Liputan6.com,
Jakarta - Pemerintah akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10
persen kepada pengguna jasajalan tolsebesar 10 persen. Kebijakan
tersebut akan dibebankan kepada konsumen atau pengguna jasa jalan tol. Lalu
bagaimana dampaknya ke sektor logistik?










Ketua Asosiasi
Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Pratama menuturkan, kenaikan tarif tol dengan
tambahan PPN akan menambah biaya operasional perusahaan logistik. Meski
demikian, dampaknya kecil.



“Dampaknya
terhadap total biaya logistik sangat kecil dan juga tidak mengakibatkan
kenaikan tarif biaya transportasi,” kata Zaldy saat
dihubungiLiputan6.com
, yang ditulis Senin (2/3/2015).



Menurut Zaldy,
biaya logistik karena kemacetan di jalan tol masih lebih besar dari pada PPN
untuk tarif logistik. Oleh karena itu, ia menuturkan, pemerintah tidak hanya
membebankan PPN pada tarif tol tetapi juga berusaha mengurangi kemacetan di
jalan tol.



“Biaya
logistik gara-gara kemacetan bisa mencapai 15 persen dari biaya transport. Ini
jadi salah satu faktor utama tingginya biaya logistik di Indonesia,” kata
Zaldy.



Sekretaris
Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, David Wijayanto menuturkan, tarif tol yang naik
akan sebesar PPN yang dikenakan. Saat ini tarif yang berlaku belum
memperhitungkan PPN. Dengan kebijakan ini, menurut David tidak berdampak
terhadap perseroan



“Bagi
Jasa Marga tidak masalah karena tidak mengurangi pendapatan dari tarif yang
ada,” ujar David, lewat pesan singkat yang diterimaLiputan6.com.



Sebelumnya
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo menuturkan, langkah penerapan PPN terhadap
pengguna jasa jalan tol untuk mengejar target pendapatan negara dari sektor
pajak. Penerimaan pajak sekitar Rp 1.439 triliun dalam Anggaran Pendapatan
Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.



“Kami
sudah berikan poin-poin untuk mencapai target penerimana pajak sesuai APBN-P
2015. Itu salah satunya kami ingin lakukan seperti itu (PPBN 10 persen jalan
tol-red),” kata Mardiasmo. (Ahm/)



Source:
http://bisnis.liputan6.com/read/2183792/tarif-tol-kena-ppn-ini-pinta-pengusaha-logistik


Multi Quote Quote