Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (24/3), dibuka menguat tajam, melawan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang merespon negatif kegagalan AS menyepakati stimulus fiskal untuk mendongkrak perekonomian. Pasar merespon positif kebijakan pembelian aset yang dilancarkan The Fed. IndeksMSCIAsia ex-Jepang naik 1,19%. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeksASX 200, Australia sebesar 2,6%. Indeks berlanjut meljit 3,34% (151,90 poin) ke level 4.697,90 pada pukul 8:30 WIB. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang melesat 5,11% (862,94 poin) ke level 17.750,72, setelah dibuka melesat 4,52%, didukung lonjakan harga saham Fast Retailing dan Softbank Group, masing-masing 6,38% dan 18,14%. Indeks Kospi, Korea Sselatan dibuka melonjak 3,77%, dan berlanjut melambung 5,82% ke level 1.568,79. Lanjutkan tren penguatan Asia, indeksHang Seng, Hongkong dibuka melonjak 3,29% (714,09 poin) ke level 22.410,22 pada pukul 8:40 WIB. IndeksShanghai Composite, China naik 1,75% ke posisi 2.706,63 Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah tenggelam di zona merah pada sesi perdagangan kemarin ditutup anjlok 4,9% ke level 3.989. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange rontok 7,52% menjadi USD11,93. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini berpotensi melanjutkan tren bearish continuationdi area jenuh jual. Tim Riset Indo Premier berpendapat, terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi serta meninggal di dalam negeri akibat virus corona yang hingga saat ini masing-masing menjadi 579 dan 49 orang diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu tertekannya nilai tukar rupiah dan melemahnya beberapa harga komoditas seperti batu bara, nikel dan timah diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif untuk indeks.IHSGdiprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 3,790 dan resistance di level 4,190. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]KAEF[/url](Buy, Support: Rp805, Resist: Rp990),[url=]INAF[/url](Buy, Support: Rp690, Resist: Rp855), [url=]ADRO[/url](Buy, Support: Rp750, Resist: Rp835),[url=]TBIG[/url]( SELL , Support: Rp770, Resist: Rp800). [/li][li]ETF:[url=]XIJI[/url]( SELL , Support: Rp379, Resist: Rp437),[url=]XBLQ[/url]( SELL , Support: Rp274, Resist: Rp310), [url=]XIPI[/url]( SELL , Support: Rp99, Resist: Rp113). [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi ditutup dengan menurun tajam setelah anggota parlemen AS gagal meloloskan paket stimulus fiskal untuk mengurangi tekanan ekonomi akibat virus korona.Perundingan terus berlangsung, tetapi investor meyakini semakin lama Washington menunggu, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan terhadap ekonomi. Kegagalan meraih dukungan di Senat AS tersebut cukup untuk menekan Wall Street sekali lagi bahkan setelah Federal Reserve mengumumkan program pembelian aset. Program tersebut akan berjalan dalam "jumlah yang diperlukan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi kebijakan moneter yang efektif bagi kondisi keuangan dan ekonomi yang lebih luas."Ekonom Goldman Sachs, Jumat, memperkirakan kontraksi 24% untuk kuartal kedua setelah penurunan 6% pada kuartal pertama. Ekonom Morgan Stanley, Ellen Zentner, mengatakan dalam sebuah catatan, dia memperkirakan kontraksi 30% pada kuartal kedua. [list][li]Dow Jones Industrial Average anjlok 3,1% (-582,05 poin) ke level 18.591,93.[/li][li] [/li][li]SP 500 merosot 2,9% (-67,52 poin) ke posisi 2.237,40.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite melemah 0,27% (-18,84 poin) menjadi 6.860,67.[/li][/list]Bursa saham utama Eropatadi malam juga ditutup menyusut tajam, terbebani penyebaran cepat wabah virus korona.Bank of England dan bank papan atas lainnya, Senin, bersikeras bahwa sektor jasa keuanganInggris berada dalam "posisi yang kuat" untuk mendukung perekonomian negara itu, dan meyakini bakal rebounddari tekanan epidemi virus korona. IndeksSTOXX600anjlok 4,3% menjadi 280,43, dipimpin kejatuhan harga saham perjalanan dan wisata lebih dari 7%, sementara sektor minyak dan gas naik 0,9% setelah Federal Reserve mengumumkan program pembelian aset untuk mendukung pasar. Pasar masih menunggu kelanjutan rencana stimulus ekonomi AS yang gagal dalam pemungutan suara prosedural di Senat, Minggu, karena Partai Demokrat memperingatkan tindakan itu tidak cukup untuk membantu pekerja dan terlalu banyak untuk menyelamatkan perusahaan. [list][li]FTSE 100 London rontok 3,79% (-196,89 poin) ke level 4.993,89.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Frankfurt melorot 2,19% (-187,80 poin) menjadi 8.741,15.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris terjungkal 3,32% (-134,49 poin) ke posisi 3.914,31.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah karena investor menunggu stimulus fiskal AS guna meredakan dampak penutupan bisnis yang dirancang untuk menghentikan penyebaran virus korona. Paket stimulus ekonomi itu gagal diajukan ke Senat AS, Senin, ketika kubu Partai Demokrat mengatakan langkah tersebut terlalu terlalu sedikit menyediakan dana bagi rumah sakit dan konsumen. The Fed menyetujui untuk mendukung pembelian obligasi korporasi dan mengarahkan pinjaman kepada perusahaan, memperluas kepemilikan asetnya sebanyak yang diperlukan guna menstabilkan pasar keuangan, dan meluncurkan "secepatnya" sebuah program untuk mengucurkan kredit bagi pelaku UKM. Indeks dolar, ukuran greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,36% menjadi 102,118. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.07650.0039+0.36%8:32 PMPoundsterling (GBP-USD)1.15940.0052+0.45%8:33 PMYen (USD-JPY)110.71-0.52-0.47%8:33 PMYuan (USD-CNY)7.0910-0.0052-0.07%11:29 AMRupiah (USD-IDR)16,575.00615.00+3.85%4:50 AM Sumber : Bloomberg.com, 23/3/2020 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Harga minyak mentah berjangka sedikit lebih kuat di tengah harapan bahwa stimulus pemerintah dan bank sentral dapat mendongkrak ekonomi dunia, serta Arab Saudi dan Rusia mungkin akan berdamai. Harga bensin di AS anjlok lebih dari 30% ke rekor terendah karena pembatasan global pada aktivitas perjalanan untuk memperlambat penyebaran virus korona menghancurkan permintaan bahan bakar. Harga bensin berjangka di AS jatuh 32% menetap di posisi 41,18 sen per galon, persentase penurunan harian terbesar yang pernah ada. Analis juga mengaitkan jatuhnya harga bensin dengan kegagalan Senat AS untuk meloloskan paket stimulus fiskal senilai USD2 triliun guna meningkatkan ekonomi, karena permintaan bahan bakar sangat terkait dengan outputekonomi. [list][li]Minyak mentah berjangka Brent naik 5 sen menjadi USD27,03 per barel.[/li][li] [/li][li]Minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei naik 73 sen (3,2%) menjadi USD23,36 per barel.[/li][/list]Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melonjak lebih dari 4%, membalikkan pelemahan di awal sesi setelah Federal Reserve mengambil langkah-langkah baru yang agresif untuk memerangi dampak ekonomi akibat wabah virus korona, sehingga meningkatkan sentimen investor. Emas merosot hampir 2% sejauh bulan ini, karena kejatuhan pasar saham mendorong investor guna melikuidasi bullionuntuk memenuhimargin calldan juga untuk menjaga uang mereka dalam bentuk tunai. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, anjlok 1,5% menjadi 908,19 ton pada sesi Jumat. Harga logam mulia lainnya; perak melesat 4,9% menjadi USD13,19 per ounce, platinum melejit 3,8% menjadi USD634,32,dan palladium naik 1% menjadi USD1.658,50. [list][li]Harga emas di pasar spot melejit 4,1% menjadi USD1.559,55 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka melesat 5,5% menjadi USD1.567,60 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote