Pengalaman Pribadi

Oom Art……. SELAMAT………….!!! :minum: Apa saham selanjutnya Oom….? smile
Multi Quote Quote
Waduh Bung Chuan…saya mah ga tau soal saham2an gitu Lucu atuh kalo admin nulis soal rumor atau TA smile :minum:
Multi Quote Quote
Buat Bagoes, maap saya jarang online banyak kegiatan, intinya sih sama kurang lebih sama yang dijelaskan speculator, sedangkan soal berapa persen anda bisa tahan dan berapa persen anda mau ambil profit itu dikembalikan ke pada pribadi masing-masing orang. Untuk INKP terus terang saya juga gak nyangka baru tanggal segini udah tembus itu target, saya punya 300 lot, saya udah jual 200 lot, modal saya sudah kembali sebagian kecil jual di harga 305 kebanyakan di harga 300. Dengan cara ini saya dapat INKP 100 lot dengan gratis, karena modal saya sudah balik, ini salah satu cara dalam main saham sehingga kita tidak perlu deg-degan pantau saham lagi, karena yang tersisa bukan saham dari duit kita tapi saham untung kita, sehingga costnya adalah 0 rupiah, kapan-kapan saya coba jelasin degh Buat Indiana Jones dan lain-lainnya terima kasih atas supportnya, saya hanya membuat batas atas dan batas bawah saja, kalo ternyata benar itu merupakan keberuntungan bagi kita semua Buat admin, hehehe boleh lah kalo memang perlu dana tambahan kita bantu-bantu Buat bulan depan saya main GJTL, target 350, cut loss 200, sekali lagi mungkin saya benar mungkin saya salah. Saya mulai kolek dari hari ini, mo nya sih kumpulin 500 lot aja Oke sekali lagi happy trading, semoga sukses, kegagalan itu biasa, yg tidak biasa adalah tidak bisa menerima dan belajar dari kegagalan
Multi Quote Quote
YOU ARE ALL SOOOOO WISE… I LOVE YOU ALL.
Multi Quote Quote
Hehehe akhirnya lewat juga target gjtl nya Special thanks buat nck9999/qiu Bulan ini seh bingung mo rekomen apa, semuanya terbang Jadi giliran saya nih yang minta rekomennya Salam kenal buat semuanya, profit taker, speculator, indiana jones, shizuka, dllnya degh Semoga akhir bulan ini pada tambah SUGIH (KAYA RAYA) hehehe Btw, baru hitung2 nih gainnya udah 500% dari des 2002, i guess it''s time to relax Good luck guys and also good luck for the ladies
Multi Quote Quote
Mr.Art wrote…. Btw, baru hitung2 nih gainnya udah 500% dari des 2002, i guess it''s time to relax WELLDONE ….Mr. Art……….:minum: Next time……BETTER LUCK
Multi Quote Quote
Wah… hebat bung Art! Kalo saya sih nggak pernah ngitungin tuh sudah untung berapa. Yang penting “cash in”. Berbicara mengenai making money at stock market… kok gue merasa nggak pernah cepat puas ya??? Tapi bukan berarti gue nggak relax. Selama ada “project” rasanya kok sayang untuk dilewatkan? Apalagi 3 bulan ini selalu banyak informasi, yang berarti banyak project !!!
Multi Quote Quote
Apa yg salah dengan persiapan yg saya lakukan? Meskipun modal yang saya putarkan tidak besar, transaksi via broker/ sekuritas yg kredibel. Baca koran bisnis tiap hari. Cari informasi emiten. Belajar dan bertanya analisis teknikal kepada yg lebih ahli. Ngitung fundamental. Beli beberapainvestment book terbitan amerika. Sampai dengan company visit..! Saya seorang investor… Stress. Sekaligus penasaran… Ada teman investor (saya menyebutnya tipe supermarket) yg bilang begini : "Punya saham kok sedikit. Makanya, jangan menaruh uang di satu keranjang… sebaiknya punya banyak jenis saham. Pasti ada yg naik dan gain. Yang turun biar saja, nanti juga naik lagi." Apakah itu masalahnya, "jenis saham saya terlalu sedikit???" Namun saya selalu menjadi gelisah bila portofolio saya lebih dari 9 jenis saham… apalagi bila melihat nilai pasarnya terus menyusut Sejalan dengan waktu, otomatis pengalaman (baik pahit atau manis), wawasan dan relasi juga bertambah. Saya semakin menyadari kesalahan dasar yg membuat saya lebih banyak rugi daripada untung. Pada awalnya, saya memandang saham se-olah2 benda mati yg dapat dipahami secara logika, by the book and left brain thinking only. "Bila EPS-nya Rp5000 seharusnya harga sahamnya Rp 35000.." "Ini saham bulan lalu Rp2000 sekarang Rp1500 padahal laporan keuangannya tidak berubah… jadi boleh beli". "Sudah level support, jadi setelah itu pasti naik.." "Kalau turun biar aja, nanti juga naik lagi…" "Gila sehari naik 30%… kemahalan nih, boleh short…" "Beritanya jelek, mestinya turun nih… " dst.dst… Saya masih bersyukur when I was at the bottom, rekening saya tidak sampai menjadi bad debt, sehingga saya masih dipercaya mendapatkan fasilitas margin (funding). Saya semakin menyadari something yang sekarang menjadi kata kunci / prinsip saya : " TREAT A STOCK AS A HUMAN." Analisa keuangan/ fundamental, value, analisa grafik, price, volume, rumours dan informasi, koran, klubsaham… just tools that create by human. Laporan keuangan dapat dimanipulasi, value dapat dimark-up, analisa grafik support-resistance dapat dibikin jebol… mass media dapat dibayar.. the most important is WHO create that? Who the man behind the gun? Bukannya apa, saham apa… bukan senjatanya, toolsnya: laporan keuangannnya, info-nya dll yg harus diperhatikan. Tapi yg penting adalah SIAPA??? Sekarang saya mengambil keputusan bertransaksi lebih kepada "Siapa?" Siapa market makernya, siapa para pemainnya, bagaimana karakter2 mereka. Tools tetap diperhatikan, namun bukan yg utama. Bila saya sudah masuk, saya tidak terlalu peduli lagi pada harga berapa saya beli. Saya lebih fokus pada apakah SIAPA (somebody) itu berubah pikiran? atau menjadi siapa yg lain? Apakah merubah trend? Atau kalau perlu dan mampu sekalian saja ciptakan siapa-nya itu adalah saya/ anda sendiri! Terus terang saya tidak sehebat itu menjadi ‘'somebody’' (baca: market maker/bandar at one stock.) Dan saya cuma mempertaruhkan 5% from price. Bila harganya sudah merugi 5% peduli setan buang dulu baru cari informasi kenapa hal tsb dapat terjadi? Sebab biasanya bila kita cari tahu dulu kenapa suatu saham turun… too late in the market and in our mind!!! And I realize that I''m not an Investor. Beli simpan lama2, (apalagi saham yg turun) mengharap dividen, dan punya banyak jenis saham membuat saya tidak tenang. Sebab dana saya terbatas dan kemampuan kendali untuk memantau banyak saham juga terbatas. Lagipula, dari pengamatan saya, kondisi dan karakter orang di indonesia yg tidak/ belum mendukung untuk sukses berinvestasi di pasar modal. Hukum masih bisa dibeli. Korupsi dan manipulasi sudah biasa. Kondisi politik blm stabil. Belum ada pemimpin negri yg karismatik yg dapat membawa perubahan radikal ke arah yg lebih baik. So… now I come in the market just to survive, sekadar cari makan, meskipun cita2 jangka panjang becoming rich from the market (itu impian kita semua, bukan?). Saya lebih nyaman pegang uang. Pegang jenis saham paling banyak 6. 80%portofolio untuk SSSM. Sisanya 20% SSSB atau sekalian SSST. Saya kapok jadi "investor kepepet" = pegang saham karena harganya turun dan tidak berani cut loss. Orang-orang bilang cara saya = spekulasi. Ah, whatever… as long as I dont break the rule and make profit. Seperti bung sonny katakan, ya… yg salah bukan monitornya tapi actionnya… gue rugi salah gue… Mana ada sih bung TC Inv. kalo spekulasi saham nikmati untung terus? Yg penting kan bisa lebih banyak untungnya daripada ruginya. So far in progress balik modal… Semoga - khususnya bagi para pemula dan yg sudah kapok spekulasi saham - pengalaman saya di atas dapat diambil manfaatnya. Yg blm modalnya tinggal 50% jangan jadi sampai 10% atau minus. Terima kasih juga untuk saran dan kritik anda. Forget the past, realize now, see the future. Bertanya, bertanya, bertanya. Kerja, kerja,kerja… thanks bung spec anda benar2 menginspirasi saya….saya pengen kayaaaaaaaaaaaaaaa :cry:
Multi Quote Quote
Main di BEJ semestinya tidak ada CUT LOSE Kecuali: a. Anda main pakai Margin b. Anda masuk memang pada saat harga sangat tinggi (spekulatf) dan TREND sudah berbalik arah. Jadi sebelum mengambil tindakan, kenali dulu model dan psikologi trading Anda sendiri. "Kenalli dulu diri sendiri, maka Anda sudah 50% memang di BEJ" :cry: Yg mesti dikenali: a. Apakah anda kuat di bidang Analisa Technical (Jika Anda kuat maka Anda bisa lebih konfiden dalam mengambil aksi, kalau tidak kuat, sering baca KSC) b. Apakah anda kuat dari sisi Finansial (Jika Anda harus pinjam untuk jual beli, maka Anda secara prikologis selalu akan tertekan, kecuali Anda sudah berencana dari awal untuk ngemplang hutang smile ) c. Apakah Anda terlalu berharap dapat membeli BMW dari investasi 20 juta ???? !!! smile (Size Does MATTER, kalau anda berencana beli BMW dari Investasi saham, Anda harus invest 200 juta agar bisa beli mobil seharga 300 juta, jangan mimpi dengan 20 juta. Dengan Rp 20 juta cukuplah kalau profit 5 juta, HP 2 biji sudah sangat baik !!!) d. Apakah Anda ada Trader yg benar-benar menganggap saham sebagai "barang dagangan" sehingga aksi ambil untung biasa dan gampang dilakukan tanpa harus "berperasaan" profit terlalu kecil. (Jika anda menganggap Saham sebagai sesuatu yg "wah", sesuatu yg sangat hebat dan terlalu menjagokan saham tetentu, maka Anda hanya akan jadi Korban. Anda harus menyesuaikan diri dengan pasar. Kalau dipasar orang menggunakan mobil F1, anda pakai Bajaj, sorry..sorry saja Anda bakal selalu menempatkan diri anda dalam bahaya dan selalu tertinggal dibelakang) e. Apakah Anda benar-benat Tekun pada bidang ini? (Ingat dipasar selalu Ada yg bermain dengan tekun, kalau Anda tidak tekun dan serius, sebaiknya pilih alternatif lain pengelolaan keuangan, antaran lain memanfaatkan kelompok investor Klubsaham. anda juga luarbiasa…great job man :applause:
Multi Quote Quote
Apa yg salah dengan persiapan yg saya lakukan? Meskipun modal yang saya putarkan tidak besar, transaksi via broker/ sekuritas yg kredibel. Baca koran bisnis tiap hari. Cari informasi emiten. Belajar dan bertanya analisis teknikal kepada yg lebih ahli. Ngitung fundamental. Beli beberapainvestment book terbitan amerika. Sampai dengan company visit..! Saya seorang investor… Stress. Sekaligus penasaran… Ada teman investor (saya menyebutnya tipe supermarket) yg bilang begini : "Punya saham kok sedikit. Makanya, jangan menaruh uang di satu keranjang… sebaiknya punya banyak jenis saham. Pasti ada yg naik dan gain. Yang turun biar saja, nanti juga naik lagi." Apakah itu masalahnya, "jenis saham saya terlalu sedikit???" Namun saya selalu menjadi gelisah bila portofolio saya lebih dari 9 jenis saham… apalagi bila melihat nilai pasarnya terus menyusut Sejalan dengan waktu, otomatis pengalaman (baik pahit atau manis), wawasan dan relasi juga bertambah. Saya semakin menyadari kesalahan dasar yg membuat saya lebih banyak rugi daripada untung. Pada awalnya, saya memandang saham se-olah2 benda mati yg dapat dipahami secara logika, by the book and left brain thinking only. "Bila EPS-nya Rp5000 seharusnya harga sahamnya Rp 35000.." "Ini saham bulan lalu Rp2000 sekarang Rp1500 padahal laporan keuangannya tidak berubah… jadi boleh beli". "Sudah level support, jadi setelah itu pasti naik.." "Kalau turun biar aja, nanti juga naik lagi…" "Gila sehari naik 30%… kemahalan nih, boleh short…" "Beritanya jelek, mestinya turun nih… " dst.dst… Saya masih bersyukur when I was at the bottom, rekening saya tidak sampai menjadi bad debt, sehingga saya masih dipercaya mendapatkan fasilitas margin (funding). Saya semakin menyadari something yang sekarang menjadi kata kunci / prinsip saya : " TREAT A STOCK AS A HUMAN." Analisa keuangan/ fundamental, value, analisa grafik, price, volume, rumours dan informasi, koran, klubsaham… just tools that create by human. Laporan keuangan dapat dimanipulasi, value dapat dimark-up, analisa grafik support-resistance dapat dibikin jebol… mass media dapat dibayar.. the most important is WHO create that? Who the man behind the gun? Bukannya apa, saham apa… bukan senjatanya, toolsnya: laporan keuangannnya, info-nya dll yg harus diperhatikan. Tapi yg penting adalah SIAPA??? Sekarang saya mengambil keputusan bertransaksi lebih kepada "Siapa?" Siapa market makernya, siapa para pemainnya, bagaimana karakter2 mereka. Tools tetap diperhatikan, namun bukan yg utama. Bila saya sudah masuk, saya tidak terlalu peduli lagi pada harga berapa saya beli. Saya lebih fokus pada apakah SIAPA (somebody) itu berubah pikiran? atau menjadi siapa yg lain? Apakah merubah trend? Atau kalau perlu dan mampu sekalian saja ciptakan siapa-nya itu adalah saya/ anda sendiri! Terus terang saya tidak sehebat itu menjadi ‘'somebody’' (baca: market maker/bandar at one stock.) Dan saya cuma mempertaruhkan 5% from price. Bila harganya sudah merugi 5% peduli setan buang dulu baru cari informasi kenapa hal tsb dapat terjadi? Sebab biasanya bila kita cari tahu dulu kenapa suatu saham turun… too late in the market and in our mind!!! And I realize that I''m not an Investor. Beli simpan lama2, (apalagi saham yg turun) mengharap dividen, dan punya banyak jenis saham membuat saya tidak tenang. Sebab dana saya terbatas dan kemampuan kendali untuk memantau banyak saham juga terbatas. Lagipula, dari pengamatan saya, kondisi dan karakter orang di indonesia yg tidak/ belum mendukung untuk sukses berinvestasi di pasar modal. Hukum masih bisa dibeli. Korupsi dan manipulasi sudah biasa. Kondisi politik blm stabil. Belum ada pemimpin negri yg karismatik yg dapat membawa perubahan radikal ke arah yg lebih baik. So… now I come in the market just to survive, sekadar cari makan, meskipun cita2 jangka panjang becoming rich from the market (itu impian kita semua, bukan?). Saya lebih nyaman pegang uang. Pegang jenis saham paling banyak 6. 80%portofolio untuk SSSM. Sisanya 20% SSSB atau sekalian SSST. Saya kapok jadi "investor kepepet" = pegang saham karena harganya turun dan tidak berani cut loss. Orang-orang bilang cara saya = spekulasi. Ah, whatever… as long as I dont break the rule and make profit. Seperti bung sonny katakan, ya… yg salah bukan monitornya tapi actionnya… gue rugi salah gue… Mana ada sih bung TC Inv. kalo spekulasi saham nikmati untung terus? Yg penting kan bisa lebih banyak untungnya daripada ruginya. So far in progress balik modal… Semoga - khususnya bagi para pemula dan yg sudah kapok spekulasi saham - pengalaman saya di atas dapat diambil manfaatnya. Yg blm modalnya tinggal 50% jangan jadi sampai 10% atau minus. Terima kasih juga untuk saran dan kritik anda. Forget the past, realize now, see the future. Bertanya, bertanya, bertanya. Kerja, kerja,kerja… saya benar termotivasi…im burning nowww…uwaaaahhhhh…ayo trading trading trading trading trading trading trading trading :tembak: :tembak: :tembak: :tembak: :tembak: :tembak:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...