PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat yang lebih rendah terhadap surat utang PT Intiland Development Tbk. (DILD) dari idA- pada kuartal I/2018 menjadi idBBB pada semester I/2019. DILD dinilai belum bisa pulih dari dinamika pasar properti yang mulai tertekan pada 2014 akibat pengetatan aturan penyaluran kredit properti serta pajak barang mewah dan sangat mewah. Ditambah, perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, industri properti menjadi sulit untuk bangkit lagi bahkan setelah pemerintah mulai satu per satu merevisi lagi kebijakan kredit dan pajak tersebut. Lagi pula, penopang ekonomi Indonesia, yakni penjualan komoditas juga melemah beberapa tahun terakhir sehingga menekan daya beli masyarakat. Analis Pefindo, Niken Indriarsih mengatakan peringkat yang lebih rendah pada periode semester I/2019 disebabkan masih lemahnya ekspektasi terhadap profil kredit. Alasannya, realisasi prapenjualan lebih rendah dari perkiraan khususnya pada proyek gedung bertingkat (high-rise) sulit terserap pasar. Dari sisi arus kas operasi, DILD pun mencatatkan angka negatif selama 5 tahun terakhir karena perseroan terus menarik utang guna menyelesaikan proyek. Kendati demikian, pada 2018 defisit berada di level yang lebih rendah. Hal itu pun menyebabkan peringkat surat utang DILD turun dari idA- menjadi idBBB+ pada kuartal I/2019. “Penurunan peringkat Intiland mencerminkan ekspektasi terhadap profil kredit DILD yang tetap lemah untuk kategori peringkat karena prapenjualan yang lebih rendah dari yang diperkirakan terutama untuk beberapa proyek high-rise yang tingkat take up-nya sulit untuk ditingkatkan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (18/7/2019). Adapun, peringkat perseroan bisa membaik bila leverage keuangan menurun dan arus kas membaik secara signifikan yang didukung oleh performa prapenjualan yang kuat. Sebaliknya, rating bisa menurun lagi bila pendapatan dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perseroan melemah karena terdampak turunnya permintaan dan molornya penyelesaian proyek utama.
Multi Quote Quote