Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (16/1) dibuka sedikit menguat, merespon kesepakatan dagang AS-China yang dinilai rapuh sehingga gagal melambungkan indeks acuan di bursa saham Wall Street. Kesepakatan dagang fase satu AS-China masih menyisakan ketidakpastian karena Washington tetap memberlakukan sebagian tarif impor barang China hingga kelak tercapai kesepakatan fase kedua. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeksASX 200, Australia sebesar 0,49%, ditopang kenaikan harga saham sektor perbankan sebesar 0,75%. Indeks mempertahankan kenaikan 0,47% (33,00 poin) ke level 7.027,80 pada pukul 8:15 WIB. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang naik tipis 0,03% (8,18 poin) di posisi 23.924,76, setelah dibuka menguat 0,12%, sementara Topix dibuka sedikit melemah. IndeksKospi, Korea Selatan dibuka mendatar di kisaran level 2.230, kendati Samsung Electronics melompat 1,19% dan Hyundai Motor melesat 3,91%, dan berlanjut turun 0,23% menjadi 2.225,85. IndeksHang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,11% (32,53 poin) menjadi 28.806,12 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China naik 0,18% ke posisi 3.095,73. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang rentan bergejolak, setelah gagal bermanuver di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan terpukul turun 0,66% ke level 6.283. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange melorot 1,06% menjadi USD26,09. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini masih akan menghadapi tekanan pelemahan di fase konsolidasi. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area netral. Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor penandatanganan kesepakatan dagang tahap pertama AS-China diprediksi akan memberikan sentimen positif di pasar. Di sisi lain, melemahnya nillai tukar rupiah serta beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, CPO dan batu bara diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar. IHSGdiprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan supportdi level 6.230 dan resistancedi level 6.330. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]BRPT[/url](Buy, Support: Rp1.245, Resist: Rp1.390),[url=]CPIN[/url](Buy, Support: Rp7.075, Resist: Rp7.350),[url=]BBRI[/url](Sell on Strength, Support: Rp4.530, Resist: Rp4.630),[url=]GGRM[/url](Buy, Support: Rp57.175, Resist: Rp59.075).[/li][li] [/li][li]ETF:[url=]XIPI[/url]( SELL , Support: Rp176, Resist: Rp180),[url=]XBNI[/url]( SELL , Support: Rp1.123, Resist: Rp1.137), [url=]R-LQ45X[/url]( SELL , Support: Rp1.056, Resist: Rp1.072). [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir menguat, indeks Dow Jones sempat melaju 0,7%, SP 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,5%, namun meluncur turun jelang penutupan. Investor mengantisipasi beberapa hambatan menuju penandatanganan fase kedua, setelah AS dan China menandatangani kesepakatan dagang fase satu. Pasar mempertanyakan pelaksanaan perjanjian tersebut karena tidak menghapus tarif AS terhadap impor produk China. Wall Street juga mencermati dimulainya musim laporan keuangan dimulai. Bank of America, BlackRock, United Health dan PNC Financial melaporkan hasil kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis. Goldman Sachs turun 0,2 persen, dan Target rontok 6,6% setelah melaporkan kinerja keuangan yang rendah. Menurut FactSet Sekitar 30 perusahaan SP 500 telah merilis angka kuartalan, 82%nya membukukan laba lebih baik dari perkiraan. [list][li]Nasdaq Composite Index naik tipis 0,08% (7,37 poin) menjadi 9.258.70.[/li][li] [/li][li]SP 500 menguat 0,19% (6,14 poin) ke posisi 3.289,29.[/li][li] [/li][li]Dow Jones Industrial Average naik 0,31% (90,55 poin) ke level 29.030,22.[/li][/list]Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif karena investor menunggu penandatanganan kesepakatan perdagangan "fase pertama" AS-China. Optimisme investor terganggu oleh komentar Departemen Keuangan AS, bahwa Washington akan tetap memberlakukan tarif bea masuk impor barang China sampai kesepakatan fase kedua. Sejumlah rilis data ekonomi juga tidak mendukung laju indeks saham. IndeksSTOXX 600sedikit bertambah, 0,01% menjadi 419,63, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif 1,7%, sementara saham utilitas melonjak 1,3%. Angka PDB Jerman menunjukkan pertumbuhan 0,6% pada 2019, laju ekspansi terlemah selama enam tahun, karena perselisihan perdagangan dan permintaan luar negeri yang lemah. Inflasi tahunan Inggris di Desember naik 1,3%, laju terlemah dalam tiga tahun dan lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 1,5%. Inggris, Perancis dan Jerman secara resmi menuduh Iran melanggar perjanjian nuklir 2015, membuka jalan untuk pengenaan kembali sanksi AS yang dicabut sebagai bagian dari perjanjian tersebut. [list][li]FTSE 100 London menguat 0,27% (20,45 poin) ke level 7.642,80.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Frankfurt turun 0,18% (-24,19 poin) ke posisi 13.432,30.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris berkurang 0,14% (-8,28 poin) menjadi 6.032,61.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, setelah Asdan China menandatangani kesepakatan dagang fase satu. Kedua negara mengumumkan kesepakatan perdagangan awal, yang akan menurunkan beberapa tarif dan meningkatkan pembelian barang dan jasa AS oleh China. Tetapi kesepakatan tersebut tidak menghapus pemberlakukan tarif 25% untuk sejumlah besar impor barang China senilai USD250 miliar oleh AS. Washington menyatakan akan menghapus semua tarif AS pada impor China segera setelah kedua negara menyelesaikan perjanjian perdagangan Fase 2, dan tidak berharap akan ada pakta Fase 3. Franc Swiss melesat ke level terkuat terhadap dolar setelah AS memasukkan Swiss dalam daftar pantau manipulator mata uang. Rubel Rusia jatuh setelah pengunduran diri pemerintahan Perdana Menteri Dmitry Medvedev. Indeks Dolar AS turun 0,15% menjadi 97,229. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.11510.0001+0.01%6:22 PMPoundsterling (GBP-USD)1.30420.0004+0.03%6:22 PMYen (USD-JPY)109.910.01+0.01%6:22 PMYuan (USD-CNY)6.89190.0076+0.11%10:29 AMRupiah (USD-IDR)13,695.0015.00+0.11%3:59 AM Sumber : Bloomberg.com, 15/1/2020 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, tertekan oleh data lonjakan produk olahan AS. Penurunan harga minyak tertahan oleh penandatanganan kesepakatan perdagangan Fase 1 AS-China yang antara lain menetapkan bahwa China akan membeli lebih banyak produk energi AS senilai USD18,5 miliar pada tahun pertama dan USD33,9 miliar di tahun kedua. Namun pasar mempertanyakan bagaimana China akan mencapai pembelian sebanyak itu. Stok bensin AS pekan lalu melejit ke tingkat tertinggi sejak Februari, sementara persediaan produk penyulingan melonjak ke level tertinggi sejak September 2017, menurut Badan Informasi Energi (EIA). Laporan EIA juga menunjukkan produksi minyak mentah AS pekan lalu naik menjadi 13 juta barel per hari (bph) dan penarikan persediaan minyak mentah jauh lebih besar dari perkiraan. OPEC memperkirakan permintaan minyak yang lebih rendah pada 2020 bahkan ketika permintaan global meningkat. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 49 sen (-0,8%) menjadi USD64 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 42 sen(-0,7%) menjadi USD57,81 per barel.[/li][/list]Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, karena rincian kesepakatan dagang fase satu AS-China gagal menenangkan kekhawatiran investor tentang pelaksanaan kesepakatan tersebut, karena Washington mempertahankan tarif impor beberapa barang China. Kesepakatan itu, akan tetapi, tetap memberlakukan tarif 25% pada serangkaian barang dan komponen industri China senilai USD250 miliar yang digunakan oleh pabrikan AS. Harga logam mulia lainnya melaju, palladium dan platinum melesat ke rekor tertinggi. Platinum melejit 3,7% menjadi USD1.019,20 per ounce, palladium melonjak 2,8% menjadi USD2.256,13, dan perak melaju 1,3% menjadi USD18,02. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.557,02 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka lebih tinggi 0,6% menjadi USD1.554 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote