Market
Review



Kemarin IHSG masih mengalami tekanan jual, di mana IHSG terkoreksi 0,79% ke level
5.419,56. Pelemahan rupiah yang sudah menyentuh hingga
level 13.200 membuat pelaku pasar
cukup panik, khususnya pelaku pasar asing serta data
ekonomi dari China yakni retail sales yang mengalami penurunan menjadi 10.7%
ikut di respon oleh para pelaku pasar. Disamping itu, sentimen audit utang Yunani oleh ECB juga sidikit banyak mempengaruhi psikologis
pelaku pasar. Pelaku pasar mencatat transaksi Jual bersih sebesar Rp 1 triliun.


Global Market



Sementara itu, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup kembali mengalami
pelemahan, di mana Indeks
Dow Jones turun 0.16% di level 17,635.39, Indeks SP
mengalami pelemahan 0.19% menjadi 2,040.24 dan Indeks Nasdaq
mengalami pelemahan 0.20% menjadi 4,849.94.Pelemahan bursa Wall Street seiring dengan
melemahnya bursa saham Global yang salah satunya disebabkan rilisnya data
produksi industry tiongkok yang mengalami penurunan menjadi 6.8% dari
sebelumnya 7.9% serta retail sales China yang juga mengalami penurunan turut
memberikan sentimen negatif bagi pergerakan bursa saham Global.


JCI Prediction



Hari ini kami
perkirakan IHSG bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara
teknikal, IHSG berada di area middle Bollinger bands. Indikator MACD membentuk
golden cross dengan histogram negatif memanjang, indikator stochastic
oscillator bergerak melemah. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran
support 5,390 dan resistance 5,480.


Highlight News







·
JSMR Butuh Pinjaman
Rp2,8 triliun



·
Kimia Farma Mulai Bangun Pabrik Rp 1,3 T



·
BEST Raih Kredit
Rp1,3 Triliun



·
BJTM Rencanakan
Pembagian Dividen 50%



·
MNCN Garap Bisnis
Periklanan



·
Rating TRIO
Diturunkan Menjadi BBB+



·
UMR Naik, Laba Bersih SDPC Merosot 28,5% di 2014



·
ENRG
Genjot Produksi 21%


Multi Quote Quote