Ipotnews - Tim analis Indo Premier Securities mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham PT Adhi Karya Tbk ([url=]ADHI[/url]), seiring proses realisasi pinjaman dari lembaga keuangan di Amerika Serikat senilai Rp3 triliun-Rp4 trliun, yang diperkirakan mencapai financial closing pada Maret 2018, dan dananya untuk mendanai proyek LRT Jabodebek. "Kami memandang pinjaman ini positif bagi[url=]ADHI[/url]sesuai dengan rencana perseroan mendanai konstruksi depot dan stasiun senilai Rp4,2 triliun," demikian catatan tim analis pada Selasa (12/12). Sebelumnya, terjadi pembengkakan biaya proyek LRT yang membuat[url=]ADHI[/url]terbebani, dan hal ini diperberat dengan rencana PT KAI mundur sebagai investor utama LRT Jabodebek dan pemerintah menghendaki pembentukan perusahaan patungan yang memberatkan[url=]ADHI[/url], karena sebagai kontraktor harus menutupi pembengkakan biaya investasi. Namun, pada akhir pekan lalu, lewat Perpres 49/2017, rencana pembentukan usaha patungan dibatalkan. KAI tetap sebagai investor dan operator dengan menggunakan Penanaman Modal Negara (PMN) senilai Rp7,6 triliun dan pinjaman bank Rp18,1 triliun, sementara[url=]ADHI[/url]akan berinvestasi di fasilitas depo menggunakan PMN Rp1,4 triliun, seperti skema awal. Pembayaran awal untuk[url=]ADHI[/url]atas kemajuan proyek (Rp4,5 triliun) diperkirakan akan terjadi pada 15 Januari 2018. Sebagai tambahan, financial closing dari 3 bank BUMN dan 2 bank swasta (dengan bunga 8,25 persen) diperkirakan akan terealiasi pada 21-22 Desember tahun ini.(ha)
Multi Quote Quote