Ipotnews- Langkah Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir ke zona merah pada perdagangan hari Rabu (5/9). IHSG melemah signifikan -3,76 persen (-222 poin) ke level 5.683. Indeks LQ45 -4,41% ke leavel 890 poin. IDX30 -4,40% ke level 486 poin. Indeks JII -4,65% ke level 612. Indeks Kompas100 -4,32% ke level 1.148. Indeks Sri Kehati -4,40% ke posisi 333. Indeks Sinfra 18 -4,25% ke level 296. Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah[url=]BBRI[/url],[url=]TLKM[/url],[url=]PGAS[/url],[url=]TKIM[/url],[url=]ERAA[/url],[url=]PTBA[/url]dan[url=]INKP[/url]. Saham Top Loser LQ45 antara lain[url=]SSMS[/url],[url=]INTP[/url],[url=]TPIA[/url],[url=]ICBP[/url],[url=]GGRM[/url],[url=]BBCA[/url]dan[url=]UNTR[/url]. Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,74 triliun dengan volume trading sebanyak 106,31 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp877,36 miliar. Sektor konsumer dan industri dasar menjadi penjegal utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melorot masing-masing -4,17 persen dan -3,99 persen. Nilai tukar rupiah +0,18 persen ke level Rp14.935 (pukul 04:00 pm) Bursa Asia Bursa saham Asia melemah pada perdagangan hari Rabu (5/9) di tengah penguatan nilai tukar dolar AS ke level tertinggi dalam 2 pekan terakhir. Laju USD karena kekhawatiran atas konflik dagang global kian meningkat menahan animo para pemodal terhadap aset lebih berisiko. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk Jepang) melorot 1 persen. Pasar saham China juga bergerak dalam tekanan terbebani ekspektasi USA akan menerapkan tarif impor lebih banyak terhadap barang impor asal China pada bulan ini. Indeks ASX200 (bursa Australia) turun 0,9 persen. Sedangkan Indeks Kospi (di Korsel) turun 0,2 persen. Begitu pula Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang tertahan di zona merah. "Negosiasi konflik dagang antara USA dan Kanada akan dimulai hari ini dan hal ini mempertahankan sentimen perang dagang di garis depan disertai sikap wait and see para pelaku pasar modal," ujar Masahiro Ichikawa, Senior Analis pada Sumitomo Mitsui Asset Management yang berbasis di Tokyo. Pembicaraan antara USA dan Kanada diperkirakan mulai hari Rabu ini dan berakhir pada Jumat dengan tanpa kesepakatan mengubah perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA) akan mendinginkan suasana kepercayaan investor. Pemerintah Kanada tidak diharapkan mundur dari isu-isu kunci meskipun ada ancaman dari Presiden USA Donald Trump untuk membalas kepada perekonomian Kanada. Menurut Ichikawa, terdapat masalah isu hubungan dagang China dan USA disamping guncangan dalam nilai tukar negara-negara emerging market yang mengharuskan pelaku pasar khawatir akan hal tersebut. Yang membuat kegugupan investor bertahan adalah ancaman baru berupa tarif impor USA terhadap barang impor asal China senilai USD200 miliar yang dapat berdampak setelah periode masukan publik berakhir pada hari Kamis mendatang. Kegoyahan pasar saham dan forex emerging market, sumber utama kegelisahan market global saat ini, menghadapi tekanan terbaru berupa kabar bahwa Afrika Selatan mengarah ke resesi dan kekhawatiran yang bercampur tentang inflasi di Turki. Mata uang Argentina, Peso turun 2 persen pada trading Selasa kemarin. Peso melemah meski Presiden USA Donald Trump mendukung Presiden Argentina Mauricio Macri dan upayanya mendapatkan bantuan finansial dari IMF guna bangkit dari krisis ekonomi yang dalam. Chief IMF, Christian Lagarde dan Menteri Ekonomi Argentina Nicolas Dujovne menyepakati dana siaga USD50 miliar untuk membantu Argentina. Indeks dolar AS melemah ke level 95,359 meski sempat ke level tertinggi dalam 2 pekan pada closing perdagangan hari Selasa kemarin di posisi 95,737. Sedangkan kurs USD menguat terhadap yen di posisi 111,71 yen. USD menguat pada Selasa seiring optimisme indikasi kelanjutan kenaikan suku bunga the Fed. Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,51% ke posisi 22.580. Indeks Hang Seng (Hong Kong) -2,61% ke level 27.243. Indeks Shanghai (China) -1,68% ke posisi 2.704. Indeks Straits Times (Singapura) -1,69% ke level 3.156. Bursa Eropa Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Rabu (5/9) pagi waktu setempat. Pergerakan bursa Eropa tertahan kekhawatiran baru atas konflik dagang internasional yang menghambat animo investor terhadap aset-aset lebih berisiko. Indeks FTSE (Inggris) -0.49% 7.421. Indeks DAX (Jerman) -0.70% 12.124. Indeks CAC (Perancis) -1.00% 5.289. Oil Harga minyak melemah pada perdagangan hari Rabu (5/9) seiring dampak serangan badai tropis pada produksi minyak lepas pantai USA tidak sekuat seperti perkiraan sebelumnya. Minyak WTI drop 73 sen ke harga USD69,14 per barel (pukul 03:42 WIB). Harga minyak Brent turun 60 sen ke harga USD77,57 per barel. (cnbc/awsj/reuters/mk) Sumber : admin
Multi Quote Quote