Mengawali
pekan ini (8/6), IHSG mengalami koreksi yang cukup dalam dibandingkan indeks
acuan bursa lain di Asia Tenggara. IHSG turun 1.68% ke level 5.014,99. Semua
sektor ditutup melemah dengan pelemahan tertinggi yaitu sektor Agriculture yang
turun sebesar 4.38%. Penurunan indeks BEI salah satunya dipicu oleh dana
investasi asing yang keluar dari pasar saham domestik akibat perlambatan
ekonomi pada kuartal pertama dan kekhawatiran investor akan naiknya suku bunga
The Fed. Selain itu, data ekspor import China bulan Mei 2015 yang mengalami
penurunan juga menjadi sentiment negatif melemahnya indeks, yakni import turun
hingga 18.1% (yoy) dan ekspor turun 2.8% (yoy).


Global Market



Sementara itu indeks di Bursa saham Wall Street
ditutup melemah. Indeks DJIA melemah 0.46% ke level 17,766.55, SP 500
turun 0.65% ke level 2,079.28, dan Nasdaq
melemah 0.92% ke level 5,021.63.Hal tersebut disebabkan oleh
pertimbangan investor akan naiknya imbal hasil (yield) obligasi di tengah
harapan yang lebih besar dari pengetatan kebijakan ekonomi menyusul positifnya
laporan pasar tenaga kerja AS.







JCI Prediction



Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan dibayang-bayangi oleh
aksi profit taking namun dengan penurunan yang terbatas. Secara teknikal,
indicator MACD masih bergerak melemah pada area oversold dan diikuti dengan indicator
RSI dan William%R yang juga bergerak melemah. Namun, untuk jangka pendek indicator
Stochastic oscillator terlihat bergerak membentuk pola golden cross dengan
indikasi positif. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4,980 - 5,058.


Highlight News


·
FAST Akan Tebar Dividen Rp 59,8 Miliar



·
Metrodata Bagikan Dividen Saham Dengan Rasio 35:1



·
ASSA Anggarkan Capex Rp 900 Miliar



·
TPIA Jajaki Pinjaman US$100 Juta



·
PJAA Kaji Rights Issue RP2 Triliun



·
KAEF Incar RP500 Miliar Dari Generik



·
JECC Terdongkrak Proyek PLN



·
UNVR Menahan Diri


Multi Quote Quote