Ipotnews- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin menanjak ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (25/2). Bergerak konsisten di zona hijau,IHSGmenguat +0,37 persen (+23 poin) ke level 6.525. Indeks LQ45 +0,45% ke 1.020. Indeks IDX30 +0,43% ke level 560. IDX80 +0,51% ke 145. Indeks JII +0,13% ke 712. Indeks Kompas100 +0,3% ke 1.326. Indeks Sri Kehati +0,49 persen ke 396 dan Indeks SMInfra18 +0,49 persen ke level 338. Saham-saham teraktif:[url=]ESTI[/url],[url=]SRIL[/url],[url=]JAYA[/url]-W,[url=]FREN[/url],[url=]BKSL[/url],[url=]UNTR[/url],[url=]BNLI[/url] Saham-saham top gainers:[url=]ERAA[/url],[url=]LPPF[/url],[url=]SMGR[/url],[url=]ANTM[/url],[url=]INTP[/url],TPIA,[url=]INCO[/url] Saham-saham top losers:[url=]HMSP[/url],[url=]INDF[/url],[url=]KLBF[/url],[url=]CPIN[/url],[url=]ADRO[/url],[url=]ELSA[/url],[url=]SCMA[/url] Nilai transaksi mencapai Rp10,28 triliun. Volume trading sebanyak 175,00 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp260,49 miliar. Nilai tukar rupiah menguat +0,33% ke posisi Rp14.011 terhadap dolar AS. (04:00 pm). Bursa Asia Pasar saham Asia menguat pada sesi sore perdagangan hari Senin (25/2). Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi bahwa dia akan menunda kenaikan tarif impor barang dari China karena negosiasi konflik dagang antara kedua negara membuat kemajuan substansial. Market saham China menjadi lokomotif penguatan di regional Asia. MSCI Asia Pacific Index (tolok ukur bursa saham regional) bergerak menguat 0,63 persen. "Karena Presiden AS dan China menyatakan negosiasi konflik dagang yang dibuat mengalami progres, maka peluang bagi AS dan China untuk mencapai kesepakatan makin tinggi," demikian Tim Riset OCBC seperti dikutip CNBC . Menurut tim riset tersebut, kunci stabilitas jangka menengah bergantung kepada dua bidang di antaranya kesepakatan reformasi struktural China dan penegakkan kesepakatan negosiasi perdagangan. Market saham China bergerak solid di zona hijau seiring penguatan Indeks Shanghai. Indeks Shenzhen Component naik 5,587 persen. Indeks Shenzhen Composite melaju 5,417 persen. Indeks Shanghai berada di zona bullish setelah naik 20 persen dari posisi terendah intraday yang terjadi di awal Januari lalu. Shanghai Composite Index sempat ke bearish market setelah turun 20 persen dari level tertinggi di bulan Juni 2018. Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng juga ke zona hijau pada final trading hari ini. Saham China Construction Bank naik 2,1 persen. Perusahaan alat-alat konstruksi, ZTE menguat 2,3 persen. Di market Tokyo, Indeks Nikkei 225 di zona hijau. Indeks Topix menguat 0,71 persen. Saham kapitalisasi besar Fast Retailing naik 0,67 persen ikut mendukung penguatan market Tokyo. Indeks Kospi di bursa Korea Selatan melaju tipis ke level 2.232. Sedangkan Indeks ASX200 di bursa Australia bergerak melaju positif sebesar 0,31 persen. Di pasar finansial, Indeks dolar AS ke level 96,412 atau melemah dibanding posisi pekan kemarin di level 96,9. Nilai tukar yen di posisi 110,66 melaju terhadap USD dibanding posisi sesi pekan kemarin di level 110,8. Dolar Australia melemah pada posisi $0,7147 dari sesi kemarin di level $0,720 serta sempat di bawah level $0,710. Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,48% ke level 21.528. Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,5% di posisi 28.959. Indeks Shanghai (China) +5,60% ke posisi 2.961. Indeks Straits Time (Singapura) +0,07% ke 3.272. Bursa Eropa Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Senin (25/2) pagi waktu setempat. Para pemodal di bursa Eropa memantau proses negosiasi konflik dagang AS dan China yang sedang berlangsung. Ditopang seluruh sektor, The European Stoxx 600 ((benchmark seluruh market Eropa) naik 0,5 persen. Indeks DAX (Jerman) +0,00% ke posisi 11.457 Indeks FTSE (Inggris) +0,36% di level 7.204 Indeks CAC (Perancis) +0,32% pada posisi 5.232 Minyak Harga minyak tertekan pada perdagangan sesi sore, hari Senin (25/2) di pasar komoditas Asia. Harga minyak tertekan terseret oleh banjir pasokan seiring ekspor minyak AS naik bersaing dengan produsen minyak Timur Tengah di pasar kunci seperti Asia. Minyak WTI drop 11 sen ke harga USD57,15 per barel. Sedangkan minyak Brent melemah 18 sen ke harga USD66,94 per barel hingga pukul 07:47 GMT. (cnbc/reuters/awj/idx) Sumber : admin
Multi Quote Quote