Bursa Pagi: Ikuti Wall Street Asia Dibuka Menguat, IHSG Berpotensi Menghijau

Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (30/7) dibuka menghijau, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street, setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuannya. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,25%. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeksASX 200, Australia sebesar 0,69%, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks bergerak melaju 0,68% (41,00 poin) ke level 6.047,40 pada pukul 8:15 WIB. IndeksKospi, Korea Selatan juga dibuka meningkat 0,67%, di tengah lonjakan harga saham Samsung Electronics lebih dari 1% setelah melaporkan kenaikan laba operasi kuartalan sebesar 23%. Indeks naik 0,46% ke posisi 2.273,48. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang menguat 0,28% (63,37 poin) menjadi 22.460,48, setelah dibuka naik 0,42%, dan Topix menguat 0,31%, setelah riis data awal penjualan ritel Jepang periode Juni yang melorot 1,2% (yoy). Lanjutkan tren positif, indeksHang Seng, Hongkong dibuka naik0,39% (96,10 poin) ke posisi 24.979,24 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China dibuka menguat 0,15% menjadi 3.299,57. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Asia dan Wall Street, setelah gagal melepaskan diri dari tekanan aksi jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,04% menjadi 5.111. Perdagangan ETF saham Indonesia di bursa Wall Street (EIDO) turun 0,16% menjadi USD18,95. Beberapa analis memperkirakan pergerakanIHSGhari ini berpotensi berbalik arah ke zona hijau berusaha mempertahankan tren bullishjangka menengah. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal positif potensi penguatan di area netral. Tim Riset Indo Premier berpendapat, keputusan The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga di kisaran nol persen dan komitmennya untuk mendukung proses pemulihan ekonomi,diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya hampir semua komoditas kecuali timah berpeluang menjadi tamban katalis positif bagi indeks. Investor juga akan mencermati laporan keuangan emiten yang mulai dirilis. IHSGdiprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 5,070 dan resistance di level 5,150. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]LSIP[/url](Buy). Support: Rp970, Resist: Rp1,015,[url=]UNVR[/url](Buy). Support: Rp8,150 Resist: Rp8,350, [url=]BTPS[/url](Buy). Support: Rp3,270 Resist: Rp3,600,[url=]GGRM[/url](Buy ). Support: Rp48,450 Resist: Rp51,100. [/li][li]ETF:[url=]XIJI[/url](Buy). Support: Rp555, Resist: Rp566,[url=]XPES[/url](Buy on Weakness). Support: Rp347, Resist: Rp352,[url=]XISC[/url](Buy). Support: Rp531, Resist: Rp542.[/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi ini berakhir menguat. Harga saham sektor teknologi melesat dan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah, sesuai prediksi. Pernyataan komite pembuat kebijakan The Fed mengatakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja di Amerika "meningkat dalam beberapa bulan terakhir namun tetap jauh di bawah level awal tahun." Permintaan yang lebih lemah dan harga minyak yang secara signifikan lebih rendah menahan inflasi harga konsumen. Secara keseluruhan kondisi keuangan dinilai membaik dalam beberapa bulan terakhir. Facebook, Amazon, Apple dan Alphabet meningkat lebih dari 1%, ketika para CEO perusahaan tersebut bersaksi di Parlemen AS setelah penyelidikan praktik anti-persaingan. Saham Big Tech mencatat kinerja terbaik tahun ini. Facebook dan Alphabet melambung lebih dari 13% (ytd), Amazon meroket 64,2%, dan Apple melesat Apple 29,5%. General Electric dan Boeing mencatatkan kerugian dalam rilis angka kuartalan terbaru, harga saham masing-masing anjlok 4,4% dan 3%. Saham Advanced Micro Devices melonjak lebih dari 12,5%. Starbucks naik lebih dari 3% meski mengalami kerugian selama kuartal ketiga tahun fiskal. [list][li]Dow Jones Industrial Average naik 0,61% (160,29 poin) menjadi 26.539,57.[/li][li] [/li][li]SP 500 melonjak 1,24% (40,00 poin) ke posisi 3.258,44.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite melesat 1,35% (140,85 poin) ke level 10.542,94.[/li][/list]Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan Federal Reserve AS. Pasar Eropa berfluktuasi sepanjang sesi setelah negara di seluruh dunia melaporkan kenaikan dalam kasus virus korona, sementara paket bantuan terbaru AS menemui jalan buntu di Washington. IndeksSTOXX600turun tipis 0,06% menjadi 367,45. Saham Deutsche Bank melorot 2,5%, meski melaporkan rugi bersih lebih kecil dari ekspektasi. Saham Barclays melonjak 6% karena membukukan laba bersih untuk paruh pertama 2020. Perusahaan IT Prancis, Sopra Steria, dan perusahaan rekayasa teknik, Spie melonjak lebih dari 12%, setelah mengalahkan ekspektasi pendapatan dan laba semester pertama. Saham Orion rontok hampir 12% setelah gagal dalam uji coba fase ketiga obat ALS. Network International jatuh lebih dari 10%. [list][li]FTSE 100 Inggris naik tipis 0,04% (2,20 poin) di posisi 6.131,46.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Prancis meningkat 0,61% (29,80 poin) ke level 4.958,74.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Jerman melemah 0,10% (-13,02 poin) menjadi 12.822,26.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup lebih rendah, setelah sempat menukik ke level terendah dua tahun, setelah The Fed mengulangi janji untuk menggunakan "berbagai perangkat" kebijakan guna mendukung perekonomian AS. The Fed juga tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol selama diperlukan agar ekonomi pulih kembali. Bank sentral AS juga mengkekhawatirkan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja masih "jauh di bawah levelnya pada awal tahun ini." Analis mengatakan, prospek dolar tetap rendah karena perbedaan tren kasus infeksi virus korona antara AS dan Eropa. Euro menguat ketika angka kematian akibat wabah virus korona di AS melampaui 150.000, atau hampir seperempat dari total dunia. Dolar juga melemah terhadap yen, poundstreling, frank dan dolar Aussie. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs greenbackterhadap sekeranjang mata uang enam negara maju, turun 0,26% menjadi 93,45, setelah merosot ke posisi 93,17, level terlemah sejak Juni 2018. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.1787-0.0005-0.04%7:27 PMPoundsterling (GBP-USD)1.2987-0.001-0.08%7:27 PMYen (USD-JPY)105.030.11+0.10%7:27 PMYuan (USD-CNY)7.00180.0010+0.01%11:29 AMRupiah (USD-IDR)14,542.507.50+0.05%3:55 AM Sumber : Bloomberg.com, 30/7/2020 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat. Persediaan minyak mentah AS menurun tajam, namun rekor harian kasus virus korona di seluruh dunia menghambat kenaikan harga minyak. Badan Informasi Energi AS menyebutkan persediaan minyak mentah AS menyusut 10,6 juta barel, pekan lalu, menjadi 526 juta barel, penurunan terbesar sejak Desember. Net impor minyak mentah AS turun 1 juta bph menjadi 1,9 juta bph. Federal Reserve berjanji untuk terus membantu menopang perekonomian, memberikan dukungan pada minyak. Tapi sikap beberapa anggota Partai Republik yang tidak menyetujui rencana partai mereka sendiri untuk menyediakan dana bantuan yang baru senilai USD1 triliun, menyebabkan kebuntuan lain upaya AS untuk mengatasi dampak virus korona pada perkenomian AS. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 53 sen (1,2%) menjadi USD43,75 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI naik 23 sen (0,6%) menjadi USD41,27 per barel.[/li][/list]Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi bergerak menguat, setelah The Fed memutuskan tidak menaikkan suku bunga mendekati nol. Pasar sempat menahan diri menjelang keputusan rapat kebijakan The Fed di tengah ketidakpastian keputusan paket bantuan virus korona di Kongres AS. Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya dan Kongres AS masih terpisah jauh terkait RUU bantuan virus korona, dan menunjukkan dia tidak terburu-buru untuk melakukan kesepakatan. Analis mengatakan, meski lingkungannya tetap mendukung bagi bullion, jika pasar meyakini kemungkinan mundurnya stimulus akan menjadi kekecewaan dan ancaman terbesar bagi pasar emas saat ini. Paket stimulus besar-besaran untuk membantu ekonomi yang terpukul akibat pandemi dan lingkungan suku bunga yang rendah membantu mendorong harga emas melambung lebih dari 29% sepanjang tahun ini. Kepemilikan ETF emas, SPDR Gold Trust naik 0,7% menjadi 1.243,12 ton pada Selasa lalu, berada di level tertinggi lebih dari tujuh tahun. Harga logam mulai lainnya; perak merosot 1,5% menjadi USD24,20 per ounce, platinum anjlok 2,2% menjadi USD927,45, dan palladium menyusut 5% menjadi USD2.168,35. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD1.979,53 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka naik 0,4% menjadi USD1.953,4 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...