Ipotnews- Harga minyak mentah Brent mendekati level tertinggi 2015, Selasa, setelah penutupan jaringan pipa utama North Sea untuk perbaikan, menekan pasokan cukup signifikan dari pasar yang sudah mengencang akibat penurunan produksi OPEC. Harga minyak mentah Brent--patokan Eropa dan internasional--berada di posisi USD64,73 per barel pada pukul 01.05 GMT, naik empat sen dari penutupan terakhir, demikian laporanReuters, di Singapura, Selasa (12/12). Brent mencapai puncaknya di posisi USD64,93 per barel pada sesi sebelumnya, tingkat tertinggi sejak Juni 2015. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangkalight sweetatau West Texas Intermediate (WTI), berada di USD57,98 per barel, mendekati tingkat penutupan terakhir. "Minyak melesat tadi malam karena pemberita bahwa jaringan pipa North Sea yang biasanya mengalirkan hingga 400.000 bph akan terhenti untuk beberapa waktu karena perbaikan dilakukan terhadap retakan yang telah terbuka," kata Greg McKenna, kepala strategi pasar di pialang berjangka AxiTrader. Pipa minyak Forties Inggris, terbesar di negara itu berkapasitas 450.000 barel per hari (bph), ditutup Senin setelah retakan mulai terlihat. Jaringan pipa tersebut membawa sejumlah besar minyak mentah fisik yang mendasari Brent berjangka. "Reaksi pasar menunjukkan bahwa di pasar yang ketat, setiap permasalahan pasokan akan tercermin dengan harga yang lebih tinggi," kata ANZ Bank. Lonjakan harga Brent melebar terhadap WTI menjadi USD6,74 per barel, naik dari sekitar USD5 pekan lalu, membuat ekspor minyak Amerika menjadi lebih menarik. WTI yang lebih murah juga merupakan hasil dari meningkatnya produksi minyak Amerika, yang melonjak lebih dari 15 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 9,71 juta bph, tingkat yang tidak terlihat sejak awal 1970-an. Produksi Amerika kini juga tak jauh dari produsen terbesar dunia, Rusia dan Arab Saudi. MeningkatnyaoutputAmerika mengancam upaya yang dipimpin Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekelompok produsen non- OPEC, yang terpenting adalah Rusia, untuk mendukung harga dengan menahan persediaan. OPEC dan sekutunya mulai menahan pasokan Januari lalu dan saat ini berencana untuk terus melakukannya sepanjang 2018. (ef)
Multi Quote Quote