Prediksi IHSG 17 Maret 2015





Pada perdagangan kemarin, Senin 16 Januari 2015 IHSG ditutup naik ke level 5.435,27 +8,8/(+0,16%). Pelemahan nilai tukar rupiah nampaknya tidak terlalu mempengaruhi pasar. Investor sepertinya lebih mmeperhatikan dan menunggu hasil dari FOMC yang akan dilaksanakan pada 17-18 Maret mendatang.



Bursa saham AS menguat, Indeks standard Poor’s 500 menguat paling tinggi dalam lima minggu terakhir. Bursa saham Amerika Serikat (AS) diuntungkan dengan pelemahan mata uang dollar setelah adanya spekulasi bahwa Bank Sentral (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga secepat yang diperkirakan. SP 500 menguat 1,4% pada pukul 4.p.m di New York, tertinggi sejak 3 Februari 2015. Sembilan dari 10 group industri yang mengisi SP 500 menguat, terutama saham perusahan utilitas sebesar 1,7% dan saham industri kesehatan sebesar 2,2%.



Untuk hari ini kami melihat IHSG berpotensi menguat dengan range Support 5.420 dan Resistance 5.480, saham-saham disektor infrastruktur berpotensi menguat, setelah mengalami koreksi cukup besar beberapa minggu terakhir. (Disclm.On)




Multi Quote Quote
lebih bagus lagi klo The Fed batal menaikan suku bunga. Setidaknya indonesia lebih bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kejadian seperti beberapa waktu lalu. Rupiah anjlok dan saham IHSG menurun.
Multi Quote Quote
Mau batal atau ngga The FED menaikan suku bunga tetap aja harga kebutuhan pokok meningkat. Toh, dolar sekarang masih bertahan di posisi 13.000,-
Multi Quote Quote
bener banget mba Mayasari tetap saja harga kebutuhan pokok melonjak.
Multi Quote Quote
semenjak dikabarkan The Fed akan menaikan suku bunga, membuat perekonomian di seluruh negara menjadi tidak menentu. Seperti di Indonesia Rupiah melemah, harga kebutuhan naik dan IHSG pun masih naik turun.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...