Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (14/3) dibuka menguat, melanjutkan tren positif pada penutupan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah parlemen Inggris menolak kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa. Investor mewaspadai rilis data produksi industri China hari ini. Mengawali perdagangan saham hari ini, indeksASX 200, Australia dibuka naik 0,29%, di tengah kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas logam. Namun indeks bergerak melemah 0,05% (-2,80 poin) ke posisi 6.158,40 pada pukul 8:15 WIB. Pada jam yang sama kenaikan indeksNikkei 225, Jepang sedikit mereda menjadi 0,40% (85,77 poin) di level 21.376,01, setelah dibuka melompat 0,88%. IndeksKospi, Korea Selatan, dibuka naik 0,38% dan berlanjut menguat 0,07% di posisi 2.149,86. Melanjutkan tren kenaikan global, indeksHang Seng, Hongkong dibuka naik 0,29% (83,61 poin) menjadi 28.891,06 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeksShanghai Composite, China dibuka anjlok 0,44% ke level 3.013,60. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan pada sesi perdagangan kemarin.IHSGditutup menguat 0,37%ke level 6.377. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini berpotensi melanjutkan kenaikan didukung oleh kembalinya aksi beli ekuitasbig capdan lapis kedua pilihan, serta kenaikan harga sejumlah komoditas. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan di area jenuh jual. Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan solidnya data ekonomi AS diprediksi akan memberikan sentimen positif untukIHSG. Selain itu kembali menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, serta emas diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks.IHSGdiprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentangsupportdi level 6.330 danresistancedi 6.415. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain; [list][li]Saham :[url=]INTP[/url](Buy, Support: Rp18.250, Resist: Rp19.000),[url=]ACES[/url](Buy, Support: Rp1.780, Resist: Rp1.850),[url=]SMGR[/url](Buy, Support: Rp12.350, Resist: Rp13.050),[url=]CPIN[/url](Buy, Support: Rp7.075, Resist :Rp7.525).[/li][li] [/li][li]ETF :[url=]XPSG[/url](Buy, Support: Rp443, Resist: Rp450),[url=]XIIC[/url](Buy on Weakness, Support: Rp1.119, Resist: Rp1.134),[url=]XDIF[/url](Buy, Support: Rp493, Resist: Rp499).[/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir menghijau, didorong kenaikan saham teknologi, di tengah sentimen positif menyambut rilis data ekonomi AS yang cukup solid. Pesanan barang tahan lama non sektor pertahanan AS periode Januari membukukan kenaikan terbesar dalam 6 bulan, sebesar 0,8%. Pesanan barang tahan lama secara keseluruhan juga naik 0,4%, jauh melebihi ekspektasi penurunan 0,5%. Sementara itu, pengeluaran konstruksi AS mencatat kenaikan terbesar dalam 9 bulan, melejit 1,3% pada Januari. SP 500 kembali mencatatkan level tertinggi baru untuk tahun ini, menguat untuk hari ketiga berturut-turut. Sektor teknologi SP 500 naik 0,7%, dipimpin oleh Nvidia yang melonjak 3,8%. Facebook, Amazon, Netflix, Alphabet--induk saham Google--dan Apple semuanya ditutup lebih tinggi. Saham-saham teknologi melambung lebih dari 3,5% pada pekan ini. [list][li]SP 500 melaju 0,69% (19,40 poin) ke level 2.810,92.[/li][li] [/li][li]Dow Jones Industrial Average naik 0,58% (148,23 poin) menjadi 25.702,89.[/li][li] [/li][li]Nasdaq Composite meningkat 0,69% (53,27 poin) ke posisi 7.643,41.[/li][/list]Harga ETF saham Indonesia(EIDO)di New York Stocks Exchange turun 0,24% menjdi USD25,13. Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir di zona hijau, investor mencerna data terbaru, berita seputar laporan keuangan, dan perkembangan Brexit. Kenaikan indeks didukung optimisme bahwa parlemen Inggris akan mengesampingkan Brexit tanpa kesepakatan. Parlemen Inggris akan memberikan suara hai ini untuk menentukan apakah harus meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret tanpa kesepakatan. Rilis data produksi industri zona euro untuk Januari lebih kuat dari perkiraan, dan Inggris memotong proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini. Indeks STOXX 600 naik 0,63% menjadi 375,60, dipimpin kenaikan harga saham sektor minyak dan gas yang ditutup melesat 1,5%. Saham Shell dan BP melompat setelah harga minyak melonjak karena pemotongan pasokan berkelanjutan dari kelompok produsen OPEC dan sanksi AS Amerika terhadap Iran dan Venezuela. Adidas terperosok 3% karena permasalahan rantai pasokan yang akan menghambat pertumbuhan penjualan di AS. Saham E.ON merosot 2%, setelah proyeksi kenaikan laba di jaringan dan unit energi terbaru akan mengimbangi penurunan. [list][li]FTSE 100 London menguat 0,11% (8,04 poin) di posisi 7.159,19.[/li][li] [/li][li]DAX 30 Frankfurt naik 0,42% (48,24 poin) menjadi 11.572,41.[/li][li] [/li][li]CAC 40 Paris melaju 0,69% (36,13 poin) ke level 5.306,38.[/li][/list] Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, setelah rilis data inflasi terbaru yang mendukung kemungkinan dipertahankannya suku bunga AS.Indeks Harga Produsen (IHP) AS nyaris tidak naik pada periode Februari, mencatatkan kenaikan tahunan terkecil dalam lebih dari satu setengah tahun. Data ekonomi AS dari Februari lebih lemah dari perkiraan, perusahaan hanya menambahkan 20.000 pekerjaan bulan lalu, turun 94% dari Januari. Poundsterling melejit 1,42% setelah anggota parlemen Inggris menolak meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan dalam skenario apa pun. Indeks dolar AS, yang mengukur kursgreenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,40% menjadi 96,55. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.13350.0008+0.07%7:29 PMPoundsterling (GBP-USD)1.3301-0.0037-0.28%7:29 PMYen (USD-JPY)111.200.03+0.03%7:29 PMYuan (USD-CNY)6.7071-0.0014-0.02%11:29 AMRupiah (USD-IDR)14,265.00-1.500-0.01%4:59 AM Sumber : Bloomberg.com, 13/3/2019 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, naik sekitar 2% karena stok AS di luar dugaan menyusut dan perkiraan resmi pertumbuhan pasokan minyak mentahnya direvisi lebih rendah. Data Badan Informasi Energi (EIA) AS menunjukkan, stok minyak mentah AS merosot pada pekan lalu, karena pengilangan meningkatkanoutput.Persediaan minyak mentah turun 3,9 juta barel, jauh lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 2,7 juta barel. Data lain menunjukkan produksi minyak mentah AS jatuh dari rekor tertinggi, turun 100.000 barel per hari (bph) menjadi 12 juta bph pada pekan lalu. Pemadaman listrik yang meluas di Venezuela menghentikan ekspor minyak mentah dari itu, membantu memperketat pasar. [list][li]Harga minyak mentah berjangka Brent naik 88 sen (1,32%) menjadi USD67,55 per barel.[/li][li] [/li][li]Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,39 (2,44%) menjadi USD58,26 per barel.[/li][/list] Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, menembus level tertinggi dua pekan, merespon rilis data ekonomi Amerika yang memperkuat pandangan Federal Reserve untuk bersabar dalam menerapkan kebijakan kenaikan suku bunga. Kenaikan harga emas juga didukung oleh ketidakpastian kesepakatan Brexit. Indeks Harga Produsen AS pada Februari lalu, tumbuh 1,9% (year-on-year)kenaikan tahunan terkecil sejak Juni 2017, mendukung sikap The Fed mempertahankan suku bunga. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia naik sekitar 0,4%. Harga palladium naik 0,9% menjadi USD1.555,01 per ounce, platinum bertambah 0,1% menjadi USD838, dan perak menguat 0,1% menjadi USD15,46. [list][li]Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.308,83 per ounce.[/li][li] [/li][li]Harga emas berjangka naik 0,9% menjadi USD1.309,3 per ounce.[/li][/list] (AFP, CNBC , Reuters)
Multi Quote Quote