Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (15/smile, dibuka melemah diwarnai kekhawatiran akan berlanjutnya krisis keuangan Turki. Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeksASX 200, Australia sebear 0,32% terbebani penurunan harga saham di sektor perbankan yang dipimpin oleh kejatuhan harga saham Commonwealth Bank sebesar 3,37%. Indeks berlanjut melemah tipis 0,01% (-0,60 poin) di posisi 6.299,00 pada pukul 8:30 WIB. Pada jam yang sama indeksNikkei 225, Jepang bergerak turun 0,30% (-67,08 poin) ke level 22.289,00, setelah dibuka melemah 0,09% di tengah pelemahan harga saham sektor teknologi yang diimbangi kenaikan di sektor pertambangan, utilitas dan ekspedisi. Bursa saham Korea Selatan dan India hari ini tutup. Melanjutkan tren pelemahan Asia indeksHang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,73% (-203,38 poin) ke level 27.549,55 pada pukul 8:35 WIB. IndeksShanghai Composite, China turun 0,34% menjadi 2.771,65. Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka dengan dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,56% ke leve 5.767,87. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensirebounddidukung proyeksi rilis data perdagangan Juli yang positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya indikasireversalyang cukup kuat, di area jenuh jual. Tim Riset Indo Premier berpendapat menguatnya indeks bursa global seiring dengan meredanya kekhawatiran akan krisis keuangan di Turki diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Dari dalam negeri investor akan mencermati keputusan rapat dewan gubernur BI dan neraca perdagangan di bulan Juli yang diprediksi mengalami surplus. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentangsupportdi level 5.690 danresistancedi 5.840. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan: [list][li]Saham :[url=]MAIN[/url](Buy, Support: Rp1.280, Resist: Rp1.360),[url=]BBCA[/url](Buy, Support: Rp23.350, Resist: Rp23.650),[url=]LSIP[/url](Buy, Support: Rp1.130, Resist: Rp1.230),[url=]BWPT[/url](Buy, Support: Rp202, Resist: Rp226)[/li][li] [/li][li]ETF :[url=]XBNI[/url](Buy on Weakness, Support: Rp962, Resist: Rp996,[url=]XPDV[/url](Buy on Weakness, Support: Rp447, Resist: Rp469),[url=]XPSG[/url](Buy on Weakness, Support: Rp398, Resist: Rp414).[/li][/list] Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir menguat, seiring meredanya tekanan krisis mata uang Turki pada dua sesi terakhir perdagangan. Penguatan Lira mengurangi kekhawatiran akan memburuknya penularan krisis, meskipun Presiden Turki mengancam akan memboikot barang elektronik AS, seperti iPhone. Kendati demikian saham Apple dan Amazon justru menguat 0,4% dan 1,2%. Saham Goldman Sachs, Citigroup dan Morgan Stanley naik lebh dari 1%. Sebagian besar emiten Dow Jones menguat; Dow DuPont, McDonald's, dan Microsoft melesat lebih dari 1%, dan Walgreens Boots Alliance melejit 3,3%. Tapi Tesla Motors merosot 2,5% setelah menunjuk komite khusus terkait rencanago-private. Dow Jones Industrial Average naik 0,45% (112,22 poin) menjadi 25.299,92. StandardPoor's 500 melaju 0,64% (18,03 poin) ke level 2.839,96. Nasdaq Composite melonjak 0,65% (51,19 poin) ke posisi 7.870,90. Harga ETF saham Indonesia (EIDO)di New York Stocks Exchange turun 0,61% menjadi USD22,64. Bursa saham utamaEropatadi malam tadi malam ditutup sedikit melemah, meskipun gonjang-ganjing ekonomi Turki mulai mereda. Indeks European-Stoxx berakhir cenderung mendatar, bertambah 0,01% menjadi 384,92, namun indeks saham DAX, CAC dan FTSE melemah. Angka pertumbuhan Jerman naik pada kuartal kedua, tetapi ketegangan perdagangan global dan krisis Turki dikhawatirkan akan membawa masalah ke mesin ekonomi Eropa itu. Kantor statistik Eropa juga meningkatkan estimasi pertumbuhan tahunan untuk zona euro menjadi 1,5 persen. DAX 30 Frankfurt bertambah 0,13 poin menjadi 12.358,87. CAC 40 Paris melemah 0,17% (-8,91 poin) di posisi 5.403,41. FTSE 100 London turun 0,40% (-30,81 poin) ke level 7.611,64. Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup di level tertinggi 13 bulan, seiring meningkatnya perburuan dolar AS sebagaaisafe havens.Kendati lirarebounddari posisi terendah, setelah turun lebih dari 40% pada tahun ini, kekhawatiran tentang eksposur bank-bank Eropa mendorong pelepasan euro dan menekannya ke level terendah 13 bulan terhadap dolar dan franc Swiss. Indeks dolar, yang mengukur kursgreenbackterhadap enam mata uang negara maju naik 0,35% menjadi 96,731. Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)Euro (EUR-USD)1.13480.0004+0.04%7:29 PMPoundsterling (GBP-USD)1.2718-0.0005-0.04%7:29 PMYen (USD-JPY)111.210.06+0.05%7:29 PMYuan (USD-CNY)6.8842-0.007-0.10%11:29 AMRupiah (USD-IDR)14,584.00-23.50-0.16%4:53 AMSumber : Bloomberg.com, 14/8/2018 (ET) Komoditas Harga minyakmentahWest Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, terbebani oleh penguatan dolar AS karena investor tetap mengkhawatirkan risiko penularan krisis ekonomi Turki. Data American Petroleum Institute menunjukkan, stok minyak mentah Amerika meningkat 3,7 juta barel pada pekan lalu, jauh dari ekspektasi penurunan sebesar 2,5 juta barel. Pelemahan harga dibatasi oleh kekhawatiran atas pasokan minyak mentah OPEC , seiring pernyataan Arab Saudi untuk memangkas produksi dan perkiraan ekspor Iran yang menurun. Tetapi OPEC memperkirakan pasokan minyak dari negara-negara non- OPEC akan meningkat 2,13 juta barel per hari (bph), tahun depan, 30.000 bph lebih banyak dari proyeksi bulan lalu. Data pelemahan investasi dan penjualan ritel China, sebagai salah satu konsumen energi terbesar dunia, ikut menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka Brent turun 2 sen menjadi USD72,59 per barel. Harga minyak mentah berjangka WTI turun 16 sen menjadi USD67,04 per barel. Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat tipis dari posisi terendah 18 bulan, setelah berupaya menembus level USD1.200 per ounce, di tengah penguatan dolar AS. Harga emas, yang anjlok sekitar 8 persen tahun ini, menghadapi tekanan lebih lanjut dari kemungkinan meningkatnya suku bunga AS, melonjaknya dolar dan kegagalan emas untuk berperan sebagai lindung nilai terhadap risiko di tengah ketidakpastian global. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,19 persen menjadi 784,60 ton pada Senin lalu, atau turun sekitar 10 persen dari puncaknya pada April lalu, dan berada di titik terendah sejak Februari 2016. Harga emas di pasar spot naik 0,01% menjadi USD1.193,41 per ounce. Harga emas di bursa berjangka naik USD1,80 menjadi USD1.200,70 per ounce. (AFP, CNBC , Reuters)
Multi Quote Quote