Harapan Rebound di Desember Menyuram, Investor Mulai Menarik Diri

Ipotnews -Bursa saham Asia mengawali pekan ini dengan pelemahan, sebagian besar indeks acuan di bursa saham utama Asia rontok 1-2 persen. Penyebabnya masih yang itu-itu juga : kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan dan meningkatnya ketegangan AS-China. Aksi jual global menguat di Asia tak lama setelah data ekonomi China periode November dirilis akhir pekan lalu, yang menyiratkan berlanjutnya pelemahan permintaan domestik dan internasional. Menambah kekisruhan, ketegangan AS-China semakin meningkat setelah penangkapan Kepala Staf Keuangan Huawei Technologies Co di Kanada atas permintaan Washington. Sabtu lalu, Wakil Menteri Luar Negeri China telah memanggil Duta Besar AS untuk China sebagai protes atas penangkapan tersebut. Melemahnya pasar belakangan ini, menurut Naeimi, manajer investasi AMP Capital Investors Ltd., Sidney, disebabkan oleh "narasi" yang menekan "fundamental," danmoodinvestor diselimuti keinginan untuk keluar dari pasar. Memerahnya pasar Asia, menekan indeks acuan MSCI Asia Pacific, sekaligus menghapuskan kenaikan 2,7 persen yang dicapai pada November lalu, menuju ke level terendah sejak akhir Oktober. Bursa saham Australia dan Jepang, menampilkan kinerja terburuk di kawasan. Bursa saham China, juga turun seiring dengan berlanjutnya pelemahan yuan. Naeimi mengatakan, perusahaannya mencoba untuk mengatasi kemungkinan terjadinya skenario "memburuk sebelum menjadi lebih baik" dan berusaha untuk menambahkan "teknologi pengelolaan risiko" sambil mempertahankan eksposur inti di pasar yang sedang tertekan seperti, asetemerging market,energi global, dan sektor keuangan di seluruh dunia. Dengan kondisi data pertumbuhan global yang bervariasi dan 'gencatan senjata' 90 hari AS-China, menurut jingyi Pan, ahli strategi pasar IG Asia Pte., situasi tidak terlihat akan meningkat secara signifikan. "Kesadaran bahwa kondisi ketidakpastian ini diekspektasikan akan berlanjut lebih lama adalah gangguan pasar dan ini semua tidak mungkin berlalu dalam waktu singkat," ujarnya, sepertti dikutip, Bloomberg, Senin (10/12). "Investor perlu me1ndapatkan bukti tentang lebih banyaknya volatilitas yang akan terjadi dan melindungi dari kemungkinan kerugian," imbunya. Beberapa ahli strategi lain, mulai mengakhiri perdagangan tahun 2018 dengan volume ekuitas yang diperkirakan semakin menyusut menjelang akhir tahun. "Untuk pekan ini, perdagangan akan bias ke bawah," kata Rachelle Cruz, analis di AP Securities Inc. "Tidak ada katalis yang akan menghalangi investor untuk mengambil risiko ini, sehingga setiap kenaikan kemungkinan akan berumur pendek untuk segera mengambil untung," Cruz menambahkan. Ketegangan AS-China akan semakin membebani kawasan, sementara AS memperpanjang koreksinya. Cruz menambahkan, tidak mengherankan jika trader lebih memilih untuk menguangkan ekuitasnya, dan menginvestasikannya ke aset tetap dengan imbal hasil yang lebih baik. Presiden Beyond Asset Management Co, Michael On menyarankan, dalam menghadapi kondisi yang seperti ini, yang sebaiknya dilakukan investor adalah beristirahat. "Ketegangan AS-China lebih buruk dari yang diperkirakan,"kata On. "Investor harus berhati-hati, dan disarankan untuk menurunkan kepemilikan saham mereka hingga kurang dari 50 persen aset. PDB global akan bangkit kembali hanya pada kuartal kedua tahun depan, dengan periode negosiasi China-AS selama 90 hari." "Mereka harus beristirahat dan kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek," ujarnya. Bagi Castor Pang, kepala riset di Core Pacific-Yamaichi International Hong Kong, likuiditas adalah faktor yang harus diperhatikan selama musim liburan, terutama di Hong Kong di mana investor China memiliki eksposur besar. "Secara tradisional, dana-dana cenderung ditarik diri dari luar negeri dan kembali ke China daratan daratan pada akhir tahun, dan itu akan membebani pasar," kata Pang. Ia menambahkan, investor sudah menyerah dari harapan untuk mengalamireboundpada Desember ini. (Bloomberg/kk) Sumber : Admin
Multi Quote Quote
Latest sports news headlines from India and world. Check out today's most recent & up-to-date news coverage, videos & photos at thesportsrumour.com sports news
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...