Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (7/11) dibuka bervariasi cenderung melemah, gagal melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street menghadapi pemilu sela di AS yang berpotensi dimenangi Partai Demokrat di DPR. Mengawali perdagangan saham hari ini, indeksASX 200Australia dibuka dengan mencatatkan penurunan 0,19% terbebani kemerosotan harga saham hampir di semua sektor, diwarnai pelemahan harga minyak. Penurunan indeks berlanjut 0,25% (-14,90 poin) menjadi 5.860,30 pada pukul 8:20 WIB. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang menguat 0,39% (85,87 poin) di posisi 22.233,62, setelah dibuka naik 0,65%. IndeksKospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,48% dan berbalik naik 0,46% ke level 2.099,23. Melanjutkan pelemahan Asia, indeksHang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,18% (-46,17 poin) di posisi 26.074,79 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China juga menyusut 0,11% di level 2.656,37. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil keluar dari tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup sedikit menguat 0,06% menjadi 5.923. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakanIHSGhari ini berpotensi mengallami koreksi minor menjelang rilis data cadangan devisa yang akan membantu indeks untuk bertahan di zona hijau. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya polabearishyang mengindikasikan adanya potensi koreksi minor di area jenuh beli. Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan ekpektasi Partai Demokarat akan menguasai House ,dan berlanjutnya penguatan rupiah diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu, posisi indeks yang sudah mengalami jenuh belirawan terkena aksi ambil untung,dankembali terkoreksinya harga komoditas akan menjadi katalis negatif bagai indeks harga saham gabungan.IHSGdiprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.890 dan resistance di 5.955. Beberapa ekuitass yang perlu dicermati, antara lain; [list][li]Saham:[url=]BSDE[/url](Buy, Support: Rp1.120, Resist: Rp1.190),[url=]MNCN[/url](Buy, Support: Rp810, Resist: Rp870), [url=]MIKA[/url](Buy, Support: Rp1.415, Resist: Rp1.495),[url=]BDMN[/url]( SELL , Support: Rp7.325, Resist: Rp7.475). [/li][li]ETF:[url=]XIIT[/url]( SELL , Support: Rp530, Resist: Rp540),[url=]XIIC[/url]( SELL , Support: Rp1.064, Resist: Rp1.08smile, [url=]XISI[/url](Buy, Support: Rp320, Resist: Rp32smile. [/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Streetpagi tadi ditutup menguat dalam sesi perdagangan yang relatif tenang. Investor menhan diri menunggu hasil pemilihan anggota Kongres Amerika yang dipandang sebagai "referendum" terhadap Presiden Donald Trump. Hasil pemilu sela diperkirakan tidak akan banyak mengubah kebijakan Trump, namun potensi kemenangan Partai Demokrat di DPR diharapkan dapat mengendalikan agresivitas Trump. Saham CVS Health melonjak 5,8% karena melaporkan kenaikan laba dan pendapatan lebih dari 8%. Booking Holdings melompat 4,2% setelah melaporkan kenaikan laba 2,7%. Dow Jones Industrial Average melaju 0,68% (173,31 poin) ke level 25.637,25. StandardPoor's 500 bertambah 0,63% (17,14 poin) menjadi 2.755,52. Nasdaq Composite naik 0,64% (47,11 poin) ke posisi 7.375,96. Harga ETF saham Indonesia (EIDO)di New York Stocks Exchange naik 0,86% menjadi USD23,37. Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah karena pelaku pasar mengkhwatirkan sejumlah ketidakpastian politik. Indeks Stoxx 600 turun 0,26% menjadi 362,55, terbebani penurunan harga saham sektor ritel, sumber daya alam dan telekomunikasi. Indeks PMI zona euro periode Oktober turun menjadi 53,1, dari 54,1 pada September lalu. Menteri keuangan zona euro terus menekan Italia untuk memasukkan anggaran yang baru ke Komisi Eropa. Proses Brexit kembali berada dalam ketidakpastian setelah anggota parlemen Inggris mengatakan bahwa Brexit mengarah pada tanpa kesepakatan. Pemilu sela di AS dikhawatirkan akan menimbulkan riak ke seluruh pasar modal. FTSE 100 London anjlok 0,89% (-63,16 poin) ke level 7.040,68. DAX 30 Frankfurt menyusut 0,09% (-10,62 poin) menjadi 11.484,34. CAC 40 Paris merosot 0,51% (-26,20 poin) ke posisi 5.075,19. Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup cenderung stagnan, investor bersikap hati-hati menunggu hasil pemilu sela di AS. Partai Demokrat diperkirakan memenangkan kendali di DPR, sedangkan Republik cenderung mempertahankan mayoritas mereka di Senat. Kemenangan Demokrat kemungkinan akan dilihat sebagai penolakan terhadap kebijakan Trump, yang pada gilirannya, akan memperkuat mata uangemerging market.Indeks dolar naik tipis 0,04% menjadi 96,317. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.14280.0001+0.01%6:31 PMPoundsterling (GBP-USD)1.31050.0006+0.05%6:31 PMYen (USD-JPY)113.42-0.01-0.01%6:31 PMYuan (USD-CNY)6.9194-0.0063-0.09%10:29 AMRupiah (USD-IDR)14,804.00-172.50-1.15%3:58 AM Sumber : Bloomberg.com, 6/11/2018 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun, minyak WTI terpuruk ke level terendah delapan bulan, setelah AS memberikan keringanan kepada delapan negara pembeli terbesar minyak Iran untuk mengimpor selama 180 hari. Iran mengatakan sejauh ini mampu menjual minyak sebanyak yang diperlukan untuk dijual dan mendesak negara-negara Eropa menentang sanksi AS. Estimasi industri menunjukkan ekspor minyak Iran jatuh 40 hingga 60% sejak Trump mengatakan akan menerapkan kembali sanksi, adanya pengecualian memungkinkan ekspor naik lagi setelah November. Badan Informasi Energi AS memperkirakan, produksi minyak mentah AS rata-rata mencapai 12,06 juta barel per hari (bph) pada 2019, menembus 12 juta bph lebih cepat dari perkiraan. Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,04 (-1,42%) menjadi USD72,13 per barel. Harga minyak mentah berjangka WTI turun 89 sen (-1,41%) menjadi USD62,21 per barel. Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir melemah karena Wall Street dan dolar AS menguat menjelang hasil pemilu sela Kongres AS. Pelaku pasar juga menantikan pertemuan dua hari Federal Reserve yang dimulai Rabu, kendati diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun untuk sesi kedua berturut-turut menjadi 757,29 ton pada perdagangan Senin. Harga emas di pasar spot turun 0,39% menjadi USD1.226,08 per ounce. Harga emas berjangka turun USD6,0 (0,49%) menjadi USD1.226,30 per ounce. (AFP, CNBC , Reuters)
Multi Quote Quote