Ipotnews -Mengawali pekan ketiga Juni, Senin (15/6), bursa saham Asia dibuka melemah, diganggu oleh kekhawatiran akan kebangkitan pandemi virus korona. Investor mengamati perkembangan berita virus korona, setelah sebuah distrik di Beijing dikabarkan berada dalam kondisi "darurat" karena ditemukan adanya kluster infeksi yang di tengah pasar. Sejumlah rumah sakit di negara bagian AS dilaporkan mencatatkan tambahan pasien Covid-19. Investor juga menunggu rilis beberapa data sektor industri dan investasi China hari ini. IndeksMSCI Asiaex-Jepang turun 0,25%. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeksASX 200, Australia sebesar 0,33%, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut sedikit menguat 0,08% (4,80 poin) di posisi 5.852,60 pada pukul 8:00 WIB. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,32% (-72,31 poin) menjadi 22.233,17, setelah dibuka melorot 0,64% dan Topix menyusut 0,33%. IndeksKospi, Korea Selatan dibuka merosot 0,68% dan berlanjut turun 0,57% ke level 2.120,05. IndeksHang Seng, Hongkong dibuka terperosok 1,28% (-310,00 poin) ke level 23.991,38 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China turun 0,39% menjadi 2.908,28. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham Asia yang cenderung turun, setelah berhasil mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan 0,53% ke level 4.880. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange, melonjak 3,53% ke level USD18,48. Beberapa analis memperkirakan pergerakanIHSGhari ini akan berusaha melanjutkan manuvernya di zona hijau, didukung sinyal penguatan yang cukup kuat di awal pekan. Secara teknikal sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan mendekati area jenuh jual. Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu adanya temuan kasus baru Covid-19 di wilayah Beijing yang menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang kedua pandemi covid-91 diprediksi menjadi sentimen negatif di pasar. IHSGdiprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 4,810 dan resistance di level 4,940. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]BMRI[/url](Buy), Support: Rp4,600, Resist: Rp5,175),[url=]PWON[/url](Buy), Support: Rp426 Resist: Rp47smile, [url=]BRIS[/url](Buy), Support: Rp294 Resist: Rp326),[url=]ITMG[/url](Buy, Support: Rp7,550 Resist: Rp8,025). [/li][li]ETF:[url=]R-LQ45X[/url](Buy), Support: Rp775, Resist: Rp804),[url=]XIIF[/url](Buy), Support: Rp430, Resist: Rp453), [url=]XISR[/url](Buy), Support: Rp304, Resist: Rp315). [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetmengakhiri pekan lalu dengan menguat lebih dari 1%, para pedagang mencoba untuk menutup kembali beberapa penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Harga saham perusahaan yang bergantung pada keberhasilan pembukaan kembali ekonomi berhasil menguat; saham penerbangan Delta Air Lines dan operator pelayaran Carnival Corp masing-masing melejit 11,8% dan 14,5%. Indeks Volatilitas CBOE naik ke level tertinggi sejak April, di atas 43 sebelum bergerak kembali ke bawah 36 saat penutupan, mengisyaratkan lebih banyak perdagangan liar ke depan. Namun secara mingguan, Dow dan SP 500 kehilangan 5,5% dan 4,7%, sedangkan Nasdaq turun 2,3%. Investor mengkhawatirkan pembukaan kembali ekonomi akan terhambat oleh kemungkinan gelombang kedua kasus infeksi virus corona. kasus virus corona baru telah meningkat di negara-negara bagian seperti Arizona, Carolina Selatan dan Texas ketika mereka melanjutkan proses pelonggaranlockdown.Namun, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS tidak dapat menutup lagi perekonomiannya. Secara keseluruhan SP 500 dan Dow masih berada 37% di atas posisi terendah intraday pada 23 Maret. Sebagian besar kenaikan didorong oleh saham yang akan mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi, termasuk maskapai penerbangan, jalur pelayaran, dan ritel. [list][li]Dow Jones Industrial Average melonjak 1,9% (477,37 poin) ke level 25.605,54.[/li][li] [/li][li]SP 500 meningkat 1,31% (39,21 poin) ke posisi 3.041,31.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite naik 1,01% (96,08 poin) menjadi 9.588,81.[/li][/list]Bursa saham utama Eropamenutup pekan lalu dengan membukukan kenaikan tipis, setelah turun signifikan di sesi sebelumnya. Namun secara mingguan bursa Eropa menorehkan pekan terburuk karena kekhawatiran akan kelanjutan pemulihan ekonomi akibat pandemi corona.Aksi jual meningkat pada hari Kamis setelah Federal Reserve AS mengindikasikan jalan panjang menuju pemulihan ekonomi. Data output industri zona euro turun terbesar pada April karena penguncian menghentikan aktivitas di seluruh kawasan. Rilis data PDB Inggris anjlok 20,4% (mom) jauh melebihi ekspektasi analis sebesar 18,4%. IndeksSTOXX 600menguat 0,28% menjadi 3554,06, namun kehilangan sekitar 5,7%. sepanjang pekan lalu. Saham sektor perjalanan dan wisata membukukan kinerja terburuk karena kekhawatiran akan gelombang kedua infeksi virus korona. Saham perusahaan otomotif juga tertekan, sedangkan saham sumber daya dasar dan real estat naik antara 1,4% dan 2%. Harga saham Royal Dutch Shell, BP dan Total naik antara 0,6% dan 1,7%, meskipun ada penurunan harga minyak.Saham Pearson melejit 12% setelah investor aktivis Cevian Capital menyatakan telah mengambil alih 5,4% saham perusahaan penerbit pendidikan Inggris itu. [list][li]FTSE 100 London naik 0,47% (28,48 poin) ke level 6.105,18.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Frankfurt melemah 0,18% (-21.01 poin) menjadi 11.949,28.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris meningkat 0,49% (23,66 poin)ke posisi 4.839,26.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York juga menutup pekan lalu dengan kenaikan, terutama terhadap mata uang safe-haven ,yen Jepang dan franc Swiss. Sementara euro turun terhadap greenback, menghapus kenaikan awal. Poundsterling melemah seiring data PDB Inggris menyusut 20,4% pada April (mom). Sementara itu, harapan pemulihan global pasca-Covid , pelonggaran ketegangan perdagangan AS-China dan prospek imbal hasil jangka panjang US Treasury masih membebani dolar. Menyongsong pekan depan, investor bersiap untuk sejumlah peristiwa penting, diantaraya; diskusi tentang dana pemulihan Uni Eropa, negosiasi Brexit, rapat kebijakan Bank of England dan Swedia National Bank. Testimoni semi-tahunan Ketua Federal Reserve Jerome Powell kepada komite perbankan Senat USA juga dijadwalkan pada pekan depan. Indeks Dolar AS naik 0,61% menjadi 97,319. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeEuro (EUR-USD)1.1256-0.0043-0.38%Poundsterling (GBP-USD)1.254-0.0062-0.49%Yen (USD-JPY)107.380.51+0.48%Yuan (USD-CNY)7.08350.0185+0.26%Rupiah (USD-IDR)14,133.00113.00+0.81% Sumber : Bloomberg.com, 12/6/2020 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pada akhir pekan lalu ditutup berlawanan arah. Kekhawatiran bahwa pandemi virus korona mungkin masih jauh dari selesai telah menghentikan reli. Sekitar setengah lusin negara bagian AS melaporkan lonjakan infeksi baru. Pada saat yang sama, persediaan minyak mentah AS telah naik ke rekor 538,1 juta barel, Harga minyak WTI mencatatkan penurunan mingguan sekitar 8%, pertama sejak April. Jumlah rig pengeboran minyak mentah di AS, indikator pasokan masa depan, turun tujuh unit menjadi 199 pada pekan lalu, menutu Baker Hughes. [list][li]Harga minyak mentah berjangka WTI turun 8 sen menjadi USD36,26 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjngka Brent naik 18 sen menjadi USD38,73 per barel.[/li][/list]Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan membukukan kenaikan, karena kekhawatiran gelombang baru kasus virus korona akan memperberat prospek ekonomi AS yang suram menurut Federal Reserve AS. Harga emas telah melonjak 3% sepanjang pekan lalu. Analis mengatakan, harga emas naik karena masih ada permintaan safe-haven yang stabil dari pedagang institusional Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,5% menjadi 1.135,05 ton pada Kamis, tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun. Harga logam mulia lainnya, paladium naik 1,1% menjadi USD1.943,41 per ounce, perak turun 1,1% menjadi USD17,52, dan platinum naik tipis 0,2% menjadi USD812,73. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.734,66 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka naik 0,2% menjadi USD1.742,80 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote