Laba BUMI Naik 291% Menjadi US$ 88,04 juta di kuartal I 2017 Kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terangkat oleh prospek batubara yang lebih baik sepanjang Kuartal I-2017. Pada periode itu, BUMI mencetak kenaikan pendapatan 59% year on year (yoy) menjadi US$ 10,3 juta. Beban usaha yang tinggi sejatinya membuat perseroan mencetak rugi usaha sebesar US$ 4,5 juta dari sebelumnya untung US$ 841.845. Namun, margin laba bersih BUMI tertolong oleh adanya laba entitas asosiasi yang naik 214% menjadi US$ 27,6 juta dan penyusutan beban bunga dan keuangan sebesar 73% menjadi US$ 44,53 juta. Karena itu, laba bersih BUMI pun melonjak 291,81% menjadi US$ 88,04 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih BUMI hanya sebesar US$ 22,46 juta. Laba per 1.000 saham perseroan sebesar US$ 2,44 per saham naik dari sebelumnya US$ 0,62 per saham. Laba kuartal pertama LPCK susut 17,13% PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan pendapatan kuartal I-2017 sebesar Rp 447,36 miliar. Angka ini menurun 18,02% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp 546,11 miliar. Beban pajak final kuartal I-2017 tercatat sebesar Rp 5,18 miliar. Angka ini sejatinya turun tajam sebesar 66,9%, bila dibandingkan dengan beban pajak final periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 15,66 miliar.Atas beban pajak tersebut, pendapatan neto sejak Januari-Maret tercatat sebesar Rp 442,18 miliar. Angka ini lebih kecil 16,63% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 530,44 miliar. Dari sisi bottom line, laba bersih kuartal I-2017 tercatat sebesar Rp 184,87 miliar. Angka ini juga lebih rendah 17,13% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 223,09 miliar. MERK mengerek kapasitas produksi PT Merck Tbk,(MERK) terus memperkuat pasar ekspor. Kali ini perseroan ini merambah pasar Timur Tengah dan Afrika. Untuk mendukung ekspansinya ke pasar ekspor baru, MERK akan meningkatkan kapasitas produksi dan memperbaharui mesin pabrik. Saat ini, MERK telah mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Asia Tenggara, Panama, Yunani, Turki, dan Srilanka. Tahun lalu, pasar ekspor menopang 37% terhadap pendapatan perusahaan tersebut. Sedangkan penjualan dalam negeri berkontribusi 63% terhadap total pendapatannya. Direktur Utama MERK Martin Feulner, menyatakan, pabrik Merck saat ini berada di daerah Pasar Rebo, Jakarta. Penambahan kapasitas pabrik telah dilakukan sejak tahun 2015 dan ditargetkan akan rampung pada 2018. Penjualan semen SMCB turun 12,1% kuartal 1 Perusahaan semen, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mencetak penjualan kuartal 1-2017 sebesar Rp 2,15 triliun. Angka ini turun 12,1% dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,45 triliun. Penurunan penjualan tersebut langsung berdampak pada rugi periode berjalan kuartal 1-2017, yang tercatat Rp 116,48 miliar. Sementara, pada periode yang sama tahun lalu, emiten ini masih mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp 66,98 miliar. Penurunan permintaan semen tersebut lantaran dipengaruhi oleh perubahan cuaca, dan tertundanya proyek infrastruktur serta perumahan. Laba ADRO triwulan I-2017 naik 69,7% PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih hingga 69,75% menjadi US$ 97,13 juta pada kuartal I 2017. Sementara, laba inti atau laba yang dihasilkan bisnis inti setelah pajak naik 63% year on year (yoy) menjadi US$ 132 juta. Harga jual batubara rata-rata yang naik 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu membuat pendapatan ADRO melambung 24% yoy menjadi US$ 727 juta. Padahal, pada periode itu, produksi batubara perseroan turun 6% yoy menjadi 11,86 juta ton. Sementara itu, volume penjualan turun 13% menjadi 12,03 juta ton. Garibaldi Thohir, Presiden Direktur ADRO mengatakan, profitabilitas yang didukung kenaikan harga batubara membuat EBITDA perseroan naik 44% menjadi US$ 276 juta. Perseroan membidik target EBITDA US$ 900 juta sampai US$ 1,1 miliar pada tahun ini. TINS bagikan dividen Rp 10,14 per saham PT Timah Tbk (TINS) membagikan dividen tahun buku 2016. Pembagian dibiden ini telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (28/4). RUPS TINS memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 75,55 miliar atau setara Rp 10,14 per saham. Besaran dividen itu setara dengan pay out ratio sebesar 30% dari laba bersih TINS tahun lalu yang mencapai Rp 251,83 miliar. Dari segi pay out ratio tidak berubah, masih sama 30% jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi dari besarannya, dividen kali ini jauh lebih besar dibanding dividen tahun buku 2016 yang hanya Rp 30,47 miliar. Laba bersih tercatat sebesar Rp 251,83 miliar, melompat 147% dibandingkan laba bersih 2015 yang sebesar Rp 101 miliar. Laba TKIM kuartal I 2017 tergerus 20,1% PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) mencatatkan penjualan US$ 271,27 juta pada kuartal I-2017. Kinerja penjualan turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 271,27 juta. Penghasilan diperoleh dari penjualan produk kertas sebesar US$ 252,32 juta, dan penjualan produk pengemas dan lainnya sebesar US$ 18,94 juta. Di sisi lain, beban pokok penjualan pada tiga bulan pertama tahun ini tercatat US$ 246,6 juta, naik tipis 0,09% dari periode yang sama tahun lalu. Sehingga, laba bruto TKIM turun tipis 0,93% menjadi US$ 24,66 juta. Kemudian, beban usaha pada kuartal I 2017 turun 13,73% year on year (yoy) menjadi US$ 18,89 juta. Namun, laba usaha Tjiwi Kimia mampu naik 92,78% year on year (yoy) menjadi US$ 5,76 juta. Laba GJTL turun 36,15% di triwulan I-2017 PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan penjualan sejumlah Rp 3,77 triliun pada kuartal I-2017. Angka ini naik 9,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 3,43 triliun. Penjualan pada pihak berelasi lokal berkontribusi sebesar Rp 10,2 miliar, sementara penjualan dengan pihak berelasi ekspor sebesar Rp 886,89 miliar. Sedangkan penjualan pada pihak ketiga lokal memberi kontribusi Rp 2,07 triliun, dan dengan pihak ketiga ekspor berkontribusi Rp 804,27 miliar. Keterbukaan informasi GJTL kepada BEI, Jumat (28/4) mencatat, pada tiga bulan pertama tahun ini, beban pokok penjualan sebesar Rp 3,02 triliun. Artinya terjadi kenaikan sebesar 15,71% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp 2,61 triliun. Sehingga, laba kotor perseroan pada triwulan I 2017 menjadi sebesar Rp 752,13 miliar, atau turun 8,54% year on year (yoy). MINA kantongi dana IPO Rp 27,56 miliar Perusahaan pengembang properti dan perhotelan, PT Sanurhasta Mitra Tbk resmi melantai di bursa pada Jumat (28/4). Emiten dengan kode saham MINA ini mencatat 1,31 miliar saham. Terdiri dari hasil IPO (initial public offering) sebanyak 262,5 juta saham dengan penawaran Rp 105, dan saham pendiri sebanyak 1,05 miliar saham. PT Jasa Utama Capital Sekuritas menjadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Lead Underwriter).Jumlah saham yang ditawarkan oleh MINA dalam proses IPO tersebut, setara dengan 20% jumlah seluruh modal emiten. Dana yang terkumpul dari IPOtersebut sebesar Rp 27,56 miliar. Nantinya, sekitar 65,04% akan digunakan untuk membeli 41,5% pada entitas anak yaitu PT Minna Padi Resort sehingga kepemilikan saham menjadi 99,6.
Multi Quote Quote