MAJU TERUS PANTANG NGEDUMP !

Uang sejati.., jangan banyak-banyak. Potensi naik ada, tapi triggernya masih payah.
Multi Quote Quote
Kok masih pada yakin index masih tetep up … Volume mulai kecil-kecil trus …. its mean Warning….!!!!!!
Multi Quote Quote
AYOOO….. BANTAIIIII…….. TERUSSSS………smile
Multi Quote Quote
HEHEHE……. CLOSE DI ATAS 500 BERARTI….HAHAHA….
Multi Quote Quote
Berhari-hari indeks disembelih. Hari ini seharian disembelih sampai 12 poin-an, lha kok penutupan kurangnya cuma 4 poin? Hmmm…mana volume transaksi rata-rata nggak sampai 400 miliar dalam beberapa hari belakangan. Hayo siapa main air …. Kalo gini caranya ya gue tunggu aja. Mau turun silakan, how low can you go. Mau naik, ya gue tunggu lagi. Nanti kalo udah pas, baru hmmmm… Gitu aja kok repot.
Multi Quote Quote
ini ada oleh2 lainnya dari investorindonesia.com —————————————————————————– Senin, 23 Juni 2003, 11:07 WIB Investor Global Buru Saham Asia Laporan - Hongkong, investorindonesia.com Investor global kembali memburu ekuitas-ekuitas Asia setelah saham AS dan Eropa dianggap overvalued sementara saham-saham Asia dianggap murah. Investasi asing telah membanjiri pasar-pasar saham regional, dengan Taiwan sebagai tujuan utama dan saham-saham teknologi sebagai buruan yang paling dicari. “Ekuitas-ekuitas Asia, baik perhitungannya menggunakan price-to-book atau price-to-cashflow, diperdagangkan pada lebih dari satu deviasi standar di bawah rata-rata 30 tahun. Jelas, ekuitas-ekuitas tersebut murah,” ujar analis Markus Rosgen di ING Financial Markets, Hongkong. “Saya yakin dana semakin banyak keluar dari AS dan masuk ke Asia.” Nomura International, yang mencatat aksi beli dan jual investor asing di Korea Selatan, Indonesia, Filipina, Taiwan, dan Thailand, dalam laporan tanggal 16 Juni mengatakan sentimen investor asing terhadap pasar regional sangat kuat dan dana asing mengalir lebih besar ketimbang setahun penuh 2002. Sejauh ini di tahun 2003, injeksi bersih modal asing ke dalam ekuitas-ekuitas Taiwan telah mencapai lebih dari 5,3 miliar dolar AS – lebih dari tujuh kali lipat jumlah total tahun lalu. Dari lima pasar yang dipantau Nomura, Thailand adalah pasar kedua yang paling populer, dengan saham bernilai 384 juta dolar AS yang dibeli oleh investor asing sejak awal tahun ini. Tapi pada bulan terakhir, lebih banyak dana yang mengucur ke Taiwan dan Korea Selatan. “Aliran investasi asing yang masuk ke dalam pasar-pasar ekuitas Asia sangat besar. Di tempat-tempat seperti Korea, Thailand, dan Taiwan, modal asing yang masuk bahkan telah mencetak rekor baru,” papar Dilip Parameswaran, direktur riset kredit fixed income di Credit Agricole Indosuez. Fundamental Membaik Parameswaran mengatakan pandangan umum pasar meyakini selama enam bulan mendatang perekonomian di Amerika Serikat akan menguat, sehingga akan mendongkrak prospek ekuitas dan mendorong investor institusional untuk meninggalkan obligasi. “Saat perekonomian memulih, investor akan lebih berani menentang resiko dan karena itu mereka mengalihkan dana ke ekuitas,” tandas Parameswaran. Rosgen dari ING mengatakan mereka yang masih mengharapkan laba tinggi dari obligasi-obligasi Asia akan dipaksa mempertinggi kurva risiko. “Sekarang bukan lagi saatnya memburu obligasi pemerintah tapi investor harus mulai melirik yield tinggi korporasi swasta,” ujar Rosgen. “Kisah fixed-income yang paling menarik adalah Filipina, yang memunculkan ide seberapa jauh investor berani menaikkan kurva risikonya.” Sebuah survai global terhadap manajer investasi yang diumumkan Merrill Lynch 17 Juni lalu menemukan bahwa 71 persen responden melihat sedikit nilai di pasar ekuitas global. Tapi 72 persen berpendapat bahwa pasar-pasar Asia telah undervalued dan tidak ada yang berpendapat overvalued. “Yang sangat menarik bagi kami adalah penguatan ekonomi dan fundamental laba di wilayah tersebut,” tandas Merrill. Di wilayah Asia Pasifik, tidak termasuk Jepang, para manajer mempunyai pandangan paling positif pada saham-saham Taiwan selama 12 bulan mendatang, disusul India, Korea Selatan, Cina, dan Indonesia. Tapi mereka menghindari Hongkong, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, dan terutama Australia. Optimis pada Saham Teknologi Mengacu pada sektor-sektor industri di Asia, para manajer investasi yang disurvai Merrill Lynch optimis pada teknologi, material dasar dan perusahaan-perusahaan industri umum, jasa jasa siklikal, dan otomotif. Dan mereka menghindari saham perbankan dan perusahaan-perusahaan asuransi, farmasi, telekomunikasi, dan utilitas. Meski demikian, Parameswaran dari Credit Agricole menilai bahwa pandangan para manajer investasi terhadap sektor tertentu mungkin tergantung pada apakah mereka membeli obligasi atau saham. “Dari sudut pandang manajer investasi fixed income, sektor telekomunikasi semakin menarik, sementara manajer ekuitas tidak lagi tertarik pada sektor tersebut.” “Para manajer fixed income menyukai kenyataan bahwa perusahaan-perusahaan telekomunikasi Asia, seperti sebagian besar perusahaan telekomunikasi global, rajin memangkas utang dan merapikan neraca mereka,” ungkap Parameswaran. Namun para manajer investasi ekuitas mencari lebih banyak insentif dalam drama pertumbuhan. Rosgen tidak sependapat dengan antusiasme pada sektor teknologi. “Kami telah overweight pada sektor teknologi sejak Maret. Saya tidak yakin sektor tersebut terus menjadi pemenang dalam enam atau sembilan bulan mendatang,” ujar Rosgen. “Pemenang nyata di Asia antara lain adalah perusahaan-perusahaan perbankan, real estate, konglomerasi, dan konsumen yang akan jauh lebih baik dari teknologi.” (uzi) boleh percaya…… atau…….. tidak…… smile
Multi Quote Quote
Tak tahulah kebenarannya. Didalam dunia Marketing ada istilah “MARKETING GIMMICK” Di Bursa Saham, Hati-hati dengan “SPECULATING GIMMICK”
Multi Quote Quote
Asia kan banyak negeranya yang mana ? Waktu SARS uang pada pindah ke Indonesia, sekarang SARS sudah bukan issue, semoga uang ngak pada balik..
Multi Quote Quote
Yang penting gimana cari cuan nih hari ini ??? smile
Multi Quote Quote
pindahin dulu blue chip ke saham-saham 2nd liner…asal yg berfundamental bagus.. sektor yg musti diamatin perbankan terutama.. hi..hi..hi
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...