Ipotnews- Harga minyak melemah pada perdagangan Rabu, terbebani pergerakan dolar AS yang mulai menjauh dari level terendah tiga tahun, pekan lalu. Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berada di posisi USD61,37 per barel pada pukul 01.44 GMT, turun 42 sen atau sekitar 0,7 persen, dari penutupan terakhir, demikian laporanReuters, di Singapura, Rabu (21/2). Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent--patokan internasional--menyusut 36 sen atau sekitar 0,6 persen dari penutupan terakhir menjadi USD64,89 per barel. Wang Tao, analis teknikal komoditasReuters, mengatakan Brent bisa jatuh ke kisaran USD63,92-64,41 per barel, seperti ditunjukkan olehwave pattern-nya dan analisis proyeksi. Paratradermengatakan penurunan tersebut didorong oleh pemulihan dolar AS, yang berpotensi menekan permintaan bahan bakar karena membuat impor minyak yang dihargaan dalamgreenbackmenjadi lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain. Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang, Rabu, setelah menarik diri dari posisi terendah tiga tahun yang dicapai pekan lalu. "Dolar AS terus menemukan pijakan yang lebih kuat," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di broker berjangka OANDA di Singapura. Secara keseluruhan, bagaimanapun, pasar minyak tetap didukung dengan baik karena pertumbuhan permintaan yang sehat dan pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), yang dimulai tahun lalu untuk menarik kelebihan persediaan global. (ef)
Multi Quote Quote