Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (25/6), dibuka terpeleset ke zona merah, terseret kejatuhan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Indeks saham global tertekan oleh lonjakan kasus baru infeksi virus korona di banyak negara dan upaya Washington untuk menerapkan bea masuk baru pada sejumlah produk dari Uni Eropa. IMF mengubah prakiraan kontraksi PDB global 2020 menjadi 4,9% dari 3%. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,44%. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeksASX 200, Australia sebesar 0,91%. Indeks berlanjut merosot 0,97% (-58,00 poin) ke posisi 5.907,70 pada pukul 8:10 WIB. IndeksKospi, Korea Selatan, dibuka terpeleset 1,32%, dan berlanjut anjlok 1,04% ke level 2.138,99. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang bergerak turun 0,57% (-128,05 poin) menjadi 22.406,27, setelah dibuka tergelincir 0,77%, dan Topix melorot 0,7%. Bursa saham China dan Hongkong hari tutup karena libur nasional. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil bermanuver di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 1,75% ke level 4.964. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange menguat 0,22% menjadi USD18,59. Beberapa analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini diperkirakan akan berusaha mempertahankan posisinya di zona hijau dengan dukungan teknikal yang cukup kuat. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan pola bullish mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan. Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global yang dipicu oleh lonjakan kasus baru covid-19 di beberapa negara bagian AS dan turunnya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu keputusan pemerintah untuk menempatkan dananya di bank umum dalam rangka percepatan pemulihan perekonomian akan menjadi sentimen positif untuk indeks. IHSGdiprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 4,865 dan resistance di level 5,070. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]BBNI[/url](Buy). Support: Rp4,410, Resist: Rp5,025,[url=]WIKA[/url](Buy). Support: Rp1,220 Resist: Rp1,290, [url=]BMRI[/url](Buy). Support: Rp4.890 Resist: Rp5,400,[url=]ISAT[/url](Buy on Weakness). Support: Rp2,320 Resist: Rp2,430. [/li][li]ETF:[url=]XIIF[/url](Buy). Support: Rp440, Resist: Rp470,[url=]XISR[/url](Buy). Support: Rp310, Resist: Rp328, [url=]XIPI[/url](Buy). Support: Rp133, Resist: Rp141. [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi tadi ditutup menurun tajam, tertekan oleh meningkatnya jumlah kasus baru virus korona sehingga mengurangi harapan pemulihan ekonomi. Analis mengatakan, lonjakan infeksi membebani peluang terpilihnya kembali Presiden Donald Trump dan memperkuat kasus untuk stimulus fiskal yang lebih besar dari Kongres. Wall Street terjungkal ke posisi terendah pada sesi Rabu, setelah Florida melaporkan angka kasus terbaru Covid-19 yang mencatatkan rekor lonjakan 5.508 sehingga menjadi 109.014 pada Selasa lalu. California juga mengalami lonjakan drastis dengan rekor kenaikan lebih dari 7.000 kasus. Di Texas, jumlah kasus Covid-19 meningkat 5.489. Saham maskapai penerbangan berguguran. United Airlines rontok 8,3%. Delta, American, dan Southwest semuanya merosot lebih dari 7%. Saham Carnival, Norwegian Cruise Line dan Royal Caribbean longsor, 11,1%, 12,4% dan 11,3%. Emiten ritel, Gap, juga turun 7,8%. Disney, merosot 3,9%, setelah pekerja taman hiburan Orlando mengajukan petisi untuk menunda pembukaan kembali. Rilis perwakilan dagang AS menyebutkan, Washington sedang mempertimbangkan tarif baru senilai USD3,1 miliar untuk barang-barang dari Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris. Bea masuk baru untuk buah zaitun, bir, gin, dan truk bisa mencapai 100%. [list][li]Dow Jones Industrial Average terperosok 2,72% (-710,16 poin) ke level 25.445,94.[/li][/list][list][li]SP 500 rontok 2,59% (-80,96 poin) ke posisi 3.050,33.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite merosot 2,19% (-222,20 poin) menjadi 9,909,17.[/li][/list]Bursa saham utama Eropa tadi malam juga turun tajam, sentimen investor tertekan oleh lonjakan jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia ketika ekonomi berusaha bangkit dari penguncian. Pasar juga terguncang, Rabu, oleh berita bahwa AS sedang mempertimbangkan tarif baru untuk sejumlah produk dari Prancis, Jerman, Inggris dan Spanyol senilai USD3,1 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari reaksi AS terkait perselisihan lama dengan Uni Eropa mengenai subsidi untuk pabrik pesawat terbang. IndeksSTOXX600terpangkas 2,78% menjadi 357,17, dip[impin kejatuhan harga saham otomotif sebesar 4,5%. Harga saham Wirecard longsor lebih dari 28%. Evolution Gaming Swedia juga jatuh hampir 6%, karena dikabarkan telah melakukan penawaran untukmembeli NetEnt AB. Dialog Semiconductor melesat lebih dari 6%. [list][li]DAX 30 Fraknfurt terjungkal 3,43% (-429,82 poin) ke level 12.093,94.[/li][li] [/li][li]FTSE 100 London terperosok 3,11% (-196,43 poin) ke posisi 6.123,69.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris tergerus 2,92% (-146,32 poin) menjadi 4.871,36.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, terdorong oleh kenaikan kasus virus korona di AS sehingga menurunkan keyakinan akan potensi pemulihan ekonomi yang cepat. Gubernur New York, New Jersey dan Connecticut - yang pernah berada di episentrum wabah tersebut - mengumumkan akan mengarantina pengunjung dari negara bagian lain dengan tingkat infeksi Covid-19 yang tinggi. Dolar juga terkatrol rencana Amerika yang membebani tarif terhadap sejumlah produk Eropa. IMF menyatakan, pandemi virus korona menyebabkan kerusakan yang lebih luas dan lebih dalam terhadap aktivitas ekonomi, melebihi ekspektasi, dan memangkas perkiraan output global 2020 lebih lanjut. Indeks Dolar AS (Indeks DXY), ukuran kurs greenbackterhadap sekeranjang enam mata uang negara maju naik 0,52% menjadi 97,148. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.12510.000.00%7:35 PMPoundsterling (GBP-USD)1.2415-0.0004-0.03%7:35 PMYen (USD-JPY)107.03-0.01-0.01%7:35 PMYuan (USD-CNY)7.07820.0200+0.28%11:29 AMRupiah (USD-IDR)14,130.00-31.50-0.22%3:58 AM Sumber : Bloomberg.com, 24/6/2020 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi melorot, anjlok lebih dari 5%, atau lebih dari USD2 per barel. Badan Informasi Energi menyebutkan, persediaan minyak mentah AS pekan lalu membengkak 1,4 juta barel, melebihi ekspektasi untuk kenaikan 299.000 barel. Peningkatan kasus baru virus korona di sejumlah negara bagian AS, Jerman, China Amerika Latin dan India, dan penguatan dolar AS juga membebani harga minyak. Dana Moneter Internasional mengatakan pandemi tersebut menyebabkan kerusakan ekonomi yang lebih luas dan lebih dalam dari prediksi. Impor minyak India pada Mei mencapai level terendah sejak Oktober 2011. China, importir minyak mentah utama dunia, juga diperkirakan memperlambat impor pada kuartal ketiga. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD2,29 (-5,5%) menjadi USD40,29 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD2,36 (-5,8%) menjadi USD38,01 per barel.[/li][/list]Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, setelah sempat menyentuh level tertinggi tujuh setengah tahun. Investor menjual emas dan kelas aset lainnya untuk mendapatkan dana tunai karena peningkatan dalam kasus virus korona global. Meski membukukan penurunan harga, emas sudah mencatatkan kenaikan lebih dari 16% sepanjang tahun ini, didukung oleh langkah-langkah stimulus dan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral. Analis mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang masih lemah dan memiliki ruang yang besar untuk naik. Kepemilikan di SPDR Gold Trust, ETF terbesar di dunia, naik 0,28% menjadi 1.169,25 ton pada sesi Selasa, level tertinggi sejak April 2013. Harga logam mulia lainnya juga berguguran; perak menyusut hampir 2% menjadi USD17,59 per ounce, palladium tergelincir 2,1% menjadi USD1.883,06, dan platinum anjlok 3,1% menjadi USD803,65. [list][li]Harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD1.766,21 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka turun 0,4% menjadi USD1.775,10 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote