MAJU TERUS PANTANG NGEDUMP !

DOW, NASDAQ, NIKKEI, HANGSENG, STI, FTSE setelah mencapai puncaknya sekarang udah pada mulai turun amerika, jepang & hk baru masih mau naek, menurut gue sih. mereka baru nembusiin level psikoligal nya. massa udah mau turun lagi sih? kalao memang amerika yg jadi barometernya, index dunia masih akan naik. kan indikator ekonominya baru membaik, dan fed masih mau potong suku bunganya. di amrik sih reksadana bukan hal yg asing spt di indonesia. klao di jsx, pertama sih gue pikir bakal turun setelah ipo mandiri. tapi di radio katanya pemerintah masih mau jual saham bankmadiri lebih dari yg di ipo-kan. lewat pasar, kali yah,,,,,nah kalau begitu yach mungkin masih di maintain indexnya. soal ini gue sih gak yakin, cuma tebakan gue doang. tapi kalao regional bull, masa jsx bear??
Multi Quote Quote
tapi kalao regional bull, masa jsx bear?? Seminggu ini buktinya, Human Spider… :wink:
Multi Quote Quote
oppps sorry , postingan gue sebelumnya , gak jelas.
Multi Quote Quote
oppps sorry , postingan gue sebelumnya , gak jelas. . tapi kalao regional bull, masa jsx bear?? kalau gak ada berita buruk di dalam negeri. minggu ini kan tlkm sangat menyebalkan berita nya.
Multi Quote Quote
ini dari investorindonesia.com Jumat, 20 Juni 2003, 10:43 WIB Asia Akan Ikuti Jejak Fed Laporan - Washington, investorindonesia.com Para pembuat kebijakan Federal Reserve tampaknya pasti memangkas tingkat suku bunga jangka pendek pekan depan, The Washington Post Kamis (19/6) melaporkan. Sementara bank-bank sentral di Asia diyakini akan mengikuti langkah pemangkasan Fed tersebut. Satu-satunya pertanyaan yang ada adalah apakah Fed akan memangkas seperempat persen atau setengah persen, dari level 1,25 persen saat ini. Pemangkasan setengah persen tersebut tampak lebih mungkin, yang bila digabungkan dengan pemangkasan tarif pajak penghasilan yang akan muncul dalam gaji para pekerja bulan depan, akan meletakkan perekonomian tersebut di atas jalan yang kuat dan berkelanjutan. Pimpinan Fed Alan Greenspan pertama kali memberikan isyarat bahwa ia sedang merencanakan pemangkasan tingkat suku bunga dilakukan dalam dengar pendapat dengan Kongres tanggal 21 Mei lalu. Ia kemudian menyebut langkah tersebut sebagai “penghapusan jaminan”. Sejumlah pejabat Fed lainnya telah mengungkapkan pandangan serupa dalam beberapa pekan terakhir. Pemangkasan tingkat suku bunga pekan depan oleh bank sentral terkuat dunia tersebut akan menjadi yang ke-13 kali sejak Januari 2001 menjelang resesi saat target tingkat suku bunga berada pada 6,5 persen, laporan tersebut menuturkan. Diikuti Asia Sebagian besar negara-negara Asia diperkirakan mengikuti jejak pemangkasan bunga pinjaman AS pekan depan, dengan harapan dapat mendongkrak ekonomi dan melindungi pasar ekspor utama mereka. Pasar percaya Federal Reserve akan memangkas suku bunga federal pada pertemuan 24-25 Juni mendatang. Jika Fed merealisasi pemangkasan, maka Hongkong, yang mata uangnya di-peg terhadap dolar AS, hampir dipastikan akan mengikuti jejak AS. Bank sentral Taiwan melakukan pertemuan sehari setelah sidang Fed dan dipastikan akan mengikuti jejak Fed juga. Pemangkasan suku bunga terakhir Bank sentral Taiwan dilakukan setelah Fed mengikis bunga pinjamannya November 2002. Sementara itu, Korea telah terlebih dahulu melakukan pemangkasan karena berusaha untuk mendongkrak ekonominya yang terpuruk. Sedangkan penurunan inflasi telah membuat Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga SBI hingga di bawah 10 persen. Pemangkasan suku bunga yang dilakukan Fed akan memberikan peluang besar bagi kedua negara tersebut untuk melakukan pemangkasan lagi. Di lain pihak, Otoritas Moneter Singapura akan mengadakan kajian kebijakan bulan depan, yang tetap mempertahankan kebijakannya selama mewabahnya virus SARS hingga pertemuan Juli mendatang. Pemangkasan suku bunga telah dilakukan Malaysia saat mereka meluncurkan paket stimulus fiskal bulan lalu dan Malaysia dipastikan tidak akan mengambil langkah itu lagi. Sedangkan bank sentral Filipina mengungkapkan untuk tidak serta merta mengikuti jejak Fed, meski telah memberikan pemangkasan de facto dengan cara melonggarkan kondisi moneternya bulan lalu. Bahkan, imbuh analis, Thailand, yang tumbuh 6,7 persen sepanjang 12 bulan hingga Maret lalu, dapat memangkas suku bunganya Pemangkasan bunga tersebut akan melonggarkan cash flow bagi korporasi-korporasi AS. Jika sinyal pemulihan berlanjut, korporasi itu akan menggunakan dana ekstra mereka untuk investasi, atau mungkin meningkatkan kapasitas pabrikan di Asia. “Terjadinya kebangkitan dalam perputaran fixed investment di AS atau secara global, akan mendorong bangkitnya sektor teknologi informasi, yang dapat mendongkrak perdagangan Asia,” jelas Sailesh Jha, ekonom senior regional di DBS Bank, Singapura. “Itulah mengapa kami mencari kenaikan aktivitas perekonomian Asia pada akhir tahun 2003 dan awal tahun 2004.” Sejauh ini, para pembuat kebijakan di Asia dipastikan tetap mempertahankan ‘dua jalur’, yang telah mereka gunakan tahun ini untuk mendukung ekonomi mereka, yaitu dengan membatasi gain mata uang mereka dan berupaya untuk membangkitkan permintaan domestik. Selain itu, pemberian kredit yang lebih mudah dapat membantu menstimulasi daya beli, yang telah terpukul oleh SARS. Namun demikian, di beberapa kawasan Asia, terjadi ekses likuiditas dalam sistem perbankan dan ketidaksanggupan untuk memberi kredit. “Saya rasa, alasan utama mereka mengikuti jejak Fed adalah daya saing valas,” papar Jan Lambregts, kepala riset dan pasar keuangan Rabobank di Asia. Kamis pagi (19/6), satu-satunya mata uang Asia yang menguat lebih dari 0,5 persen terhadap dolar AS tahun ini adalah rupiah Indonesia dan baht Thailand. Pada periode yang sama, euro telah menguat lebih dari 10 persen. (uzi/c36) epeknya apa ya ke bursa saham ??? smile
Multi Quote Quote
BUY EQUITY
Multi Quote Quote
Bursa saham akan penuh gula-gula dan bubble-bubble… Ini cuplikan dari artikelnya Bung Indi: “terjadi ekses likuiditas dalam sistem perbankan dan ketidaksanggupan untuk memberi kredit.” (padahal likuiditas tersebut adalah pinjaman dari para nasabah dengan beban bunga yang harus dibayar sehingga bank harus mencari cara lain untuk memutar uang selain memberi kredit.) Likuiditas bank tinggi -> yang mau kredit sedikit -> suku bunga kredit turun -> suku bunga tabungan turun -> orang males nabung -> orang pegang cash banyak -> orang sering belanja -> bisnis marak -> orang banyak buka bisnis baru -> mungkin ada yang IPO -> profit bisnis naik -> EPS naik -> harga saham naik -> index saham gabungan naik -> dana-dana masuk bursa -> index saham naik lagi
Multi Quote Quote
Setuju dengan Bung Arkad …cuma eksesnya tidak akan terjadi dalam sekejap…… Katanya…katanya looooo……menurut penelitian empiris efek dari turunnya suku bunga terhadap perekonomian akan terjadi dalam 6 bulan ke depan. BI nurunin SBI…tidak serta merta bank2 menurunkan suku bunga kredit…perlu adjustment time….. Jadi wajar IHSG turun dulu…(Kapan?…..sekitar Juli ???)…untuk naik lagi lebih tinggi…… Kalau turunan kemarin itu karena ekses sentimen TLKM doang…masih banyak emiten yang RUPSnya belum kelar…..
Multi Quote Quote
Dari beberapa laporan keuangan….., sudah waktunya pindah sedikit-sedikit ke uang sejati. Tunggu pembahasannya. Oom Indiana Jones, masalah bunga bank dan cerita di koran itu sudah saya bahas sejak tahun lalu, ketika zamannya MSC. Perang bunga bank…., problemnya adalah giant bubble…
Multi Quote Quote
Dari beberapa laporan keuangan….., sudah waktunya pindah sedikit-sedikit ke uang sejati. Betul, segera pindah ke uang sejati, walaupun sudah sedikit terlambat. Perang bunga bank…., problemnya adalah giant bubble… Sekarang ini kondisinya mungkin udah medium bubble ya pak Imam.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...