HMSP ,,,money maker,,,

Tanggal 30 Mei adalah tanggal pembayaran hasil Tender offer HMSP, maka Rp. akan kembali menguat, karena PMI mengkonversi ke Rp. dan IHSG diperkirakan akan mulai menguat lagi, masuknya dana yg diterima Fund Manager dari hasil tender oofer, serta seiring dengan masuknya saham ENRG, BNII, UNVR dan INCO, pada tanggal tersebut ke daftar MSCI.
Multi Quote Quote
Wah, prediksi kita sama Pak BEJ http://www.klubsaham.com/index.php?name=PNphpBB2&file=viewtopic&t=2817 Jadi this is THE TIME TO COLLECT !!!!
Multi Quote Quote
Kinerja Sampoerna 1Q05 Semakin ngebul Kamis, 19 Mei 2005 Jakarta (Indofinanz) - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) selama tiga bulan pertama thaun 2005 berhasil mengantongi penjualan sebesar Rp5,27 trilyun atau meningkat tajam dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2004 senilai Rp4,10 trilyun. Komisaris Utama HMSP yang baru Meteo Pellegrini usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin (18/05), mengatakan, melesatnya penjualan berdampak pada peningkatan laba kotor sekitar 21,2% menjadi Rp1,6 trilyun dari Rp1,36 trlyun. Demikian juga dengan laba usaha yang mendaki dari Rp917 milyar menjadi Rp1,05 trilyun dan laba bersih tercatat sejumlah Rp752 milyar atau melonjak 32,4% ketimbang periode yang sama tahun lalu
Multi Quote Quote
Inikah alasannya dijual ke Phillips Morris ? http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0505/19/153212.htm Kebiasaan Merokok Bisa Dihentikan Lewat Vaksin Sejenis vaksin anti nikotin yang masih dalam tahap pengembangan, ditengarai bisa membantu para perokok menghentikan kebiasannya menghisap tembakau, demikian dilaporkan para peneliti Swiss. Walau masih harus dilakukan beberapa tes lagi, namun percobaan awal yang terhadap para perokok berat menunjukkan bahwa 40 persen pasien berhasil berhenti merokok selama enam bulan setelah menerima vaksin tersebut. Adalah Cytos Biotechnology AG, perusahaan asal Zurich yang menciptakan vaksin anti nikotin. Mereka kini berencana melakukan uji coba tahap III dengan tujuan membuktikan bahwa vaksin ini bukan saja aman, namun juga berkhasiat. Bila percobaan berhasil, perusahaan akan segera menjualnya ke pasaran tahun 2010, ujar Dr. Wolfgang Renner, Chief Executive Cytos. Berbicara dalam pertemuan American Society of Clinical Oncology, akhir minggu lalu, Dr. Jacques Cornuz dari University Hospital Lausanne mengatakan vaksin ini berbasis bacteriophage, sejenis virus yang menyerang bakteri. Cytos merancang vaksin menggunakan bagian protein dari virus, yang direkayasa secara genetis untuk merangsang respon sistem kekebalan terhadap nikotin. Pasien yang mendapat vaksin akan menciptakan antibodi guna menetralisir nikotin. “Ini akan membuat mereka merasa tidak ingin merokok, karena reaksi kecanduan nikotin dihilangkan,” kata Cornuz. Dalam study tahap II, para peneliti yang ingin melihat apakah vaksin ini aman, telah menguji 341 perokok. Dua pertiga diantaranya mendapatkan lima kali vaksinasi dalam berbagai dosis selama empat bulan. Sepertiganya mendapatkan terapi placebo. Semua peserta dianjurkan untuk berhenti merokok. Dalam pengujian respon antibodi, tim Cornuz menemukan beberapa orang memproduksi lebih banyak antibodi dibanding yang lain. Mereka yang menghasilkan antibodi terbanyak setelah mendapat vaksin adalah mereka yang kemudian berhasil berhenti merokok - jumlahnya adalah 57 persen dari peserta. Sedangkan mereka yang mendapat placebo tidak meproduksi antibodi anti-nikotin sama sekali, meski 31 persen diantaranya berhasil berhenti merokok selama 24 minggu. Perlu diketahui, merokok adalah kebiasaan yang bisa menimbulkan ketagihan. Padahal menurut World Health Organization, merokok menjadi penyebab utama penyakit jantung dan kanker, dan membunuh 5 juta orang tiap tahun. Banyak orang menyadari hal ini dan berusaha berhenti merokok, namun kesulitan menghilangkan kebiasaan itu. Oleh karenanya, kehadiran vaksin di atas mungkin akan menjadi suatu alternatif yang menjanjikan di masa mendatang. (Rtr/wsn)
Multi Quote Quote
Philips Moris tidak mengkonversikan Dollarnya secara langsung ke Pasar,karena bisa mengguncang Pasar,tapi menyerahkannya ke Bank Indonesia dgn kurs tertentu,terpantau di Reuter BI telah mengkonversikannya sebagian (bertahap) dilevel 9800 sd 9500,ditambah domplengan dari Fund Manager Amerika yg menjual saham TLK di Amerika ,dikoversi Dollarnya ke Rupiah utk beli TLKM di JKT,so hati hati kalau mereka balik lagi ke Amerika
Multi Quote Quote
Philips Moris tidak mengkonversikan Dollarnya secara langsung ke Pasar,karena bisa mengguncang Pasar,tapi menyerahkannya ke Bank Indonesia dgn kurs tertentu,terpantau di Reuter BI telah mengkonversikannya sebagian (bertahap) dilevel 9800 sd 9500,ditambah domplengan dari Fund Manager Amerika yg menjual saham TLK di Amerika ,dikoversi Dollarnya ke Rupiah utk beli TLKM di JKT,so hati hati kalau mereka balik lagi ke Amerika Kalau memang begitu, aneh juga si BI ini… Kalau BUMN beli USD harus dari BI itu memang wajar supaya Rupiah nggak loyo. Tapi koq jual USD harus via BI juga…?
Multi Quote Quote
mungkin rupiah mau diangkat pelan2 kali .. supaya penguatannya terlihat sustainable …
Multi Quote Quote
Bukan ngangkat pelan2, tapi ya memang cad USD tipis
Multi Quote Quote
siap2 meroket ke area 10rban lagi nih….
Multi Quote Quote
10,000an lagee… :-? Nggak bakalan… :evil smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...