Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 9 tahun 2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka, maka PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berkewajiban untuk membeli sisa saham publik setelah mengambil alih lebih dari 80% saham. Oleh karena itu, perseroan akan melakukan mandatory tender offer atas sisa saham publik di PT Holcim Indonesia Tbk yang kini telah berubah nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Dalam siaran persnya di Jakarta disebutkan, sebanyak-banyaknya 1.48 miliar saham biasa PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) yang dimiliki oleh pemegang saham yang ditawarkan atau mewakili sebanyak-banyaknya 19,36%, dengan harga tender offer sebesar Rp2.097 per saham, sehingga nilai total tender offer sekitar Rp 3,11 triliun. Sumber dana PT Semen Indonesia Industru Banguan (SIIB) sebagai induk usahanya dalam melaksanakan tender offer berasal dari dana yang diperoleh dari shareholder loan dan setoran modal yang akan diberikan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) kepada SIIB sesuai dengan kebutuhan pendanaan terkait tender offer. Sehubungan dengan hal tersebut, SMGR memiliki sumber pendanaan yang cukup yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan tender offer yang akan dilakukan oleh SIIB. Disebutkan, masa penawaran untuk tender offer ini akan dilakukan mulai 12 Maret sampai dengan 10 April 2019. Tanggal terakhir pembayaran akan jatuh pada 22 April 2019. Adapun perusahaan efek yang ditunjuk untuk aksi ini adalah PT BNI Sekuritas. Tender offer ini dilakukan menyusul diakuisisinya perusahaan produsen semen ini oleh produsen semen pelat merah yang transaksinya diselesaikan pada 31 Januari 2019 lalu. Holcim Indonesia sebelumnya dimiliki oleh perusahaan semen asal Swiss, Lafarge Holcim. Perusahaan tersebut menjual seluruh aset operasi Lafarge Zero senilai US$917 juta atau setara dengan Rp 13,47 triliun untuk 80,6% saham Holcim Indonesia. Nantinya SIBB akan memiliki seluruh aset yang diakuisisi, termasuk empat pabrik semen, 33 pabrik siap pakai, dan dua tambang agregat. Asal tahu saja, pasca mengakuisisi PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menargetkan bisa mengekspor 5 juta ton semen pada tahun ini atau naik 67% dari total ekspor Semen Indonesia Group tahun lalu sebesar 3 juta ton. Sekretaris Perusahaan SMGR,Agung Wiharto pernah bilang, dirinya meyakini target itu dapat tercapai lantaran perusahaan telah mengakuisisi saham mayoritas PT Holcim Indonesia Tbkdan mengubah namanya menjadi Solusi Bangun Indonesia. Akuisisi itu dilakukanoleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIBB), anak usaha Semen Indonesia pada akhir Januari lalu.
Multi Quote Quote