Ipotnews-Mengawali pekan ini, Senin (13/1), bursa saham Asia dibuka variatif, jelang rencana penandatanganan kesepakatan perdagangan fase satu AS-China, Rabu besok. Harga minyak berlanjut turun pada awal sesi perdagangan Asia, seiring meredanya konflik AS-Iran di Timur Tengah. Bursa saham Jepang hari ini libur. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeksASX 200, Australia sebesar 0,60%, terseret kejatuhan harga saham pertambangan dan migas. BHP Group anjlok 0,84% dan Rio Tinto merosot 0,71%, Santos dan Origin Energy masing-masing turun 1% dan 0,68%. Indeks berlanjut turun 0,55% (-38,10 poin) ke posisi 6.890,90 pada pukul 8:00 WIB. Pada jam yang sama indeksKospi, Korea Selatan bergerak naik 0,21% (4,66 poin) menjadi 2.211,05, setelah dibuka menguat 0,12%. IndeksHang Seng, Hongkong dibuka naik 0,47% (134,17 poin) menjadi 28.772,37 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China melemah 0,08% di posisi 3.089,79. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham Asia yang bervariasi, setelah mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan kenaikan tipis 0,1% menjadi 6.274. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange melonjak 1,52% menjadi USD26,07. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini berpotensi melanjutkan penguatan didukungcapital inflow. Beberapa indikator pergerakan indeks memperllihatkan adanya potensi penguatan lanjutan ke atas level 6.300. Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan mengecewakannya data tenaga kerja AS pada bulan Desember diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain, menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya sejumlah harga komoditas yaitu CPO, nikel, emas dan batu bara juga diprediksi akan menambah katalis positif di pasar. IHSGdiprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6.245 dan resistance di level 6.305. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]JSMR[/url](Buy, Support: Rp5.100, Resist: Rp5.325),[url=]ADRO[/url](Buy, Support: Rp1.505, Resist: Rp1.585),[url=]MEDC[/url](Buy, Support: Rp880, Resist: Rp910),[url=]TKIM[/url](Buy, Support: Rp11.150, Resist: Rp11.500).[/li][li] [/li][li]ETF:[url=]XPLQ[/url](Buy, Support: Rp507, Resist: Rp512),[url=]XPID[/url](Buy, Support: Rp549, Resist: Rp553), [url=]XPDV[/url](Buy, Support: Rp489, Resist: Rp495). [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetakhir pekan lalu ditutup melemah, terpangkas dari rekor tertinggi digempur aksi profit takingjelang periode rilis kinerja laba emiten pekan depan. Analis memperkirakan laba emiten indeks SP 500 turun 0,6%. Namun secara mingguan SP 500 melaju 0,9%, Dow Jones naik 0,7%, dan Nasdaq melonjak 1,8%, seiring meredanya tensi konflik AS dan Iran di Timur Tengah, serta harapan terhadap kesepakatan perdagangan AS-China 15 Januari mendatang. Rilis data lapangan kerja di AS periode Desember naik 145.000, di bawah ekspektasi kenaikan 164.000. Namun para analis menyatakan data tersebut sudah lebih dari cukup untuk menjaga ekspansi ekonomi AS. Angka pengangguran mencapai 3,5%, terendah dalam 50 tahun terakhir. Upah per jam rata-rata naik 0,1%. [list][li]Dow Jones turun 0,46% (-133,13 poin) ke level 28.823,77.[/li][li] [/li][li]SP 500 melemah 0,29% (-9,35 poin) ke posisi 3.265,35.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite berkurang 0,27% (-24,57 poin) menjadi 9.178,86.[/li][/list]Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu di teritori negatif, terpengaruh rilis data lapangan pekerjaan di AS yang lebih lemah dari perkiraan. Washington juga mengumumkan sanksi baru terhadap ekspor logam dan 8 pejabat senior Iran. Namun pasar mengekspektasikan pekan ini akan lebih positif menyambut rencana kesepakatan dagang fase satu AS-China. Beijing menyebutkan, Wakil PM China Liu He akan berkunjung ke Washington 13-15 Januari. IndeksSTOXX 600melemah 0,12% menjadi 419,14, dipimpin penurunan tajam saham-saham ritel Eropa sebesar 14%. Sedangkan sektor utilitas menampilkan kinerja terbaik. STOXX membukukan oelemahan pertama dalam 4 hari terakhir, setelah turun dari level tertinggi pada awal pekan lalu di tengah kekhawatiran akan semakin panasnya konflik AS-Iran. [list][li]DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,09 % (11,75 poin) di level 13.483,31.[/li][li] [/li][li]FTSE 100 London menyusut 0,14% (-10,27 poin) menjadi 7.587,85.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris sedikit melemah -0,09% di posisi 6.037,11.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, Jumat lalu berakhir turun, terutama terhadap mata uangsafe havenyen dan franc, investor mewaspadai kemungkinan memanasnya kembali ketegangan geopolitik AS-Iran. Washington mengumumkan sanksi baru kepada Iran dan menuding Teheran dengan penuh kesengajaan menyerang fasilitas AS di Irak. Rilis data ketenagakerjaan AS periode Desember dinilai belum cukup untuk mendorong Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga. Ekonomi AS pada tahun menciptakan 2,1 juta lapangan kerja, turun dari 2,7 juta pada 2018. Upah per jam periode Desember hanya naik 0,1%, lebih rendah dari kenaikan 0,3% pada November lalu. Indeks dolar AS turun 0,1% menjadi USD97,356. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.11210.0015+0.14%1/10/2020Poundsterling (GBP-USD)1.3064-0.0003-0.02%1/10/2020Yen (USD-JPY)109.45-0.07-0.06%1/10/2020Yuan (USD-CNY)6.9192-0.013-0.19%1/10/2020Rupiah (USD-IDR)13,771.50-82.50-0.60%1/10/2020 Sumber : Bloomberg.com, /2020 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges juga mengakhir pekan lalu dengan penurunan tajam. Harga minyak mencatatkan pekan terburuk sejak Juli. tahun ini seiring meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran.Namun pasar masih mewaspadai potensi konflk jangka panjang, yang sedikit menahan kejatuhan harga minyak. Secara mingguan harga minyak anjlok 6%, terpukul oleh lonjakan persediaan minyak AS dan sinyal lain pasokan yang cukup besar. Rilis data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah di AS naik secara tak terduga pada pekan lalu, dan persediaan BBM naik tinggi. [list][li]Harga minyak Brent turun 45 sen menjadi USD 64,92 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak WTI turun 52 sen menjadi USD 59,04 per barel.[/li][/list]Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan di tengah rilis data lapangan kerja di AS yang mengecewakan. Kenaikan harga emas batangan tetap terkendali, meskipun ketegangan di Timur Tengah mereda. Kenaikan harga emas agak terbatas karena faktor penguatan dolar AS yang mencatatkan penguatan mingguan terbaik dalam 2 bulan terakhir. Harga logam mulia lain seperti paladium naik 0,5% menjadi USD2.117,32 per ounce, perak melonjak 1,1 persen ke level USD18,09, Platinum melompat 1,1% ke posisi level USD977,04. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 0,44% ke level USD1.559,11 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka naik 0,34% menjadi USD 1.559,5 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote