Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (13/1), dibuka mixed, berusaha melanjutkan penguatan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street, yang sebelumnya melemah pada penutupan bursa saham utama Eropa. Perkembangan kasus infeksi virus korona masih menghantui investor. Investor juga mengamati upaya Partai Demoikrat AS untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump. IndeksMSCIAsia-Pasifik ex-Jepang naik 0,16%. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeksASX 200,Australia sebesar 0,2%, dan berlanjut turun 0,23% (-15,30 poin) menjadi 6.663,80 pada pukul 8:15 WIB. IndeksKospi, Korea Selatan dibuka naik 0,22%, dan berlanjut menguat 0,21% menjadi 3.140,45. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang mempertahankan laju 0,1% (29,54 poin) di posisi 28.193,88, setelah dibuka menguat 0,1% dan Topix bertambah 0,1%. Pemerintah Jepang dikabarkan sedang mempersiapkan untuk memperluas status darurat di sejumlah area, setelah Tokyo dan tiga area di sekitarnya. IndeksHang Seng, Hongkong dibuka naik 0,33% (94,19 poin) ke level 28.370,94 pada pukul 8:35 WIB.IndeksShanghai Composite, China turun tipis 0,09% di posisi 3.604,97. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil melanjutkan tren bullishpada sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,2% menjadi 6.395. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange melaju 0,98% menjadi USD24,62. Beberapa analis memperkirakan pergerakanIHSGhari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan, namun secara teknikal rentan melemah. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation,namun bergerak menjenuh sehingga berisiko terkoreksi. Tim Riset Indo Premier berpendapat, dimulainya program vaksinasi nasional secara resmi yang diharapkan akan mampu mengakhiri pandemi Covid19,dan memulihkan ekonomi di Indonesia, serta naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel,timah, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif. IHSGdiprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 6,355 dan resistance di level 6,435. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]ASRI[/url](Buy). Support: Rp264, Resist: Rp292,[url=]INCO[/url](Buy). Support: Rp6,250, Resist: Rp6,700, [url=]TINS[/url](Buy). Support: Rp1,760, Resist: Rp1,860,[url=]JSMR[/url](Buy). Support: Rp4,420, Resist: Rp4,580. [/li][li]ETF:[url=]XIIF[/url](Buy). Support: Rp631, Resist: Rp643,[url=]XIJI[/url](Sell). Support: Rp661, Resist: Rp679, [url=]XISR[/url](Sell). Support: Rp399, Resist: Rp407. [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi tadi berakhir cenderung menguat, pedagang mempertimbangkan imbal hasil yang lebih tinggi, kemungkinan stimulus, dan gejolak politik di Washington. Imbal hasil US Treasury 10-tahun sempat diperdagangkan di 1,187%, level tertinggi sejak Maret, sebelum turun kembali menjadi 1,13%. Imbal hasil surat utang bertenor 30 tahun naik menjadi 1,88% menembus level tertinggi Maret 2020. Imbal hasil meningkat sejak Demokrat mengamankan mayoritas di DPR dan Senat, membuka pintu bagi stimulus fiskal tambahan. Partai Demokrat di DPR AS berupaya memakzulkan Presiden AS Donald Trump karena dianggap menghasut massa yang menyebabkan kerusuhan di Capitol Hill. Sejumlah perusahaan media sosial membekukan akun Trump dari platform mereka. Saham Twitter anjlok 2,4%, merosot 8,6% pekan ini. Facebook rontok 6,2% pekan ini. Saham Goldman Sachs melesat 2,9%, JPMorgan Chase dan Bank of America melonjak 1,6% dan 1,8%. Charles Schwab melejit 1,6% dan mencapai level tertinggi sepanjang masa. Namun saham raksasa teknologi menahan laju indeks. Saham Facebook anjlok 2,2%, sedangkan Alphabet, Microsoft dan Apple merosot lebih dari 1%. [list][li]Dow Jones Industrial Average menguat 0,19% (60 poin) menjadi 31.068,69.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite bertambah 0,28% (36 poin) ke level 13.0720,43.[/li][li] [/li][li]SP 500 naik tipis 0,04% (1,58 poin) di level 3.801,19.[/li][/list]Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir cenderung melemah, dengan menempatkan indeks bursa saham utama Eropa di zona merah. Investor tetap fokus pada perkembangan seputar virus korona dan kondisi politik AS, setelah Partai Demokrat di DPR,mengupayakan pemakzulan terhadap Trump, dan mendorong pengambilan suara pada pekan ini. IndeksSTOXX600sedikit bertambah, 0,05% menjadi 408,61, dipimpin lompatan harga saham sektor otomotif sebesar 1,7%. Saham utilitas anjlok 1,5%. Saham apotek online Swiss, Zur Rose Group, melambung 14,9% setelah Bank of America merekomendasi "beli". Saham games Workshop anjlok 6,7% setelah hasil semester pertama yang lemah. Temenos terperosok 4,5% setelah Credit Suisse men-downgrade perusahaan perangkat lunak perbankan asal Swiss itu menjadi "underperform" [list][li]DAX 30 Jerman melemah 0,08% (-11,60 poin) menjadi 13.925,06.[/li][li] [/li][li]FTSE 100 Inggris merosot 0,65% (-44,37 poin)ke level 6.754,11.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Prancis turun 0,20% (11,46 poin) menjadi 5.650,97.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Reli yang didorong lonjakan imbal hasil US Treasury, tampaknya mulai kehabisan tenaga. Pasar valas menunjukkan minat yang kuat untuk mata uang berisiko seperti dolar Australia dan Selandia Baru, serta sebagian besar mata uang emerging market.Imbal hasil US Treasury diperdagangkan lebih rendah, karena permintaan yang kuat untukbenchmarkUS Treasury10 tahun sebesar USD38 miliar, membuat para pedagang menutupshort position, yang membalikkan kenaikan awal imbal hasil. Poundsterling melonjak terhadap euro dan dolar karena komentar dari Gubernur Bank of England tentang kelangsungan suku bunga negatif mengurangi beberapa ekspektasi suku bunga di bawah nol di Inggris. Euro menguat, langkah-langkah penguncian baru di seluruh Eropa untuk melawan gelombang kedua Covid-19 memicu kekhawatiran "resesi double-dip" di kawasan tersebut. Indeks Dolar (Indeks DXY), yang kurs mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,44% menjadi 90,074. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.22070.00000.00%6:28 PMPoundsterling (GBP-USD)1.36640.00000.00%6:28 PMYen (USD-JPY)103.780.02+0.02%6:28 PMYuan (USD-CNY)6.4636-0.0178-0.27%10:29 AMRupiah (USD-IDR)14,130.005.00+0.04%2:59 AM Sumber : Bloomberg.com, 12/1/2021 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi ditutup menguat. Harga Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak Februari di USD56,75 per barel. Kenaikan tersebut didukung rencana Saudi untuk memangkas produksi dengan tambahan 1 juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret sebagai bagian dari kesepakatan yang dimotori OPEC . Sebagian besar produsen akan mempertahankan output tetap stabil pada Februari. Kekhawatiran dampak meluasnya lockdown untuk membatasi penyebaran virus korona menghambat kenaikan harga minyak. Rilis Badan Informasi Energi melaporkan produksi minyak mentah AS diperkirakan menyusut 190.000 bph pada 2021 menjadi 11,1 juta bph, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, 240.000 bph. Harga WTI menguat karena ekspektasi penurunan stok minyak mentah AS pekan lalu, sebesar 2,7 juta barel, penyusutan pekan kelima berturut-turut. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent naik 92 sen (1,7%) menjadi USD56,58 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI naik 96 sen (1,8%)menjadi USD53,28 per barel.[/li][/list]Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, meski harga emas di pasar spot menguat, dalam sesi perdagangan yang berombak. Spot emas menguat didukung pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury. Prospek inflasi yang lebih tinggi didorong lebih banyak stimulus fiskal AS juga mendukung harga emas. Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dihasilkan dari stimulus yang meluas. Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membebani potensi emas, karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga. Harga logam lainnya; perak melonjak 2,3% menjadi USD25,49 per ounce, platinum melambung 3,3% menjadi USD1.065,42, dan paladium naik 0,4% menjadi USD2.381,18. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.848,31 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka turun 0,4% menjadi USD1.844,20 per ounce.[/li][li] [/li][/list](AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote