Ipotnews- Harga minyak melemah di Asia pada perdagangan Jumat, karena penguatan nilai tukar dolar AS, meski penurunan pasokan OPEC terlihat mendukung pasar hingga tahun depan. Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangkalight sweetatau West Texas Intermediate (WTI), berada di level USD56,64 per barel pada pukul 01.08 GMT, turun 5 sen dari penutupan terakhir, demikian laporan Reuters, di Singapura, Jumat (8/12). Sementara itu, harga minyak mentah Brent--patokan Eropa dan internasional--menyusut sebelas sen menjadi USD62,09 per barel.Paratradermengatakan pelemahan harga kali ini lebih disebabkan oleh menguatnya dolar AS, yang telah terapresiasi 0,8 persen sepanjang bulan ini terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.Dolar AS yang lebih kuat bakal dipandang banyak kalangan sebagai penghambat harga minyak mentah, karena membuat pembelian komoditas emas hitam itu lebih mahal di negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya. "Dolar AS yang kuat dapat bertindak sebagai penghalang terhadap harga minyak," tutur Bank of America Merrill Lynch (BoAML) dalam prospek 2018, yang diterbitkan pekan ini.Secara fundamental, harga minyak mendapatkan dukungan dari Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekelompok produsen non- OPEC , yang dipimpin oleh Rusia, yang telah menahan pasokan untuk memperketat pasar dan menopang harga. Harga minyak naik tajam antara periode Juni dan Oktober, dengan Brent melonjak sekitar 40 persen.Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ekspektasi bahwa OPEC , Rusia dan sekutunya akan memperpanjang pengurangan produksi, yang dilakukan sejak Januari dan pada awalnya akan berakhir Maret, namun dilanjutkan hingga sepanjang 2018. BoAML mengatakan "permintaan global yang kuat dan persediaan yang ketat bisa mendorong harga minyak mentah Brent menjadi USD70 per barel pada pertengahan 2018".Mengancam tujuan OPEC untuk memperketat pasar adalah produksi minyak Amerika, yang melesat lebih dari 15 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 9,7 juta barel per hari (bph), tingkat tertinggi sejak awal 1970-an dan mendekatioutputprodusen utama dunia, Rusia dan Arab Saudi. (ef)
Multi Quote Quote