Bursa Pagi: Global-Regional Turun, IHSG Cenderung Bearish

Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan global, karena perang dagang AS-China yang tak kunjung mereda. Bandara Hongkong dibuka kembali, setelah ditutup oleh demonstran dalam aksi unjuk rasa yang meluas. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,26%. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,31%, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut sedikit melemah 0,08% (-5,60 poin) di posisi 6.584,70 pada pukul 8:05 WIB. Pada jam sama indeksNikkei 225, Jepang meluncur turun 1,44% (-298,82 poin) ke level 2.0386,00 setelah dibuka anjlok 1,48%, dan Topix drop 1,41%, mengakhiri libur panjang akhir pekan. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka merosot 0,63%, dan berlanjut turun 0,45% menjadi 1.933,57. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,5% menjadi 6.250. Investor asing membukukan penjualan bersih seniai Rp132,93 miliar. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini masih akan melanjutkan proses koreksi di fase konsolidasi, namun masih berpeluang melanjutkan kenaikan jangka pendek, Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi wajar mendekati area jenuh beli dengan momentum bearish. Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi tadi berakhir melemah, karena berlanjutnya penurunan imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun, yang jatuh ke level terendah sejak 2016, menjadi 1,63%. Rentang antara imbal hasil US Treasury 2 tahun dan 10 tahun menyempit menjadi hanya 6 basis poin, mendekati level terendah sejak 2007. Wall Street juga terbebani kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi dan perang dagang AS-Cina yang berkepanjangan. Saham perbankan berguguran; Bank of America dan Goldman Sachs turun lebih dari 2%, sementara J.P Morgan merosot 1,87%. Saham Caterpillar anjlok 2,2% dan Boeing turun lebih dari 1%. Office Depot terjungkal 5,6% , dan Nordstrom terperosok 2,35%. Goldman Sachs menurunkan perkiraan pertumbuhan kuartal keempat sebesar 20 basis poin menjadi 1,8%, dan mengestimasi tidak akan tercapai kesepakatan perdagangan sebelum pemilihan presiden 2020. Bank of America meningkatkan kemungkinan resesi menjadi "1-in-3" dalam 12 bulan ke depan. Dow Jones Industrial Average anjlok 1,49% (-391 poin) ke level 25.896,44. SP 500 merosot 1,24% (-36,21 poin) ke posisi 2.882,44. Nasdaq Composite melorot 1,2% (-95,73 poin) menjadi 7.863,41. Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange turun 1,56% menjadi USD24,60. Bursa saham utama Eropatadi malam juga berakhir memerah, dihantui memanasnya perang dagang AS-China. Indeks STOXX 600 turun 0,31% menjadi 370,41, dipimpin pelemahan sektor perbankan. Perundingan perdagangan akan dilanjutkan di Washington, setelah tarif baru 10% untuk impor barang China senilai USD300 miliar mulai berlaku 1 September. Bank Sentral China (PBoC) menetapkan referensi titik tengah yuan, di posisi 7,0211 per dolar, melebihi level psikologis 7 per dolar untuk sesi ketiga berturut-turut. Investor mencermati perkembangan politik di Italia setelah Partai Lega yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini mengajukan mosi tidak percaya untuk menjatuhkan pemerintah, Jumat lalu. Pemasok Apple, AMS, rontok hampir 12% setelah menyatakan telah melakukan penawaran pengambilalihan secara tunai saham Osram Licht. Saham Osram melambung lebih dari 10%. Saham Tullow Oil melesat 20% karena mengumumkan penemuan minyak besar di Guyana. [list][li]FTSE 100 London turun 0,37% (-27,13 poin) menjadi 7.226,72.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Frankfurt melemah 0,12% (-14,12 poin) di level 11.679,68.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris berkurang 0,33% (-17,61 poin) ke posisi 5.310,31.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup cenderung mendatar, sementara sterling dan euro mencatatkan kenaikan moderat. Pasar valuta asing bergerak menuju jeda Agustus, periode perdagangan yang relatif tenang secara tradisional dengan banyak investor dan trader pergi berlibur. Analis Goldman Sachs, mengatakan tidak lagi memperkirakan Washington dan Beijing akan mencapai kesepakatan perdagangan sebelum pemilihan presiden 2020, dan menurunkan proyeksi pertumbuhan kuartal keempat AS. Perang dagang yang berlarut-larut akan meningkatkan kemungkinan resesi. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,11% menjadi 97,380, setelah jatuh di sesi awal karena ekspektasi bahwa perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan bakal berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi AS. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.12150.0001+0.01%7:19 PMPoundsterling (GBP-USD)1.20780.0002+0.02%7:19 PMYen (USD-JPY)105.25-0.05-0.05%7:19 PMYuan (USD-CNY)7.0581-0.0042-0.06%11:29 AMRupiah (USD-IDR)14,250.0056.00+0.39%4:59 AM Sumber : Bloomberg.com, /2019 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak sedikit menguat. Para produsen minyak diekspektasikan akan melanjutkan pengurangan pasokan global, guna mengatasi ketakutan perlambatan permintaan minyak mentah akibat perang dagang AS-China. Menteri Perminyakan Khaled al-Fadhel menyatakan Kuwait "berkomitmen penuh" pada perjanjian OPEC + dan telah memangkas produksinya lebih dari yang dipersyaratkan dalam kesepakatan tersebut. Analis mengatakan Arab Saudi, akan mendukung harga untuk meluncurkan IPO BUMN Saudi, Aramco, yang bisa menjadi IPO terbesar di dunia, dan membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi. Prospek ekonomi memburuk di seluruh dunia akibat meningkatnya perselisihan perdagangan antara AS dan China, tutur lembaga ekonomi Ifo Jerman dalam survei triwulanannya terhadap hampir 1.200 pakar di lebih dari 110 negara. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent naik 4 sen menjadi USD58,57 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTII naik 43 sen menjadi USD54,93 per barel.[/li][/list]Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat di atas level psikologis USD1.500, di tengah meningkatnya kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global dan perang dagang AS-China yang memicu permintaan safe-haven. Harga emas melesat sebanyaknya 4% minggu lalu dan melambung sekitar 17% sepanjang tahun ini. Imbal hasil surat utang yang negatif di banyak negara maju semakin mendukung harga emas. Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka ( CFTC ) AS menyebutkan, sejumlah manajer investasimenaikkan posisi bullishmereka pada emas COMEX. Investor akan terfokus pada simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, pekan depan, untuk mencari kejelasan mengenai jalur suku bunga. Pedagang melihat peluang 74% untuk penurunan suku bunga 25 basis poin oleh The Fed, September nanti. Harga perak naik 0,8% menjadi USD17,07 per ounce, platinum mendatar di posisi USD858,88, dan palladium naik 0,9% menjadi USD1.433,69. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 0,94% menjadi USD1.510,86 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka naik 0,94% menjadi USD1.523,20 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters)
Multi Quote Quote
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...