Perusahaan tambang batu bara di Kutai Barat Kalimantan Timur, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) telah menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 400 persaham. Informasi tersebut disampaikan perseroan, seperti dilansir laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta. Disebutkan, ttanggal efektif penawaran umum saham BOSS pada 7 Februari 2018. Masa penawaran umum akan berlangsung pada 9-12 Februari 2018. Tanggal penjatahan pada 13 Februari 2018. Selanjutnya, pencatatan saham BOSS di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilaksanakan pada 15 Februari 2018. Dalam hajatan ini, BOSS menawarkan 400 juta saham atau setara dengan 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Untuk aksi korporasi ini, perseroan menggunakan buku Maret 2017 dengan melibatkan 13 penjamin efek, seperti PT Erdikha Elit Sekuritas, PT Artha Sekuritas Indonesia dan PT Indosurya Bersinar Sekuritas. Direktur Utama PT Bornoe Olah Sarana Sukses, Freddy Tedjasasmita mengungkapkan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan produksi tambang di dua konsesi yang dimiliki perusahaan. Selain itu, perusahaan juga akan mengalokasikan dana IPO untuk melakukan pembayaran utang di Bank Victoria sebesar Rp50 miliar.”Dananya sebagian untuk utang dan sebagian untuk bangun infrsatruktur dikonsensi. Kami punya empat konsensi, nanti dana IPO akan untuk meningkatkan produksi di dua konsensi," terangnya. Hingga akhir September 2017, Borneo Olah Sarana Sukses berhasil mengantongi penjualan sebesar Rp120,6 miliar. Adapun laba bersih tercatat Rp20,8 miliar setelah selama 3 tahun terakhir membukukan kerugian karena pelemahan harga batu bara. Sementara Wisnu Widodo, Direktur Victoria Sekuritas sebagai penjamin pelaksana IPO pernah mengatakan, dalam aksi penawaran saham perdananya perusahaan berpotensi meraih dana hasil IPO senilai Rp140 miliar—Rp240 miliar. Disebutkan, dengan kisaran harga tersebut, maka price to earning ratio (PER) saham IPO Borneo di kisaran 3 kali hingga 5 kali. Menurutnya, ada 4 poin yang bisa menjadi pertimbangan investor dalam membeli saham BOSS. Pertama, momentum kembali bergairahnya industri batu bara, sehingga kinerja keuangan perusahaan berpotensi meningkat. Kedua, karakteristik produk batu bara perseroan yang premium karena memiliki kalori tinggi di atas 6.000 kilokalori per kilogram (kkal/kg), serta kandungan abu dan sulfur yang rendah. Ketiga, BOSS baru mengoperasikan 10% dari izin konsensi lahan tambang seluas 16.000. Hal ini penting untuk kelangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang Keempat, perusahaan mendapatkan dana dari Pemerintah Jepang melalui Japan Oil Gas Metal Corporation (JOGMEC) pada 2016. Sentimen ini tentunya memberikan persepsi positif bagi calon investor.
Multi Quote Quote