Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (10/9), dibuka bervariasi cenderung menguat, berupaya keluar dari tren pelemahan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor menunggu rilis data inflasi China hari ini. IndeksMSCIAsia ex-Jepang bergerak mendatar. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeksASX 200, Australiasebesar 0,26%, di tengah kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia yang diwarnai penurunan harga logam mulia. Indeks berlanjut melorot 0,40% (-26,70 poin) ke level 6.621,30 pada pukul 8:20 WIB. Pada jam yang sama indeskNikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,49% (104,92 poin) ke posisi 21.423,34, setelah dibuka naik 0,35%, danTopixjuga naik 0,43%. Saham Nissan Motor melonjak sekitar 3%. IndeksKospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,32%, dan berlanjut meningkat 0,59% ke level 2.031,42. IndeksHang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,56% (150,58 poin) menjadi 26.831,98 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China menguat 0,09% di posisi 3.027,41. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berbeda arah, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,27% menjadi 6.326. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp84,06 miliar. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan dengan momentum positif. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya potensi koreksi di area jenuh jual. Tim Riset Indo Premier berpendapat, optimisme investor terkait kemajuan dalam hubungan dagang AS-China diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu menguatnya sejumlah harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, dan nikel juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif di pasar. IHSGdiprediksi akan melanjutkan penguatannya dengansupportdi level 6.295 danresistancedi level 6.360. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham:[url=]EXCL[/url](Buy, Support: Rp3.150, Resist: Rp3.360),[url=]INCO[/url](Buy, Support: Rp3.680, Resist: Rp3.910), [url=]ANTM[/url](Buy, Support: Rp1.080, Resist: Rp1.160),[url=]UNVR[/url](Buy, Support: Rp47.525, Resist : Rp48.000). [/li][li]ETF:[url=]XISR[/url](Buy, Support: Rp398, Resist: Rp402),[url=]R-LQ45X[/url](Buy, Support: Rp1.026, Resist: Rp1.035),[/li][li] [url=]XIIC[/url](Buy, Support: Rp1.145, Resist: Rp1.155). [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi tadi berakhir cenderung melemah, di tengah optimisme hubungan dagangan AS-China. Namun, kejatuhan saham teknologi menahan penguatan indeks acuan. Pasar "wait and see" laporan indeks harga konsumen dan penjualan ritel untuk Agustus, dan pengumuman stimulus Bank Sentral Eropa. Indeks utama memulai sesi perdagangan lebih tinggi merespons laporan bahwa China menawarkan untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS jika Washington melonggarkan pembatasan pada raksasa telekomunikasi Huawei dan menunda kenaikan tarif impor senilai USD250 miliar. Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan China dan AS memiliki "kesepakatan konseptual" tentang mekanisme penegakan hukum seputar pencurian kekayaan intelektual. Saham Caterpillar melonjak 3,7%. Saham perbankan melesat didorong imbal hasil US Treasury 10 tahun yang diperdagangkan diperdagangkan pada posisi 1,63%, dan imbal hasil US Treasury 2tahun naik menjadi 1,58%.J.P. Morgan Chase melonjak 2,5%. Citigroup melejit 4,3%, Bank of America naik 3,3%. Saham Alphabet melemah tertekan berita bahwa 50 jaksa bergabung dalam penyelidikan antimonopoli terhadap Google. Microsoft juga turun 1,1%. Sektor teknologi SP 500 melorot 0,7%. Dow Jones Industrial Average naik 0,2% (38,05 poin) menjadi 26.835,51. SP 500 melemah 0,01% (-0,28 poin) di posisi2.978,43. Nasdaq Composite turun 0,19% (-15,64 poin) ke level 8.087,44. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange naik 0,63% menjadi USD25,59. Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung melemah, investor mencermati gejolak politik di Inggris dan kebijakan stimulus setelah serangkaian rilis data yang lemah. PM Boris Johnson menyiapkan strategi untuk melawan upaya parlemen untuk perpanjangan tiga bulan terhadap tenggat waktu Brexit jika tidak ada kesepakatan yang disetujui pada 31 Oktober. Sementara itu anggota parlemen oposisi meminta debat darurat untuk memaksa pemerintah mempublikasikan dokumen rencana Brexit dan membuat PM Johnson mematuhi undang-undang baru yang menghalangi Brexit tanpa kesepakatan. IndeksSTOXX 600turun 0,28% menjadi 386,06, di tengah kenaikan harga saham otomotif sebesar 2%, sedangkan sektor makanan dan minuman anjlok 1,7%. Saham Danske Bank melambung 9%, sementara sesama bank Skandinavia, Swedbank dan Nordea Bank, juga melejit lebih dari 5%. Perusahaan media Jerman, Prosiebensat1, melonjak 5% setelah UBS meng-upgradre saham tersebutdan menaikkan target harganya. Saham Air France KLM anjlok 9,7% setelah publikasi data trafficperiode Agustus, yang lebih lemah dari perkiraan. [list][li]FTSE 100 London meleorot 0,64% (-46,53 poin) ke level 7.235,81.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris berkurang 0,27% (-15,04 poin) menjadi 5.588,95.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Frankfurt naik 0,28% (34,37 poin) ke posisi 12.226,10.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Euro bergerak menguat setelah muncul laporan bahwa Jerman sedang mempertimbangkan penciptaan "anggaran bayangan" yang akan memungkinkan Berlin untuk meningkatkan investasi publik melampaui batas yang ditetapkan oleh aturan utang nasional yang ketat. Namun ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ECB membatasi kenaikan euro. Poundsterling melesat ke level tertinggi enam pekan didukung harapan Inggris tidak akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, dan data ekonomi Inggris mengalami peningkatan lebih dari perkiraan pada Juli. Namun melemah kembali karena masih ada ketidakpastian Brexit tanpa kesepakatan, jika parlemen menyetujui pemilihan umum sebelum 31 Oktober. Pasar menunggu data inflasi harga konsumen dan data penjualan ritel AS yang akan dirilis Kamis dan Jumat. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,11% menjadi 98,281. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.1047-0.0001-0.01%7:35 PMPoundsterling (GBP-USD)1.2345-0.0001-0.01%7:35 PMYen (USD-JPY)107.250.01+0.01%7:36 PMYuan (USD-CNY)7.12190.0055+0.08%11:29 AMRupiah (USD-IDR)14,034.50-66.50-0.47%4:57 AM Sumber : Bloomberg.com, 9/9/2019 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat. Harga minyak melonjak sekitar 2%, setelah Menteri Energi Saudi yang baru, Pangeran Abdulaziz bin Salman yang menggantikan Khalid al-Falih, mengonfirmasi ekspektasi bahwa akan mempertahankan kebijakan pembatasan produksi minyak. Dia menegaskan aliansi OPEC + akan bertahan untuk jangka panjang. Sejumlah eksekutif di Konferensi Perminyakan Asia Pasifik tahunan memperkirakan harga minyak tahun ini akan tertekan oleh ketidakpastian seputar ekonomi global, perang dagang AS-China dan meningkatnya pasokan Amerika. Impor minyak mentah China melejit sekitar 3% pada Agustus (mtm) didukung oleh pemulihan margin penyulingan meski terjadi surplus produk minyak dan permintaan melambat. Presiden AS Donald Trump, mengatakan dia tidak bermasalah untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,31 (2,3%) menjadi USD62,58 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,33 (2,4%) menjadi USD57,85 per barel.[/li][/list]Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi jatuh ke level terendah dua pekan, dan sempat menembus ke bawah level USD1.500, karena peningkatan minat terhadap investasi berisiko dan kenaikan imbal hasil AS. Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka ( CFTC ) AS menyebutkan spekulan meningkatkan posisi bullish dalam kontrak emas dan perak hingga pekan awal pekan lalu. Imbal hasil US Treasury naik karena ekspektasi bank sentral global akan merilis stimulus untuk menorpng perekonomian. Harga logam lainnya, perak berkurang 0,5% menjadi USD18,08 per ounce, palladium naik 0,4% menjadi USD1.542,95, dan platinum bertahan di posisi USD949,81. [list][li]Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.502,47 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka turun 0,3% menjadi USD1.510,70 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters) #YukNabungETF #IPOTKaryaAnakBangsa #BanggaPakeIPOT #IPOTPionner
Multi Quote Quote