Ipotnews- Harga minyak turun pada perdagangan Senin, karena kenaikan jumlahrigAmerika, pekan lalu, menunjukkan peningkatan lebih lanjut dalam produksi negara adidaya itu, sehingga dapat merongrong upaya yang dimotori OPEC guna memperketat pasar. Pernyataan dari Menteri Energi Kuwait bahwa OPEC dan produsen lainnya akan mempelajari sebelum Juni tahun depan mengenai kemungkinan keluar dari kesepakatan pemotongan pasokan minyak global juga turut membebani harga, kata paratrader. Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangkalight sweetatau West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi USD57,14 per barel pada pukul 04.18 GMT, turun 22 sen atau 0,4 persen, dari penutupan terakhir, demikian laporanReuters, di Singapura, Senin (11/12). Sementara itu, harga minyak mentah Brent--patokan Eropa dan internasional--merosot 25 sen atau sekitar 0,4 persen menjadi USD63,15 per barel. Sebelumnya, sekitar pukul 02.19 GMT, minyak WTI menyusut 31 sen atau 0,5 persen menjadi USD57,05 per barel, sedangkan Brent berkurang 34 sen atau sekitar 0,5 persen menjadi USD63,06 per barel. "Kekhawatiran terbesar investor saat ini masih kenaikan jumlahrigAmerika, yang berpotensi membahayakan kesepakatan OPEC dan Rusia saat mereka bertemu untuk melakukanreviewpada pertemuan Juni 2018," kata Shane Chanel, analis dari ASR Wealth Advisers. Jumlahriguntuk produksi minyak baru di Amerika Serikat meningkat dua kali dalam pekan yang berakhir hingga 8 Desember, menjadi 751 unit, tingkat tertinggi sejak September, menurut perusahaan jasa energi, Baker Hughes, Jumat. Jumlahrigyang lebih tinggi itu menunjukkan kenaikan lebih lanjut pada produksi minyak mentah Amerika, yang sudah melonjak lebih dari 15 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 9,71 juta barel per hari (bph). Itu merupakan level tertinggi sejak awal tahun 1970-an, dan mendekati level dari produsen terbesar dunia, Rusia dan Arab Saudi. MelambungnyaoutputAmerika mengancam upaya yang dimotori Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekelompok produsen non- OPEC , seperti Rusia, untuk mendukung harga dengan menahan pasokan. OPEC dan sekutunya mulai menahan pasokan sejak Januari lalu dan saat ini berencana untuk terus melakukannya sepanjang 2018. Namun, Menteri Perminyakan Kuwait, Essam al-Marzouq, kemarin, mengatakan OPEC dan produsen minyak lainnya akan mempelajari lagi sebelum Juni kemungkinan untuk mengakhiri kebijakan pemotongan (exit strategy) pasokan minyak global terlebih dahulu. Pada kesempatan itu, dia juga mengatakan OPEC dan sekutunya kemungkinan akan menghentikan pemotongan produksi sebelum 2019 jika pasar telah mencapai keseimbangan pada Juni 2018. Bahkan, tutur Almarzooq, Rusia ingin mengakhiri kesepakatan penghentian produksi sedini mungkin. (ef)
Multi Quote Quote