Ipotnews- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan ke zona merah pada akhir perdagangan hari Rabu (24/7). Indeks terkikis -0,29 persen (-19 poin) ke level 6.384. Indeks LQ45 -0,49% ke 1.022. Indeks IDX30 -0,49% ke level 560. IDX80 -0,42% ke 144. Indeks JII -0,64% ke posisi 690. Indeks Kompas100 -0,28% ke 1.303. Indeks Sri Kehati -0,40 persen ke 406 dan Indeks SMInfra18 -0,43 persen ke level 348. Market saham regional cerah seiring kabar negosiasi konflik dagang AS vs China akan kembali dimulai pada pekan depan. Sementara pasar saham domestik kembali mengalami tekanan seiring aksi jual yang masih saja terjadi. Saham-saham teraktif:[url=]SRIL[/url],[url=]MNCN[/url],[url=]FREN[/url],[url=]CPRI[/url],[url=]LPPF[/url],[url=]POSA[/url],[url=]KPAL[/url] Saham-saham top gainers LQ45:[url=]LPPF[/url],[url=]ELSA[/url],[url=]MEDC[/url],[url=]SRIL[/url],[url=]TPIA[/url],[url=]JSMR[/url],[url=]HMSP[/url] Saham-saham top losers LQ45:[url=]UNTR[/url],[url=]BRPT[/url],[url=]UNVR[/url],[url=]INTP[/url],[url=]WSKT[/url],[url=]WSBP[/url],[url=]BBRI[/url] Nilai transaksi mencapai Rp8,89 triliun. Volume trading sebanyak 191,41 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp111,11 miliar. Nilai tukar rupiah drop -0,07% di level Rp13.990 terhadap USD (04.00 pm). Bursa Asia Market saham Asia di zona hijau pada perdagangan hari Rabu (24/7), menyambut sinyal positif kemajuan dalam perundingan konflik dagang AS dan China. Negosiasi konflik dagang AS vs China akan dimulai pada pekan depan. "Market telah menanti lama negosiasi face to face dan sepertinya itu akan terjadi pada pekan depan," ujar Rob Subbaraman, Analis Nomura seperti dikutip CNBC . Namun menurut dia, hal itu masih sangat awal. Masih terdapat jalan panjang seiring keinginan AS agar China mengubah kebijakan strukturalnya. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) menguat tipis 0,04 persen. Saat Akhir sesi, indeks bursa saham China berhasil ke zona hijau. Indeks Shenzhen Component naik 0,99 persen ke 9.266. Indeks Shenzhen Composite naik 1,106 persen di level 1.562. Sedangkan Indeks Hang Sengdi bursa saham Hong Kong juga bergerak ke zona hijau. Saham unggulan bidang kosmetik, L'Occitane menguat signifikan sebesar 5 persen setelah Nomura Securities menaikkan rekomendasi menjadi "buy".Adapun Indeks ASX200 di bursa Australia ke zona aman setelah berhasil melaju positif sebesar 0,77 persen ke level 6.776. Seluruh sektor saham terpantau menguat.Di bursa saham Jepang, IndeksNikkei 225melaju ke zona hijau pada sesi akhir perdagangan. Indeks Topix menguat sebesar 0,4 persen ke level 1.575Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel melaju ke zona negatif, melemah 0,91 persen pada posisi 2.082. Harga saham LG Display (supplier Apple) drop 3,81 persen setelah rugi operasional pada kuartal II lebih besar dari perkiraan.Di pasar finansial, Indeks dolar AS melaju ke level 97,675 dibandingkan sesi kemarin pada posisi 97,5. Nilai tukar yen naik tipis ke posisi 108,08 terhadap USD dibanding posisi sesi sebelumnya di level 108,27. Dolar Australia drop ke posisi $0,6984 dibanding sesi sebelumnya di level $0,702.IndeksNikkei 225(Jepang) +0,41% ke level 21.709.Indeks Shanghai (China) +0,80% ke level 2.923.IndeksHang Seng(Hong Kong) +0,20% pada level 28.524.Indeks Straits Times (Singapura) -0,14% ke level 3.368. Bursa EropaMarket saham Eropa hijau di menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (24/7) pagi waktu setempat. Para trader bersiap untuk kebijakan dovish bank sentral Eropa pada meeting mendatang.Indeks DAX (Jerman) +0,11% di level 12.504.Indeks FTSE (Inggris) -0,42% pada posisi 7.524.Indeks CAC (Perancis) -0,13% ke level 5.610. MinyakHarga minyak menguat pada perdagangan sesi sore, hari Rabu (24/7) di pasar komoditas Asia di tengah naiknya tensi atas Iran, stok minyak di AS yang turun tajam serta sinyal positif negosiasi konflik dagang AS vs China. Tetapi kekhawatiran akan pelemahan demand membatasi penguatan harga.Minyak WTI naik 28 sen ke harga USD 57,05 per barel. Minyak Brent naik 21 sen ke harga USD 64,04 per barel (pukul 07.19 GMT). (cnbc/reuters/awj/idx) Sumber : admin
Multi Quote Quote