Ipotnews- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari Senin (20/1).IHSGlengser -0,74 persen (-47 poin) ke level 6.245. Indeks LQ45 -0,74% ke 1.022. Indeks IDX30 -0,79% ke level 557. Indeks IDX80 -0,90% ke 142. Indeks JII -0,67% ke posisi 687. Indeks Kompas100 -0,83% ke 1.277. Indeks Sri Kehati -0,66 persen ke 403. Indeks SMInfra18 -1,32 persen ke level 318. Saham-saham teraktif:[url=]MNCN[/url],[url=]TOWR[/url],[url=]ANTM[/url],[url=]REAL[/url]-W,[url=]LUCK[/url],[url=]TLKM[/url],[url=]BBCA[/url] Saham-saham top gainers LQ45:[url=]MNCN[/url],[url=]SCMA[/url],[url=]BTPS[/url],[url=]TPIA[/url],[url=]BBRI[/url],[url=]KLBF[/url],[url=]ICBP[/url] Saham-saham top losers LQ45:[url=]GGRM[/url],[url=]BBCA[/url],[url=]SRIL[/url],[url=]SMGR[/url],[url=]BSDE[/url],[url=]AKRA[/url],[url=]UNVR[/url] Nilai transaksi mencapai Rp6,60 triliun. Volume trading sebanyak 79,24 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp668,66 miliar. Nilai tukar rupiah melaju +0,037 persen ke level Rp13.625 terhadap USD (04.00 PM). Bursa Asia Pasar saham Asia ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (20/1). Market saham Asia tetap solid sekalipun terdapat aksi profit taking setelah berhasil naik signifikan beberapa hari terakhir. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) bergerak stagnan. Bursa saham Asia juga menguat saat sesi pagi berkat dorongan sentimen market global yang memperpanjang rekor penguatan. Analis pada National Australia Bank, Ray Attrill curiga penguatan Wall Street berutang banyak pada keputusan the Fed pada September lalu untuk mengendalikan kenaikan suku bunga repo dengan membanjiri pasar dengan dana tunai. "Relasi antara neraca the Fed, sekarang sekitar 11 persen lebih besar dari saat akhir September dan kinerja aset berisiko AS luar biasa," ujarnya seperti dikutip Reuters. Market saham China finis di zona hijau. Indeks Shenzhen Composite naik 1,311 persen ke 1.829. Indeks Shenzhen Component naik 1,47 persen ke level 11.115. Sementara bursa saham Hong Kong bergerak melemah seiring tekanan terhadap IndeksHang Seng. Di bursa Tokyo, IndeksNikkei 225berakhir di zona positif walaupun saham unggulan dan berkapitalisasi besar, Fast Retailing turun 1,58 persen. Adapun Indeks Topix juga bergerak menguat, sebesar 0,5 persen ke posisi 1.744.Sedangkan di bursa Korsel, Indeks Kospi bergerak menguat. Saham unggulan dengan kapitalisasi pasar besar seperti Samsung Electronics menguat 1,79 persen.Indeks SP/ASX 200 di bursa Australia juga ke area penguatan. Indeks Bursa Asia Nilai TukarIndeks dolar AS menguat ke level 97,588 dibanding level sebelumnya 97,4. Nilai tukar yen terkoreksi di posisi 110,17 di banding level sebelumnya pada posisi 109,8.Dolar Australia turun ke level $0,6886 dari posisi di sesi sebelumnya di $0,692. Bursa EropaMarket saham Eropa melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (20/1) pagi waktu setempat.Indeks DAX (Jerman) -0,21 13.509.Indeks FTSE (Inggris) +0,04 7.678Indeks CAC (Perancis) -0,11 6.093. OilHarga minyak menguat di sesi sore pada perdagangan hari Senin (20/1) setelah ladang minyak besar di Libya mulai setop operasi di tengah terjadinya blokade militer mengantarkan pasokan minyak dari negara tersebut yang akan terpangkas.Minyak Brent menguat 70 sen ke harga USD65,55 per barel (07.31 GMT). Sedangkan minyak WTI melaju 56 sen ke level USD59,10 per barel. (cnbc/reuters/awj/idx) Sumber : admin#YukNabungETF#IPOTKaryaAnakBangsa#BanggaPakeIPOT#IPOTPionner
Multi Quote Quote