Ipotnews- Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melaju kencang ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (20/smile. IHSG menguat +1,87 persen (+108 poin) ke level 5.892. Indeks LQ45 +2,36% ke level 926 poin. IDX30 +2,41% ke level 504 poin. Indeks JII +2,22% ke level 643. Indeks Kompas100 +2,27% ke level 1.196. Indeks Sri Kehati +2,18% ke posisi 347. Indeks Sinfra 18 +3,23% ke level 309. Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah[url=]TLKM[/url],[url=]PTBA[/url],[url=]TRAM[/url],[url=]BBCA[/url],[url=]BBRI[/url],[url=]FILM[/url]dan[url=]MNCN[/url]. Saham-saham top gainer LQ45 di antaranya[url=]INTP[/url],[url=]LPPF[/url],[url=]INCO[/url],[url=]ITMG[/url],[url=]UNTR[/url],[url=]INDY[/url]dan[url=]BBRI[/url]. Saham Top Loser LQ45 antara lain[url=]UNVR[/url],[url=]ICBP[/url],[url=]SSMS[/url],[url=]TPIA[/url]dan[url=]SRIL[/url]. Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp8,28 triliun dengan volume trading sebanyak 90,43 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp332,67 miliar. Sektor aneka industri (misc-ind) dan industri dasar (basic-ind) menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +3,56 persen dan +2,69 persen. " IHSG konsisten bergerak menguat dipicu oleh harapan investor terkait rencana pertemuan antara Donald Trump dengan Xi Jinping pada bulan November untuk membahas solusi terkait perang dagang," demikian ulasan Tim Riset PT Indo Premier Sekuritas. Nilai tukar rupiah -0,08 persen ke level Rp14.590 (pukul 04:00 pm) Bursa Asia Sebagian indeks saham Asia menguat pada perdagangan hari Senin (20/smile. Pergerakan pasar saham Asia merespon kabar yang berkembang sejak akhir pekan lalu bahwa USA dan China akan kembali ke meja perundingan guna membahas sengketa dagang. Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang turun 71,38 poin. Begitu pula dengan Indeks Topix melemah 5,38 poin. Di bursa Korsel, Indeks Kospi flat. Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) bergerak menguat. Sementara pasar saham China bergerak ke teritori positif. Indeks Shenzhen menguat 0,602 persen. Bursa Australia bergerak stagnan setelah Indeks SP/ASX200 flat setelah sempat menghijau di menit-menit awal perdagangan. Sektor material naik 1,12 persen. Sektor finansial turun 0,52 persen. Saham finansial yang melemah seperti ANZ turun 0,78 persen. Commonwealth Bank turun 0,92 persen. Westpact turun 0,63 persen. National Australia Bank turun 0,28 persen. Para pejabat USA dan China sedang menyusun rencana untuk mengadakan pembicaraan guna mengakhiri perselisihan dagang. Pembicaraan ini akan bermuara kepada pertemuan tingkat pejabat tinggi yakni Presiden Trump dan Xi Jin Ping pada November mendatang. "Ini memberikan ke market sejumlah alasan optimistis bahwa penurunan eskalasi antara China dan USA kemungkinan terkait pelaksanaan pemilu sela USA pada November mendatang," kata Ray Attrill, analis pada National Australia Bank. Di pasar finansial, Indeks Dolar AS di posisi 96,230 (pukul 3:36 pm) dibanding posisi pada pekan sebelumnya di level 96,500. Sedangkan yen berada di level 110,63 terhadap dolar AS (pukul 3:37 pm). Yen menguat dari level sebelumnyadi posisi 110:8. Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,32% ke posisi 22.199. Indeks Hang Seng (Hong Kong) +1,41% ke level 27.598. Indeks Shanghai (China) +1,11% ke posisi 2.698. Indeks Straits Times (Singapura) -0,21% ke level 3.202. Bursa Eropa Market saham Eropa menguat pada menit-menit awal perdagangan hari Senin (20/smile pagi waktu setempat. Para pemodal sedang menanti hasil negosiasi dagang antara USA dan China. Indeks FTSE (Inggris) +0.61% ke posisi 7.604. Indeks DAX (Jerman) +1.06% di level 12.339. Indeks cAC (Perancis) +0.81% pada posisi 5.388. Oil Harga minyak bergerak mixed pada perdagangan hari Senin (20/smile sore. Laju harga terbebani kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang melambat namun didukung oleh ekspektasi dampak sanksi USA kepada Iran. Minyak Brent berjangka ke harga USD71,80 per barel (pukul 07:06 GMT). Minyak WTI drop 6 sen ke harga USD65,85 per barel. (cnbc/awsj/reuters/mk) Sumber : admin
Multi Quote Quote