Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (8/10) dibuka menguat, melawan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham Wall Street, jelang perundingan dagang AS-China sebelum akhir pekan ini dan dijadwalkan berlanjut pekan depan.Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeksASX 200 sebesar 0,41%. Harga saham perbankan Big Four bergerak mixed. Indeks berlanjut meningkat 0,55% (36,00 poin) ke posisi 6.599,60 pada pukul 8:25 WIB.Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,82% *(174,52 poin) ke level 21.549,77, setelah dibuka melonjak 0,96%, danTopixmeningkat 0,83%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,42%, saham Samsung melaju 0,63%, dan berlanjut melaju 0,71% ke posisi 2.036,01.IndeksHang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,11% (267,70 poin) di posisi 25.848,73 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China dibuka kembali setelah libur panjang dengan bertambah 0,02% di level 2.905,76.Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang bervariasi di bursa global, namun melaju di bursa regional, setelah anjlok hingga 1% pada sesi perdagangan kemarin, ke level 6.000. Investor asing membukukan pembelian bersih Rp144,84 miliar.Sejumlah analis memperkirakan pergerakanIHSGhari ini berpeluang berbalik menguat didukung capital inflow, di tengah tren bearish.Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensibearish continuationmenuju area jenuh jual.Tim Riset Indo Premier berpendapat, pesimisme investor seputar pembicaraan dagang antara AS-China yang akan berlangsung pada pekan ini, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah dan turunnya sebagian besar harga komoditas juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar.IHSGdiprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.935 dan resistance di level 6.070. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;[list][li]Saham:[url=]JSMR[/url](Buy, Support: Rp5.500, Resist: Rp5.675),[url=]LSIP[/url](Buy on Weakness, Support: Rp1.175, Resist: Rp1.205),[url=]EXCL[/url](Buy on Weakness, Support: Rp3.320, Resist: Rp3.380),[url=]AALI[/url](Buy, Support: Rp10.650, Resist : Rp10.875).[/li][li] [/li][li]ETF:[url=]XBNI[/url]( SELL , Support: Rp1.014, Resist: Rp1.040),[url=]XPSG[/url]( SELL , Support: Rp427, Resist: Rp43smile, [url=]R-LQ45X[/url]( SELL , Support: Rp960, Resist: Rp983). [/li][/list] Amerika Serikat dan EropaPerdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir melemah, investor menunggu perundingan perdagangan AS-China, yang akan digelar jelang akhir pekan ini. Bloombergmemberitakan, Wakil Perdana Menteri Liu He, yang akan memimpin tim negosiator China, mengatakan bahwa tawarannya kepada AS tidak akan mencakup komitmen untuk mereformasi kebijakan industri China atau subsidi pemerintah, seperti yang dikehendaki Washington. Investor juga menunggu sikap The Fed terhadap rilis sejumlah data ekonomi AS yang melemah.Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada pertemuan bulan ini sekitar 80%, menurut alat FedWatch CME Group. Saham Conoco Phillips melambung lebih dari 2% setelah perusahaan itu menaikkan dividen kuartalannya sebesar 37,7% menjadi 42 sen per saham. Uber Technologies melesat lebih dari 2% setelah analis Citigroup meng-upgraderekomendasinya menjadi "buy" dari "netral". General Motors merosot 0,6%, dan General Electric turun 0,1%.[list][li]Dow Jones Industrial Average turun 0,36% (-95,70 poin) menjadi 26.478,02.[/li][li] [/li][li]SP 500 melorot 0,45% (-13,22 poin) ke posisi 2.938,79.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite berkurang 0,33% (-26,18 poin) ke level 7.956,29.[/li][/list]Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange turun 2,11% menjadi USD23,64.Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup menguat setelah penurunan mingguan tertajam dalam dua bulan. Investor akan mencermati perkembangan perundingan London dan Brussel pekan ini mengenai kesepakatan Brexit. Rilis data Jerman melaporkan, pesanan industri pada Agustus turun lebih besar dari perkiraan, memperkuat kekhawatiran resesi di ekonomi terbesar Eropa itu. Sentimen investor Oktober, menurut Sentix data, turun menjadi -16,8 dari -11,1 pada September. Pelaku pasar juga mencermati pernyataan pejabat China yang semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan luas dengan AS.IndeksSTOXX 600naik 0,71% menjadi 382,91, saham sektor makanan dan minuman menjadi salah satu pencetak keuntungan tertinggi, sementara kenaikan Bayer sebesar 1,4% membantu indeks healthcarenaik 0,9%. Saham energi mencatatkan penguatan sektoral terbesar didukung kenaikan harga minyak. Saham AMS Austria tergelincir 0,9% setelah mengatakan gagal dalam upaya pengambilalihan Osram. Osram anjlok 3,3%. Ubisoft anjlok 5,5% karena ulasan yang lemah untuk game yang baru diluncurkan, Ghost Recon.[list][li]DAX 30Frankfurt melaju 0,70% (84,62 poin) ke level 12.097,43.[/li][li] [/li][li]FTSE 100 London naik 0,59% (42,50 poin) menjadi 7.197,88.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris meningkat 0,61% (33,29 poin) ke posisi 5.521,61.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar ASNilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, para tradermenunggu perundingan AS-China pekan ini dengan peluang kesepakatan relatif rendah. Keinginan investor untuk mengambil risiko (risk appetite) terlihat lebih rendah, setelah laporan Bloomberg mengatakan pejabat China enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan luas yang dikehendaki Donald Trump.Kekhawatiran tentang perang dagang menekan mata uang berorientasi perdagangan seperti dolar Australia. Investor juga menantikan rilis risalah rapat September Komite Pasar Terbuka AS, yang dijadwalkan Rabu.Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,16% menjadi 98,967. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.09710.000.00%7:26 PMPoundsterling (GBP-USD)1.2287-0.0006-0.05%7:26 PMYen (USD-JPY)107.270.01+0.01%7:26 PMYuan (USD-CNY)7.14830.0256+0.36%9/30/2019Rupiah (USD-IDR)14,162.5025.00+0.18%4:58 AM Sumber : Bloomberg.com, 8/10/2019 (ET) KomoditasHarga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak tipis, para trader menunggu hasil perundingan perdagangan antara AS dan China yang digelar pekan ini. Kedua kontrak berjangka itu mengakhiri pekan lalu dengan penurunan lebih dari 5% setelah data manufaktur yang suram dari AS dan China. CNOOC China mengatakan, ladang minyak utama Buzzard di Laut Utara Inggris ditutup untuk perbaikan pipa. Shell mempertahankan kondisi force majeureekspor minyak mentah Bonny Light di Nigeria. National Oil Corporation (NOC) Libya akan menutup ladang minyak Faregh untuk pemeliharaan terjadwal hingga 14 Oktober.Di sisi penawaran, kerusuhan anti-pemerintah mencengkeram Irak, produsen terbesar kedua OPEC melambungkan harga minyak pada awal sesi, dengan Brent dan WTI masing-masing melejit lebih dari 1%. Ekspor minyak Irak sebesar 3,43 juta barel per hari (bph) dari terminal Basra bisa terganggu jika ketidakstabilan berlangsung berminggu-minggu. Ladang minyak lepas pantai raksasa Johan Sverdrup milik Total dimulai di Laut Utara bulan ini dengan target 440.000 barel per hari di puncak produksi.[list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 13 sen (-0,2%) menjadi USD58,50 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 0,1% menjadi USD52,75 per barel.[/li][/list]Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup lebih rendah tetapi mempertahankan posisinya di kisaran level USD1.500. Investor berhati-hati menjelang rilis risalah Federal Reserve dan perundingan perdagangan AS-China pekan ini. Harga emas menguat 0,5% pekan lalu di tengah kekhawatiran pelambatan pertumbuhan global. Sederetan data ekonomi AS yang lemah, terdiri dari aktivitas manufaktur yang redup dan perlambatan tajam dalam pertumbuhan industri jasa meningkatkan kekhawatiran resesi dalam perekonomian.Namun laporan lapangan kerja yang positif, Jumat lalu, menghentikan kenaikan harga emas. Spekulan memangkas posisi bullishterhadap emas COMEX dan mengurangi spekulasi pada kontrak perak tutur Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka ( CFTC ) AS. Harga perak turun 0,1% menjadi USD17,53 per ounce, platinum naik 0,9% menjadi USD884,31, dan palladium melemah 0,4% menjadi USD1.658,49.[list][li]Harga emas di pasar spot turun 0,88% menjadi USD1.491,31 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka turun 1% menjadi USD1.497,1 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF#IPOTKaryaAnakBangsa#BanggaPakeIPOT#IPOTPionner
Multi Quote Quote