SMGR, semen yang beku ?

gimana ya prospek smgr? [-o< [-o< [-o< [-o< kok jalan ditempat tuiap hari Kalo boleh saya memberi masukan kepada Anda semua member milis ini, membeli saham itu ibarat kita membeli aset properti. Kita membeli sebuah properti karena kita yakin dengan prospek properti tersebut. Kita juga tidak akan ikut-ikutan menjual jika ada pemilik properti di dekat prorperti milik kita tiba-tiba menjual dengan harga miring entah karena BU atau mau switching ke asset yang lain. Mengapa orang rela dan tahan berinestasi di tanah or properti hingga belasan tahun, sementara kalo investasi di saham baru 6 bulan saja sudah ketar-ketir ?? Kalo ada orang bilang invest di tanah dan properti tidak ada resikonya, saya tidak setuju, karena segala bentuk investasi pasti ada resikonya. Jadi idem dengan properti, investasi di saham juga setali tiga uang, kalo kita yakin dengan fundamental dan propspek bisnis si emiten kenapa kita harus ikut-ikutan jual saham yang kita punya, bahkan kalo perlu kita beli lagi asset emiten tsb jika harganya sedang turun. Ibaratnya, setahun lalu kita beli tanah di suatu tempat dengan harga pasar 1 juta/meter, tau-tau kita sekarang ditawari tanah di sebelah tanah yang kita punya dengan harga hanya 200 ribu/meter (surat-surat juga lengkap) karena yang punya tanah butuh uang mendesak. Apakah kita mendiamkan saja kesempatan memiliki asset ini dengan harga di bawah harga pasar ?? Kalo saya sih, dapat tawaran seperti itu akan saya usahakan untuk membeli tawaran tsb, karena saya yakin dengan prospek lokasi tanah yang saya beli tersebut. Demkian opini dari saya, semoga dapat membantu anda dalam berinvetasi saham dan mohon maaf jika kurang berkenan. Regards, Applause
Multi Quote Quote
ya mudah2an besok naik lah..wa juga gak mau pegang lama2
Multi Quote Quote
gimana ya prospek smgr? [-o< [-o< [-o< [-o< kok jalan ditempat tuiap hari Kalo boleh saya memberi masukan kepada Anda semua member milis ini, membeli saham itu ibarat kita membeli aset properti. Kita membeli sebuah properti karena kita yakin dengan prospek properti tersebut. Kita juga tidak akan ikut-ikutan menjual jika ada pemilik properti di dekat prorperti milik kita tiba-tiba menjual dengan harga miring entah karena BU atau mau switching ke asset yang lain. Mengapa orang rela dan tahan berinestasi di tanah or properti hingga belasan tahun, sementara kalo investasi di saham baru 6 bulan saja sudah ketar-ketir ?? Kalo ada orang bilang invest di tanah dan properti tidak ada resikonya, saya tidak setuju, karena segala bentuk investasi pasti ada resikonya. Jadi idem dengan properti, investasi di saham juga setali tiga uang, kalo kita yakin dengan fundamental dan propspek bisnis si emiten kenapa kita harus ikut-ikutan jual saham yang kita punya, bahkan kalo perlu kita beli lagi asset emiten tsb jika harganya sedang turun. Ibaratnya, setahun lalu kita beli tanah di suatu tempat dengan harga pasar 1 juta/meter, tau-tau kita sekarang ditawari tanah di sebelah tanah yang kita punya dengan harga hanya 200 ribu/meter (surat-surat juga lengkap) karena yang punya tanah butuh uang mendesak. Apakah kita mendiamkan saja kesempatan memiliki asset ini dengan harga di bawah harga pasar ?? Kalo saya sih, dapat tawaran seperti itu akan saya usahakan untuk membeli tawaran tsb, karena saya yakin dengan prospek lokasi tanah yang saya beli tersebut. Demkian opini dari saya, semoga dapat membantu anda dalam berinvetasi saham dan mohon maaf jika kurang berkenan. Regards, Applause Se 7 sekali bung eriyo…beli saham ibarat beli properti krn akan menjadi asset yg berharga juga jika anda berinvestasi dgn jangka waktu 5-10 th kedepan, saya yakin beli saham keuntungannya akan jauh lebih besar drpd beli property. Contoh : Jika anda membeli saham di th 2002 (saat pemerintahan GusDur), terutama b.chip atau 2nd liner tp yg mempunyai fundamental..di saat th 2007 anad sudah bisa melepaskan saham2 tsb dgn minimal keuntungan diatas 200%..bahkan ada yg sampai 10.000%, kalo yg di beli saham TINS pada waktu itu harga 250-300, dan di th.2008 sempat di harga 35.000-36.000. Jelas lebih besar dibandingkan dgn property yg selama 5 th max.100% , itupun di lokasi yg bagus dan likuid u/dijual. Percayalah saham juga bisa di jadikan warisan buat anak cucu seperti halnya property.
Multi Quote Quote
yang penting, waktu belinya. kalau timingnya tepat, bisa jadi emas. kalau timingnya tidak tepat, bisa jadi uang hilang (kalau pakai margin). Kalau anda mau jadi real investor, beli lah saham pada waktu crash. keep beberapa th. akumulasi dari harga sekarang.
Multi Quote Quote
maunya beli simpan cukup seminggu , capek simpan lama2
Multi Quote Quote
Daku jg promosi minta harga murah nih….tolong bantu rencana pembelian daku dgn menjual SMGR di harga 1000-1500 kpdku :smile) :hug: www.mimpi.co.id dengan harga sekarang aja, saya udah loss 1 grand livina. :cry: turut berduka bung harley….tapi kan masih floating loss khan???? khan ada rencana buyback bumn dan smgr termasuk didalamnya untuk harga sekarang valuasi smgr sangat menarik, saya juga rencana masuk koq secara bertahap mulai 1500 sgro bagaimana menurut anda bung harley, setahu saya anda banyak mengikuti perkembangan cpo, masih ada barang di kebun gak???? mohon pencerahannya, tq udah say goodbye to cpo and mining. coba2 masuk ke semen, eh… kecepatan dan kecopetan! smile( anyway, sgro adalah satu2nya emiten swasta yang udah lengkap administrasi buy backnya, jadi besok dia bisa langsung action kalau mau. dananya juga mendukung untuk program tersebut, malah putra sampoerna lagi ikut lirik2 saham bumi! smile
Multi Quote Quote
Supply < Demand …………
Multi Quote Quote
mau dapet 1500?? wah gak bisa hari ini deh…, max penurunan 10% doang. smile
Multi Quote Quote
gimana ya prospek smgr? [-o< [-o< [-o< [-o< kok jalan ditempat tuiap hari Kalo boleh saya memberi masukan kepada Anda semua member milis ini, membeli saham itu ibarat kita membeli aset properti. Kita membeli sebuah properti karena kita yakin dengan prospek properti tersebut. Kita juga tidak akan ikut-ikutan menjual jika ada pemilik properti di dekat prorperti milik kita tiba-tiba menjual dengan harga miring entah karena BU atau mau switching ke asset yang lain. Mengapa orang rela dan tahan berinestasi di tanah or properti hingga belasan tahun, sementara kalo investasi di saham baru 6 bulan saja sudah ketar-ketir ?? Kalo ada orang bilang invest di tanah dan properti tidak ada resikonya, saya tidak setuju, karena segala bentuk investasi pasti ada resikonya. Jadi idem dengan properti, investasi di saham juga setali tiga uang, kalo kita yakin dengan fundamental dan propspek bisnis si emiten kenapa kita harus ikut-ikutan jual saham yang kita punya, bahkan kalo perlu kita beli lagi asset emiten tsb jika harganya sedang turun. Ibaratnya, setahun lalu kita beli tanah di suatu tempat dengan harga pasar 1 juta/meter, tau-tau kita sekarang ditawari tanah di sebelah tanah yang kita punya dengan harga hanya 200 ribu/meter (surat-surat juga lengkap) karena yang punya tanah butuh uang mendesak. Apakah kita mendiamkan saja kesempatan memiliki asset ini dengan harga di bawah harga pasar ?? Kalo saya sih, dapat tawaran seperti itu akan saya usahakan untuk membeli tawaran tsb, karena saya yakin dengan prospek lokasi tanah yang saya beli tersebut. Demkian opini dari saya, semoga dapat membantu anda dalam berinvetasi saham dan mohon maaf jika kurang berkenan. Regards, Applause Setuju 100%, juga saya mau menambahkan, depositi pun beresiko, kalau sampai bank gulung tikar dan tidak dijamian pemerintah maka menguap semua uang kita.
Multi Quote Quote
lumayan lah, tiap hari gain 8%. 6 hari udah balik cuan! :smile)
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...