan. Juga buat para anggota KSC yang sama-sama menikmati gain saham property yg tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Kalau anda menyimak tulisan saya tgl 27 mei dan 1 Juni, saya katakan di sana bahwa saya tidak ada posisi long atau short, 100% pengamat, demikian juga sampai sekarang. Pada tulisan 1 Juni saya ngotot memprediksi bahwa dalam 1/2 tahun ke depan gain saham property akan kelihatan. Kalau dihitung dari tulisan saya tanggal 1 Juni sampai dengan saat ini berarti baru berjalan 2 bulan lebih. Prediksi saya kali ini benar, bukan? Saham-saham yang saya amati rata-rata sudah gain 100% Saya bukan tukang goreng saham ini. Lebih tepatnya, anggota ksc lainnya yg termasuk tukang goreng smile, mungkin yang bokap-nyokapnya pemain property. Saya membuat prediksi tapi saya sendiri tidak ambil posisi menurut hasil analisa saya. Dari tulisan saya kelihatan ciri risk averse. Jadi saya lebih cenderung ke saham-saham sejenis telkom. Namun saya tidak menyesal karena prinsip saya kesempatan tidak akan henti=hentinya datang. Low risk low gain, high risk high gain. Bukan saya semata-mata mau menyombongkan diri bahwa prediksi saya benar. Kali ini saja benar, tidak setiap kali. Bukan pula saya mau mengklaim karena tulisan sayalah saham-saham property jadi naik. Yang saya lihat hanyalah sejak tulisan saya sampai saat ini likwiditas saham property cenderung meningkat. Lagipula saya bukan yang pertama menulis di sini. Sebelum tulisan saya sudah banyak anggota lain yang menulis saham property akan naik. Hanya saja tulisan saya lebih lengkap karena menyertakan dasar-dasar dan teori dari prediksi yang saya buat. Menurut saya kenaikan ini murni mekanisme pasar. Kalau ada yang menganut teori bandarmologi saya kurang sependapat. Bej naik atau turun tergantung bandar menurut saya sih omong kosong. Tidak saya pungkiri ada ketidakefisienan di bej. Namun jika bandar benar-benar melawan arus(pasar), ia akan rontok tergilas tanpa bekas. Mau contoh? Bandar juga bukan orang bodo mau melawan arus saat ada bom (nampung buangan pasar). Kalau mau cilaka lah namanya. Itu namanya bandar amatir. Soal naek lagi melebihi posisi sebelum bom itu laen lagi namanya. Pasar sendiri yang menentukan kalau index cukup rendah untuk rebound kembali. Dari tulisan rekan penyebar teori bandarmologi saya bisa membaca kalau ia pun adalah seorang risk averse. Justru ciri smart saya lihat dari upayanya mengoptimalkan resiko. Kembali ke saham property. Waktu booming property terakhir, saya lupa tahun berapa tepatnya, profesi broker property mentereng abis. Ponsel di tangan (saat belum menjamur), pake sedan, itulah gaya broker profesional dengan penghasilan 30-50 juta per bulan. Property emang bisnis gede. Chuan nya gede, tapi modalnya juga gile lho. Bisnis property gak bisa dinikmati dalam waktu singkat. Kalau anda punya modal misalnya 50 M, mau maen property, jangan mengharapkan 3 tahun lagi mau menikmati buahnya. Anggaplah anda mau bikin komplek perumahan skala kecil. Proses pembebasan lahan, land clearing belum lagi pembuatan jalan, fasos dan fasum(fasilitas sosial umum), bangunan akan memakan waktu yang panjang. Harus punya napas panjang begitu dikatakan. Nah karena modal yang gede dengan begitu property mau gak mau pake duit bank.Imbasnya ke bank bisa berpengaruh besar. Coba lihat history: pergerakan index property dan bank cenderung punya pola yang sama. Soal gerbong dan lokomotif saya perjelas di sini. Lokomotif=pertumbuhan ekonomi, property=gerbong. Analogi sederhananya kalo penghasilan sudah bagus, property ikut bagus. Kalo udah berpenghasilan gede, dagangnya berhasil gajinya gede, baru bisa bangun rumah yang mewah. Udah cukup buat makan enak, beli baju bagus, buat jajan baru mikir cari rumah yang lebih gede. Karena dari 3 kebutuhan pokok papan adalah yang paling mahal dan terakhir dipenuhi. Secara makro kalo pertumbuhan ekonomi tinggi, pertumbuhan sektor property akan mengikuti. Ke mana lokomotif melaju ke situ gerbong ngikut… Dan sekali lagi karena sektor property sangat bergantung kepada kucuran kredit dari bank, maka bunga bank sangatlah berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor property. Dari siklus booming property setiap kali booming adalah saat suku bunganya rendah. Kredit konstruksi(untuk membangun) yang rendah dapat menurunkan biaya bagi developer dan ujungnya kepada profitabilitas. Bagi konsumen bunga cicilan kpr yang rendah akan menjangkau masyarakat luas. Pertumbuhan ekononomi 3-4% kalau dibanding sebelum krisi 7% memang masih rendah. Tapi dibanding negara maju sekitar 2% atau Jepang hampir 0% masih lebih baik. Dan terutama bunga betul-betul murah, malah jauh dari saat sebelum krisis. Dalam hati saya yakin saham property akan balik saat bom JW Mariot meledak.Dari laporan keuangan beberapa emiten yang sudah dikeluarkan kecenderungan membaik dibanding tahun sebelumnya, maka sahamnya pun membaik. Ciputra salah satu contohnya. Saham ini saya kira akan menyalip sepupunya ctrs. Kepalanya tidak merah lagi.
Multi Quote Quote
You are welcome Mr aamatir, Kami termasuk Bung Chuan ikut gerbong property sejak bulan april 03 ,saat itu masih berupa kebun singkong smile. Pada awalnya hanya untuk spekulasi jangka pendek ,tapi dengan mempelajari lebih dalam fundamental sahamnya ternyata ada juga nilai assetnya . Karena ini asset play nilai assetnya pasti suatu saat akan balik kenilai wajarnya. Nah kebetulan suku bunga makin turun , inilah momenyum kebangkitan sektor ini. Kalau anda paham sektor ini , kenapa anda tidak ikut serta gerbong ini. Ambil dikit dikit , kemudian bandingkan returnnya dengan TLKM. Selamat mencoba.
Multi Quote Quote
Bung aamatir kenapa tidak ikutan? Sayang jika analisa bagus tidak dimanfaatkan. Terus terang daku juga sebenarnya tidak mau beli saham property pada awalnya. Soalnya melihat sejarah shm2 ini yang suram, daku juga kuatir nyangkut. Tapi berhugung ada info dari bung boy dan juga melihat kondisi suku bunga yang turun, mulailah dicoba sedikit sambil melihat perkembangan. Setelah benar2 ditarik, baru total invest di shm property ini. Karena banyaknya shm property yang ditarik, sampai binun mau pegang yang mana smilesmile Btw…. menurut bung aamatir, CTRA dan CTRS akan menuju ke harga berapa? Daku sudah likuidasi habis nih. Beralih ke yang masih belum up banyak smile Thanks…
Multi Quote Quote
saya yakin saham property akan balik saat bom JW Mariot meledak.Dari laporan keuangan beberapa emiten yang sudah dikeluarkan kecenderungan membaik dibanding tahun sebelumnya, maka sahamnya pun membaik. Ciputra salah satu contohnya. Saham ini saya kira akan menyalip sepupunya ctrs. Kepalanya tidak merah lagi. Syukurlah. Kepalanya tidak merah lagi. Angka 6 itu naik kelas, ngga merah. Sepupunya udah kesalip. Tarik terus mang….
Multi Quote Quote
Jadi juga ambil DARK VATHER VATHER & SON will be THE MAIN DRIVER
Multi Quote Quote
aamatir
…………………………Nah karena modal yang gede dengan begitu property mau gak mau pake duit bank.Imbasnya ke bank bisa berpengaruh besar. Coba lihat history: pergerakan index property dan bank cenderung punya pola yang sama………… Siap-siap, pindah or kumpulin perbankan!!!! Di Thailand PBV bank udah sampai 10x, masa sih disini gak nyusul!!!! :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!: :!:
Multi Quote Quote
watch out BNII!!!!
Multi Quote Quote
mana yg bisa jadi top gainer ??
Multi Quote Quote
Semua yang bagus2 dan likuid.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...