Ipotnews- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berujung ke zona positif pada perdagangan hari Kamis (24/1).IHSGmenguat +0,24 persen (+15 poin) ke level 6.466. Indeks LQ45 +0,07% ke level 1.023 poin. IDX30 +0.10% ke level 562 poin. Indeks JII +0,45% ke level 724. Indeks Kompas100 +0,27% ke level 1.329. Indeks Sri Kehati +0,08% ke posisi 397. Indeks Sinfra18 -0,28% ke level 333. Saham-saham teraktif yang diperdagangkan:[url=]HOME[/url],[url=]SWAT[/url],[url=]ISAT[/url],[url=]TLKM[/url],[url=]BBC[/url],[url=]ANTM[/url]dan[url=]TINS[/url] Saham-saham top gainer LQ45:[url=]AKRA[/url],[url=]ANTM[/url],[url=]ICBP[/url],[url=]BKSL[/url],[url=]ASII[/url],[url=]LPPF[/url]dan[url=]INKP[/url] Saham-saham top loser LQ45:[url=]PTPP[/url],[url=]BJBR[/url],[url=]WSKT[/url],[url=]BBNI[/url],[url=]BBCA[/url],[url=]HMSP[/url]dan[url=]INCO[/url] Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp11,92 triliun dengan volume trading sebanyak 153,38 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp158,76 miliar. Sektor aneka industri dan industri dasar menjadi penopang utama lajuIHSG. Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +2,42 persen dan +0,66 persen. Nilai tukar rupiah menguat +0,11 persen ke level Rp14.165 (pukul 04:00 pm) Bursa Asia Bursa saham Asia naik tipis pada perdagangan hari Kamis (24/1). Laju bursa Asia ini di tengah terjadinya ketidakpastian politik di USA dan kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi global membuat para investor mewaspadai aset berisiko. Indeks MSCI Asia Pacific (tolok ukur pasar saham Asia dan Pasifik) menguat 0,3 persen. Chief Investment Officer pada Libra Investment, Yasuo Sakuma, menilai tidak ada sentimen agar investor melakukan aksi beli dan begitu pula tidak terdapat pemicu baru untuk melakukan aksi jual. "Para investor waspada terdapat kemungkinan bahwa perlambatan ekonomi akan berlangsung di tengah ketidakpastian atas tensi konflik dagang USA dengan China," kata Harumi Taguchi, Analis padaIHSGMarkit. Menurut Harumi, dalam situasi seperti itu, kemungkinan menjadi sedikit lebih besar yang mana situasi tetap sulit untuk aksi beli di pasar saham dan yen cenderung melonjak. Di bursa saham Jepang, Indeks Topix bergerak menguat 0,36 persen setelah sempat melempem di sesi pagi. Sementara Indeks Nikkei 225 melemah. Di bursa Korsel, Indeks Kospi menguat 0,81 persen. Penguatan tersebut didukung lonjakan saham unggulan seperti SK Hynix yang naik 5,54 persen walaupun kinerja triwulanan tercatat di bawah ekspektasi para analis. Indeks ASX 200 di pasar saham Australia bergerak rebound menguat 0,38 persen. Sektor energi naik 2 persen Sementara indeks saham China ada zona hijau. Indeks Shenzhen component meningkat 0,661 persen dan Indeks Shenzhen Composite melaju 0,457 persen. Sedangkan di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng menghijau di menit-menit akhir. Indeks dolar AS ke level 96,164 setelah pada di sesi awal tertekan ke level 96,044 poin. Dolar Australia di level $0,7098 setelah di sesi sebelumnya melaju ke posisi $0,7166. Nilai tukar yen pada posisi 109,65 terhadap dolar AS usai sempat melemah di level 109,9 di sesi sebelumnya. Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,09% ke level 20.574. Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,42% ke posisi 27.120. Indeks Shanghai (China) +0,41% ke posisi 2.591. Indeks Straits Times (Singapura) +0,62% ke level 3.190. Bursa Eropa Market saham Eropa melemah pada menit-menit awal perdagangan hari Kamis (24/1) pagi waktu setempat. Ketidakpastian berlanjut mendominasi sentimen investor. Indeks DAX (Jerman) -0,26% ke posisi 11.042. Indeks FTSE (Inggris) -0,20% pada level 6.828. Indeks CAC (Perancis) -0,06% di posisi 4.837. Oil Posisi harga minyak melemah pada perdagangan hari Kamis (24/1) sore di bursa komoditas Asia di tengah kekhawatiran yang berkepanjangan terhadap perlambatan ekonomi global serta kabar bahwa persediaan minyak di USA melonjak. Stagnasi ekonomi global akan membatasi demand terhadap fuel. Minyak Brent drop 24 sen ke harga USD60,90 per barel (sampai pukul 07:45 GMT). Sedangkan harga minyak WTI melemah 18 sen ke harga USD52,44 per barel. (cnbc/awsj/reuters/idx) Sumber : admin
Multi Quote Quote