Selamat pagi…


Setelah koreksi lebih dari
300 poin pada hari Selasa kemarin, pada indeks Dow Jones Industrial (DJI)
terlihat sedikit mereda, setelah pada pergerakan semalam indeks ini hanya
terkoreksi sebesar 27,55 poin (-0,16 persen) sehingga ditutup pada level
17.635,39. Meredanya tekanan pada indeks Dow Jones Industrial ini membuat ini
telah membuat indeks dari bursa di kawasan Asia cenderung rebound, dengan
indeks Hang Seng pagi ini running dengan kenaikan sebesar 0,15 persen,
sedangkan Strait Times turun tipis 0,1 persen.


Berkurangnya tekanan sentiment
negatif ini juga diperkirakan akan membuat IHSG lebih leluasa untuk bisa
bertahan diatas suport pertama di level 5.410.
IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik dengan suport di
5.410 dan resisten 5.440 sebagai kisaran utama.
Jika level psikologis 5.400 gagal bertahan, suport selanjutnya pada IHSG
berada pada level 5.325. Disisi lain,
penutupan diatas resisten 5.440 akan menjadi sebuah signal positif, dan bakal memunculkan
trend naik jangka pendek, dengan potensi kenaikan hingga kisaran 5.500 – 5.610.


Beberapa hari terakhir,
Rupiah dan IHSG mengalami tekanan sebagai akibat dari spekulasi bahwa The Fed
akan menaikkan suku bunga di bulan Juni.
Kondisi ini membuat IHSG mengalami konsolidasi dan dalam pergerakan
terakhirnya, telah mencapai suport kuat di 5.410. Dengan posisi IHSG berada di suport,
posisi-posisi spekulatif terlihat mulai menarik untuk dilakukan, terutama pada
saham-saham perbankan dan konstruksi yang tengah berada di suport
levelnya. Meskipun demikian, posisi beli
secara agresif, sebaiknya hanya dilakukan hanya dilakukan pada saat harga saham
berhasil ditutup diatas resisten pertamanya.
Jika pada IHSG, resisten pertama IHSG ada di level 5.440. IHSG akan mengakhiri trend turun jangka
pendek jika berhasil ditutup diatas resisten tersebut.

BOW: Perbankan, Konstruksi, Konsumer, Batubara, CPO

Multi Quote Quote