Ipotnews- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di teritori negatif pada akhir sesi perdagangan hari Kamis (18/10).IHSGmelorot -0,40 persen (-24 poin) ke level 5.845. Indeks LQ45 -0,91% ke leavel 920 poin. IDX30 -0,90% ke level 505 poin. Indeks JII -1,13% ke level 644. Indeks Kompas100 -0,60% ke level 1.180. Indeks Sri Kehati -1,05% ke posisi 346. Indeks Sinfra18 -1,39% ke level 303. Saham-saham teraktif yang diperdagangkan:[url=]ISSP[/url],[url=]TLKM[/url],[url=]KPIG[/url],[url=]PGAS[/url],[url=]SRIL[/url],[url=]SMCB[/url]dan[url=]PNLF[/url] Saham-saham top gainer LQ45:[url=]SRIL[/url],[url=]MNCN[/url],[url=]GGRM[/url],[url=]INDF[/url],[url=]INKP[/url],[url=]BSDE[/url]dan[url=]BBRI[/url] Saham-saham top loser LQ45:[url=]TPIA[/url],[url=]PTBA[/url],[url=]UNTR[/url],[url=]ADHI[/url],[url=]PTPP[/url],[url=]HMSP[/url]dan[url=]UNVR[/url] Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp5,39 triliun dengan volume trading sebanyak 77,96 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp7,80 miliar Sektor infrastruktur dan mining menjadi penekan utama lajuIHSG. Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -2,52 persen dan -0,9 persen. Nilai tukar rupiah -0,25 persen ke level Rp15.194 (pukul 04:00 pm) Bursa Asia Indeks benchmark bursa China tergelincir ke level terendah dalam 4 tahun pada perdagangan hari Kamis (18/10) melemahkan pasar saham Asia. Sementara dolar AS mengukir penguatan tertinggi dalam sepekan pasca rilis risalah meeting the Fed bulan lalu menguatkan lagi ekspektasi bahwa suku bunga akan terus naik. Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,7 persen. Pasar saham China melemah setelah Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen berada di zona merah. Indeks Shenzhen turun 2,74 persen. Bursa saham China turun signifikan seiring perekonomian negara tersebut menghadapi tekanan yang meningkat sebagai dampak perang tarif impor dengan USA. Indeks saham unggulan CSI300 turun 2,1 persen. Data pertumbuhan kredit yang dirilis Rabu kemarin memberikan sedikit jaminan bagi para investor menjelang rilis GDP kuartal III pada JUmat mendatang. Hal ini membawa ekspektasi bahwa GDP China akan turun terburuk sejak krisis finansial global. "Secara keseluruhan tren pelemahan pertumbuhan total kredit social (di China) masih tidak berubah dan (data) penurunan kredit yang oleh market menantikan hal tersebut masih belum muncul," ujar Tim Analis Ping An Securities (Hong Kong). Tekanan juga terjadi di pasar saham Hong Kong setelah Indeks Hang Seng berkutat di zona merah. Indeks pasar saham utama di Asia, Nikkei 225 tertekan. Begitu pula dengan Indeks Topix, turun 0,54 persen. Data yang dirilis pemerintah Jepang memperlihatkan ekspor Jepang periode bulan September turun untuk pertama kali sejak 2016 seiring penurunan ekspor tujuan China dan USA. Hal ini memperlihatkan dampak yang meluas ekskalasi perang dagang USA dan China. Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi tumbang 0,89 persen. Saham-saham unggulan seperti SK Hynix (pembuat chip) turun 2,41 persen. Bank sentral Korsel memilih opsi untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan. Sementara itu Indeks ASX 200 (Australia) rebound namun masih bergerak flat. Subindeks finansial yang beberapa hari terakhir terkoreksi, bangkit menguat 0,45 persen mengimbangi pelemahan yang terjadi di sektor energi dan material. Kedua sektor ini turun masing-masing 0,15 persen dan 0,67 persen. Departemen Keuangna USA dalam rilis pada Rabu kemarin menyatakan tidak ada temuan mitra dagang utama yang secara sengaja memanipulasi mata uangnya. Tetapi pengawasan terhadap Jerman, Jepang, Swiss, Korea dan India serta China tetap dipertahankan. "Kami akan terus memantau dan meninjau praktik mata uang China termasuk melalui diskusi dengan bank sentral China," kata Menteri Keuangan USA, Steve Mnuchin. Analis pada lembaga BNY Mellon, Simon Derrick mengingatkan pelemahan terkini yuan tidak dapat diabaikan. "Dengan kenaikan yield surat utang pemerintah USA, Presiden Trump mengisyaratkan terus menerapkan tarif impor kepada barang asal China sehingga bursa saham China menyentuh posisi terendah secara multi years," ujarnya. Indeks dolar AS rally ke level 95,703 dibandingkan dengan posisi kemarin pada posisi 95,2. Sementara nilai tukar yen di posisi 112,63 atau melemah dibandingkan posisi kemarin di kisaran 112. Yuan di pasar onshore di posisi 6,9361 terhadap USD setelah melemah di posisi 6,9371 (terendah sejak Januari 2017). Di pasar offshore, yuan juga melemah di posisi 6,9370. Pada hari Rabu kemarin indeks dolar AS dan yield surat utang pemerintah USA naik ke level tertinggi dalam sepekan terakhir. Yield surat utang tenor 10 tahun tersebut di posisi 3,207. Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,80% ke posisi level 22.658. Indeks Hang Seng (Hong -0,03% ke posisi 25.454. Indeks Shanghai (China) -2,94% ke posisi 2.486. Indeks Straits Times (Singapura) -0,06% ke level 3.069. Bursa Eropa Market saham Eropa bergerak menguat di menit-menit awal perdagangan hari Kamis (18/10) pagi waktu setempat. Hal ini terjadi setelah para pemimpin Uni Eropa menunda rencana pertemuan khusus untuk menyelesaikan kesepakatan Brexit pada bulan depan. Indeks FTSE 100 (Inggris) +0.26% di posisi 7.073. Indeks DAX (Jerman) +0.54% ke level 11.777. Indeks CAC (Perancis) +0.51% pada posisi 5.171. Oil Harga minyak flat pada perdagangan hari Kamis (18/10) sore mendapat sokongan dari ketegangan geopolitik pascca hilangnya wartawan ternama Arab Saudi mengimbangi sentimen stok minyak di USA yang turun tajam. Minyak Brent drop 5 sen ke harga USD80,00 per barel. Harga minyak WTI menguat 1 sen ke harga USD69,76 per barel (pukul 06:50 GMT), berada di bawah level USD70 per barel untuk pertama kalinya dalam 1 bulan terakhir. (cnbc/awsj/reuters/idx) Sumber : admin
Multi Quote Quote