• Bank BRI FY 2014 berhasil
membukukan laba bersih sebesar Rp.24,197 Triliun, tumbuh 14,35%. Laba bersih FY
2014 BBRI lebih tinggi 1,5% dari estimasi kami sebesar Rp.23,824 T.




• Total aset selama tahun 2014
tumbuh 28,3% dengan rasio earning aset terhadap total aset sebesar 70%. Total
aset tahun 2014 sebesar Rp.778 T, dengan Earning Aset bersih Rp.690 T.


• Kredit sepanjang tahun 2014
tumbuh 13,8% menjadi Rp.490, 4 Triliun. Pertumbuhan kredit tahun 2014 masih
jauh dibawah dari pertumbuhan kredit Bank BRI tahun 2012, 2013 yang tumbuh
22,9% dan 23,8%. Prosentase total kredit dibanding total earning aset sebesar
71%.


• Untuk menyiasati penurunan
pertumbuhan kredit Bank BRI meningkatkan transaksi Reverse Repo/ dan transaksi
Obligasi. Pertumbuhan
dari transaksi ini meningkat pada tahun 2014 transaksi Obligasi dan Repo
tercatat Rp.136 T meningkat 98,8%. Prosentase
dari total Earning asset 2014 sebesar 19,7% sebagai dana yang disalurkan BRI untuk
menghasilkan yield dari transaksi obligasi dan repo.


• Bank BRI terus meningkatkan
kualitas dan pelayanan di Teknologi Informatika, dengan jumlah account yang
aktif sebesar lebih dari 50 juta. Bank BRI berupaya terus memperluas jaringan
ATM dan program Internet Banking dan Mobile Banking. Tahun 2014 Fee based
Income dari transaksi ini BRI membukan pendapatan sebesar Rp.1,208 T naik 71%
yoy dibandingkan tahun 2013 Rp.705 Milyar.


• NIM bank BRI tahun 2014
masih berada dilevel 8,51%, angka ini diatas dari ekspektasi NIM yang kami
proyeksikan tahun 2014 sebesar 7,26%. Masih tingginya NIM BRI tidak terlepas
dari segmen mikro kredit yang mengkontribusi 31,3% dari total kredit BRI selama
tahun 2014. BRI masih membebankan bunga kredit pada segmen ini 22% sd 26% per
tahun. NPL dari segmen mikro sangat kecil tahun 2014 sebesar 1,12%.



• Sepanjang tahun 2014
pertumbuhan DPK sebesar 23,4%, hal ini mengindikasikan besarnya likuiditas
dipasar. Komposisi dana pihak ketiga BBRI di 2014 adalah 14,8% atau Rp.89,1 T
dalam bentuk giro, tabungan sebesar Rp.232,4 T atau 38,7% dan deposito Rp.278.9
T atau 46,45%.







• Deposito tumbuh 40,6%,
tabungan 14,2% dan giro tumbuh 10,7% sepanjang tahun 2014. Pertumbuhan Deposito
yang signifikan membuat COF (Cost Of Fund) naik dari 3,71% pada FY 2013 menjadi
4,38% di 2014.


• Hal ini seiring dengan
naiknya BI Rate dari 7,5% menjadi 7,75%. Posisi LDR BRI stabil di 81,68% masih
tersedia ruang bagi BRI ditahun 2015 untuk meningkatkan posisi kreditnya.
Posisi CAR BRI masih dilevel 18,31% level yang masih sangat lebar buat BRI
meningkatkan pertumbuhan kredit ditahun-tahun mendatang.


• Tahun 2015 perseroan
mentargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15%-17%, LDR sebesar 80%-92%, NPL
2%-2,2%, NIM 8%-8,5%. CER 42-43%. Dan pertumbuhan laba sebesar 10%-11%.


• Dari kinerja 2014 kami
melihat proyeksi yang di buat manajemen BBRI sangat bisa di realisasikan di
2015. Pemerintah dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 5,7%. Dengan
focus kepada penguatan di empat sektor Maritim, Agribisnis (swasembada pangan),
Infrastruktur, dan pembangunan energy terbarukan.







• Komposisi kredit BBRI
ditahun 2014 untuk SOE dan Corporate Loan. Dari segmen SOE sektor agribisnis
mendominasi total kredit yakni sebesar 25,8% dari total kredit SOE sepanjang
tahun 2014 sebesar Rp.74,1 T. dan disegmen yang sama infrastuktur sebesar
25,6%.


• Untuk Corporate Loan tahun
2014 BBRI menyalurkan Rp.57,1 Triliun. Dengan komposisi kredit disektor
agribisnis sebesar 40,14% dan untuk infrastruktur sebesar 6,99%.


• Komposisi kredit yang
tersebar merata, dengan focus tetap pada micro kredit. Menjadi kekuatan utama
bagi Bank BRI dalam menghadapi persaingan yang ketat dipasar perbankan Indonesia.


• Pengembangan produk mikro
yang dapat dijangkau masyarakat bawah. Menjadi hal penting yang harus dijaga dan
diperhatikan oleh Bank BRI. Melalui program teras BRI (sebagai kepanjangan tangan
Cabang) tampaknya cukup berhasil menjaga market share BRI disegmen mikro.


• Total DPK dari segmen mikro
terus meningkat dalam 5 tahun terakhir tumbuh 138%, dan kredit mikro tumbuh
139%. Total Deposit dari nasabah mikro berjumlah Rp.166,2 T dengan total kredit
dari segmen mikro Rp.153,3 T. Bank BRI bisa mendapatkan pendapatan bunga 22% sd
26%.


• Dari sisi dana yang masuk
dari segmen mikro 86,3% dari Rp.166,2 T dalam bentuk tabungan, 12,9% dalam
bentuk giro dan 0,9% deposito. Dengan komposisi tersebut COF BRI hanya sebesar
3,5%. Sehingga BRI bisa mendapatkan spread margin +/- 20%. Dari total kredit
yang disalurkan dalam tahun 2014 sebesar Rp.495 T. 31% kreditnya menghasilkan
margin +/- 20%.


• BRI sebagai bank yang
mempuyai account +/- 50 juta, mempunyai potensi pendapatan fee based income
yang besar. Sehingga BRI terus focus mengembangkan layanan kepada masyarakat
dalam memudahkan bertransaksi. Jumlah ATM, EDC, Mobile Banking, Teras Mobile,
merupakan upaya BRI meningkatkan pendapatan dari Fee Based Income.


• Tahun 2015 kami asumsikan
pertumbuhan kredit Bank BRI sebesar 11.99% dengan gross loan 2015 Rp.554.4T.
NIM tahun 2015 kami proyeksikan sebesar 7.33%. Laba bersih tahun 2015 kami proyeksikan
sebesar Rp.26.552.


VALUATIONS


• Dengan menggunakan metode
Gordon Growth Model, dengan asumsi total Equity 2015 sebesar Rp.105.289T.
sehingga adj BV 2015 Rp.3954. Dengan asumsi ROE 2015 sebesar 19%. Deviden
Payout Ratio 50%. Maka Normalized Growth ROE 2015 sebesar 9,5%.







• Risk Free rate 7,75% dan
Market Risk sebesar 4,5%, dengan tingkat beta 1, maka discount rate sebesar
12,2%. Sehingga ditahun 2015 didapat adjusted BV BBRI 2015 sebesar 3,52x. Sehingga
harga wajar saham Bank BRI 2015 sebesarRp.13,915/saham. Dilevel
Rp.11,700/saham BBRI diperdagangkan dengan PER 10,87x.







Research oleh:
PT. Trust Securities

Analyst:
Muhammad Reza
m.reza@trust.co.id

021-57940678








Multi Quote Quote