Pasar Ekuitas Global Bergairah Lagi, Minyak Lanjutkan Penguatan

Ipotnews- Harga minyak menguat pada perdagangan Selasa, terangkat olehrebounddi pasar saham global menyusulikejatuhan tajam pekan lalu. Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berada di posisi USD59,44 per barel pada pukul 01.03 GMT, naik 15 sen atau sekitar 0,25 persen, dari penutupan terakhir, demikian laporanReuters, di Singapura, Selasa (13/2). Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent--patokan internasional--bertambah 19 sen atau sekitar 0,3 persen menjadi USD62,78 per barel. "Pasar minyak mencoba pulih setengah hati, tadi malam, lebih sedikit dari bursa ekuitas yang memantul," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di pialang berjangka Oanda, Singapura. Bursa saham bergejolak minggu lalu, mencatatkan rekor kejatuhan, mengguncang kepercayaan di pasar keuangan. Dengan pasar yang tampaknya kembali lebih tenang, pedagang minyak mengatakan bahwa perhatian beralih ke tingkat persediaan untuk mengukur tingkat pasokan minyak mentah. "Perubahan dalam persediaan minggu ini akan sangat penting untuk menentukan apakah penurunan harga minyak lebih lanjut bakal terjadi lagi," ucap William O'Loughlin, analis investasi di Rivkin Securities Australia. American Petroleum Institute (API) akan merilis proyeksi persediaan minyak mentah, Selasa, sementara Badan Informasi Energi (EIA) Amerika akan mengumumkan data stok bahan bakar dan produksi minyak mentah, Rabu. Di sisi permintaan, Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), Senin, mengatakan permintaan minyak dunia akan meningkat 1,59 juta barel per hari (bph) tahun ini, naik 60.000 bph dari perkiraan sebelumnya, mencapai 98,6 juta bph. Kenaikan konsumsi diimbangi oleh peningkatanoutputdari luar OPEC , kata kartel tersebut yang didominasi negara-negara Timur Tengah. OPEC mengatakan Amerika Serikat dan produsen lainnya di luar organisasi itu akan meningkatkan pasokan sebesar 1,4 juta bph tahun ini, melonjak 250.000 bph dari bulan lalu dan kenaikan ketiga berturut-turut dari 870.000 bph di November. OPEC mengatakan karena pertumbuhan produksi non- OPEC , pasar minyak hanya akan kembali ke keseimbangan pasokan dan permintaan "menjelang akhir tahun ini." Dalam upaya untuk memperketat pasar dan menopang harga, OPEC dan kelompok produsen lainnya, termasuk Rusia, menahan persediaan sejak 2017. Pemotongan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 2018. Data EIA menunjukkan pasar minyak dunia berada dalam defisit pasokan pada 2017, sebagian karena pemotongan pasokan yang dipimpin oleh OPEC , namun data tersebut menunjukkan prediksi surplus akan kembali lagi untuk sebagian besar tahun ini. (ef)
Multi Quote Quote
On that website page, you'll see your description, why not read through this. Avukat
Multi Quote Quote
I exploit solely premium quality products -- you will observe these individuals on: https://www.unitedluxuryshop.net
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...