Minggu lalu, saya mengadakan sebuah free event yang saya beri namacafé saham, dan berlokasi di Mall Central Park.Dalam salah satu pembahasan, ada sebuah diskusi tentang menjadi Full Time Investor atau bahasa kerennya adalah Investing for Living. Menjadi Full Time Investor memang “terlihat keren” di satu sisi, karena bisa bekerja di manapun berada, alias tidak perlu berada di kantor. Menjadi investor juga tidak memiliki bos, yang artinya kita tidak perlu takut diomelin bos L. Namun di sisi lain, ada sesuatu yang tidak orang lain lihat, yaitu dengan menjadi Full Time Investor, kita menghadapi satu bos yang lebih besar, yaitu :diri sendiri. Nah malam itu kami berdiskusi, bahwa belum semua orang bisa menjadi Full Time Investor, karena jangan sampai hanya tergiur dengan hal-hal di atas tadi, namun perlu dipikirkan juga mengenai resiko-resiko nya. Bagaimana kalau misalkan market sedang bearish? Apakah kita sanggup untuk bertahan? Bagaimana kalau ternyata kita dipaksa untuk cut loss? Bagaimana kalau Analisa kita ternyata salah? dll.. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya ingin berbagi tips apa saja yang harus dipersiapkan apabila ingin menjadi Full Time Investor : Pertama,pastikan bahwa Anda memiliki dana investasi yang terpisah dengan uang sehari-hari atau istilahnya uang dapur. Sehingga apabila dana investasi Anda terganggu, Anda tidak perlu khawatir dengan kebutuhan rumah tangga Anda. Berapa besarannya? Kembali lagi tergantung pengeluaran Anda. Saya sendiri menyarankan bahwadana investasi adalah 50X pengeluaran bulanan, dan itu terpisah dari dana untuk kebutuhan rumah tangga. Logikanya, return yang konvensional dari berinvestasi di saham adalah 2% per bulan atau 25% per tahun, sehingga return tadi mampu untuk mencukupi pengeluaran bulanan. Contoh : pengeluaran bulanan anda adalah Rp 10 juta, maka disarankan dana investasi adalah Rp 10 juta X 50 = Rp 500 juta. Sehingga apabila Rp 500 juta tadi konsisten menghasilkan return 2% per bulan,maka Anda akan mendapatkan2% X Rp 500 juta = Rp 10 juta, sesuai dengan pengeluaran bulanan Anda. Boleh gak kalau saya pakai asumsi return 4% per bulan? Boleh saja, namun semakin besar target biasanya semakin besar pula beban di benak Anda. Saya pribadi tidak muluk-muluk hanya mentargetkan return 25% – 30% per tahun. Kedua,dana kebutuhan rumah tangga.Dana kebutuhan rumah tangga yang disarankan adalah12x pengeluaran bulanan. Sehingga apabila dana investasi Anda terganggu, minimal Anda dapat bertahan 12 bulan atau 1 tahun. Kembali pada contoh di atas, apabila pengeluaran bulanan Anda adalah Rp 10 juta, maka dana kebutuhan rumah tangga Anda minimal adalahRp 10 juta X 12 bulan = Rp 120 juta. Ketiga, siapkan pula dana darurat,Dana darurat ini akan menjaga Anda dari hal-hal yang di luar rencana. Bedanya apa dengan dana kebutuhan rumah tangga ? Dana kebutuhan rumah tangga tadi sifatnya adalah yang PASTI KELUAR (misal : kebutuhan rumah tangga, uang sekolah Anak, dll), namun kita perlu juga menyiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga, misalkan : Anggota keluarga sakit dan perlu perawatan dokter, tetangga Anda mengalami emergency dan Anda diminta pertolongan. Atau hal-hal yang tidak kita duga sebelumya. Besarannya kira-kira 7x pengeluaran bulanan apabila anda memiliki 1 istri dan 1 anak. Keempat, siapkan pula asuransi kesehatan untuk Anda dan keluarga.Mengapa asuransi penting? Karena kita tidak tahu kapan kita akan sakit dan membutuhkan perawatan. Lho kn sudah ada dana darurat, buat apa asuransi lagi? Untuk beberapa kasus penyakit, membutuhkan biaya yang sangat besar, katakanlah untuk operasi jantung butuh setidaknya ratusan juta (atau mungkin miliaran), yang kemungkinan besar kita belum persiapkan di dana darurat tadi. Berapa besarannya? Kalau ini silakan hubungi agen asuransi kepercayaan Anda. So far, empat hal itu setidaknya yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai menjadi Full Time Investor. Mungkin ada yang ingin menambahkan? Silakan berikan comment di bawah… Info: Jadwal Workshop Value InvestingdiKota Jakarta 9 16 September 2017.Pendaftaran via online di :http://ticmi.co.id/rivan-kurniawan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi viaSMS / WA ke 0896-3045-2810 (Johan)atauemail : info@ticmi.co.id.
Multi Quote Quote